Demo Blog

Intervensi Desain??

by Manazati on Nov.22, 2009, under


Selama ini kita sering meihat desain yang 'sangar-sangar' seiring globalisasi senantiasa menjejali alam pikir modernisasi Arsitektur. Seakan-akan terpatri dan membentuk pola pikir tersendiri, tanpa sadar selalu menoleh ke arah 'Barat'. Pada akhirnya otot leher kaku dan kepala susah ditundukkan untuk sekedar melihat kebawah. Tanah yang senantiasa dipijak. Dibumi pertiwi ini kita, kekayaan khasanah budaya Arsitektur yang semestinya kita uri-uri.


Setiap lokasi di muka bumi pasti memiliki spesifikasi tertentu, penyelesaian masalah desain arsitektur juga spesifik untuk setiap lokasi. Contoh di pulau madura adalah salah satu penyelesaian masalah desain arsitektur di daerah pesisir. Tentunya penyelesaian ini akan berbeda jika terjadi di daerah hutan datar, daerah pegunungan kering, daerah pegunungan subur, daerah di kaki gunung, daerah di lereng gunung, dan sebagainya. Sketsa berikut memperlihatkan evolusi serupa yang terjadi untuk arsitektur Jawa.


Tentunya evolusi arsitektur yang terjadi di pulau Sumatra akan memiliki perbedaan. Begitu pula dengan kota medan, wilayah minang, wilayah sunda, pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua, dan lain-lain. Semuanya memiliki ciri tersendiri yang perlu digali oleh putra-putra terbaik dari daerahnya. Arsitek-arsitek nusantara yang adiluhung membawa jiwa leluhur kita.

Sudah barang tentu pada saat ini ilmu teknik bangunan dan arsitektur demikian majunya. Berbagai filosofi, langgam, bahan, struktur dan konstruksi baru sudah demikian memusingkan arsitek nusantara masa kini. Tatanan dan aturan tradisional dengan berbagai keunikan cara dan penamaan elemen konstruksi merupakan tambahan permasalahan baru bagi arsitek masa kini yang ingin bereksplorasi dengan ke-nusantara-an. Justru kerumitan inilah yang membuat arsitektur nusantara semakin dijauhi karena memang sulit didekati.

Perlu formula baru yang dapat membuang segala kesulitan ilmu arsitektur 'importâ' yang memusingkan. Perlu pemahaman baru agar order nusantara tetap dapat diterapkan dengan lebih sederhana dalam berarsitektur. Perlu semangat baru agar arsitektur nusantara dapat menjadi produk 'eksportâ' yang membanggakan. Akhirnya memang perlu niat bersih dari arsitek nusantara untuk dapat bekerjasama dengan meminggirkan setiap ke-aku2-an.



ngangsu kawruh kpd tjahja tribinuka, pengajar di arsitektur ITS, surabaya.
0 komentar more...

0 komentar

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Yuk, Bisnis PULSA... Daftar GRATIS disini:

Daftarkan BLOG anda disini:

Adsense Indonesia

Karna 'TAK KENAL MAKA TAK SAYANG' kiranya perlu saya mengenal anda. Silakan masukkan Email Anda

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Ada kesalahan di dalam gadget ini

mBah Goggle Search

Google Books