<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076</id><updated>2012-01-06T10:41:35.230+07:00</updated><category term='wali'/><category term='Sejarah Demak'/><category term='bahasa jawa'/><category term='Budaya'/><category term='Kasultanan'/><category term='cerita turun menurun'/><category term='Letak Keraton Demak'/><category term='ziarah'/><category term='makam'/><category term='Rumah Joglo Jawa'/><category term='Sleman'/><category term='Ilmu Kejawen'/><category term='air tiga rasa'/><category term='masyarakat jawa'/><category term='jawa'/><category term='Gajah Mada'/><category term='Bani Jawi'/><category term='Benua Atlantis'/><category term='wisata'/><category term='Indonesia'/><category term='Jawadwipa'/><category term='Archipelago'/><category term='Candi Borobudur'/><category term='rejenu'/><category term='Masjid Agung Demak'/><category term='sejarah'/><category term='Islam'/><category term='Brahma'/><category term='Masjid'/><category term='Peradaban Jawa'/><category term='James Richardson Logan'/><category term='Demak'/><category term='Suku Jawa'/><category term='Piramida di Garut'/><category term='Mitologi Jawa'/><category term='hasan sadzali'/><category term='prinsip'/><category term='pusat peradaban'/><category term='Wali Songo'/><category term='muria'/><category term='Aksara Jawa'/><category term='Situs'/><category term='Nusantara'/><category term='Silsilah'/><category term='Keraton'/><category term='Kota wali'/><category term='Kerajaan'/><category term='Sunan Kalijaga'/><category term='Kerajaan Demak'/><category term='orang jawa'/><title type='text'>_____Javanese_____</title><subtitle type='html'>'.......................................Sudut-sudut warisan leluhur'</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-1141808626053321991</id><published>2011-12-19T09:39:00.002+07:00</published><updated>2011-12-19T10:19:44.977+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Piramida di Garut'/><title type='text'>Piramida di Garut</title><content type='html'>&lt;h2 class="deskripsi"&gt;"Piramida Garut" diperkirakan lebih besar dan lebih tua dari Piramida Giza di Mesir.&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunung di Garut, Jawa Barat itu bernama Sadahurip. Namun, ada juga  orang yang menyebutnya dengan Gunung Putri, Gunung Leutik, atau Gunung  Cinta. Masyarakat lokal bahkan punya sebutan sendiri: gunung keramat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/02/26/105778_gunung-sadahurip-garut--credit--turangga-seta-_300_225.jpg" id="att_fotoimg" width="315" /&gt;Bentuknya  memang tak biasa. Alih-alih kerucut, bentuk puncaknya mirip bangunan  piramida seperti yang ada di Mesir. Gunung Sadahurip atau Gunung Putri  kini menjadi buah bibir, gara-gara Tim Bencana Katastropik Purba yang  dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana  menemukan anomali. Diduga ada bangunan piramida buatan manusia di  dalamnya. Sebutan "gunung piramida" pun sontak populer.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang  luar biasa, "piramida Garut" diperkirakan lebih besar dan jauh lebih tua  dibanding Piramida Giza di Mesir. Sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi.  Dibutuhkan proses eskavasi untuk membuktikan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota  tim, Iwan Sumule mengatakan, semua proses ilmiah dan berbagai metode  yang dimungkinkan dan disyaratkan telah dilakukan di sana. Termasuk  georadar dan geolistrik, juga pengujian dengan carbon dating. Hasilnya,  "ini bukan alami, melainkan &lt;em&gt;man made&lt;/em&gt;," kata dia kepada &lt;em&gt;VIVAnews.com&lt;/em&gt;, Kamis 1 Desember 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim,  dia menambahkan, juga menggunakan metode Interferometric Syntetic  Aperture Radar (IFSAR). "Dihasilkan gambar yang benar-benar telanjang.  Bisa dilihat, (dari gambar) yang berwarna kuning adalah batu. Sementara  warna biru adalah air," jelas Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika disinar, batu akan  memantulkan cahaya. Itulah yang ditangkap IFSAR. Apakah sudah pernah  dilakukan penggalian tanah hingga lapisan batuannya? "Sudah, cuma  beberapa meter saja. Batu itu yang kami gunakan untuk tes carbon  dating," kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, dari hasil IFSAR bisa dilihat,  tak hanya sekedar bentuk piramid. Di sekelilingnya juga nampak batuan,  lebih pendek. "Bisa jadi itu piramida yang lebih kecil, atau spinx  seperti yang ada di Mesir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa persisnya bentuk bangunan  dan peradaban mana yang membangunnya, tim belum bisa memastikan. "Kami  belum melakukan eskavasi, kalau sudah, bisa bercerita banyak hal. Soal  asal muasal, mengapa ada di situ, dan siapa yang membangunnya. Ada  historisnya," kata Iwan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Citra satelit Gunung Putri sisi Selatan&lt;/strong&gt; &lt;p&gt;&lt;img id="134249" title="Piramida Gunung Putri Selatan" src="http://media.vivanews.com/images/2011/12/01/134249_piramida-gunung-putri-selatan.jpg" alt="Piramida Gunung Putri Selatan" height="375" width="500" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gunung Putri sisi Selatan-Timur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img id="134248" title="Piramida Gunung Putri Selatan-Timur" src="http://media.vivanews.com/images/2011/12/01/134248_piramida-gunung-putri-selatan-timur.jpg" alt="Piramida Gunung Putri Selatan-Timur" height="376" width="500" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gunung Putri sisi Selatan-Barat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img id="134247" title="Piramida Gunung Putri Selatan-Barat" src="http://media.vivanews.com/images/2011/12/01/134247_piramida-gunung-putri-selatan-barat.jpg" alt="Piramida Gunung Putri Selatan-Barat" height="375" width="500" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gunung Putri sisi Timur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img id="134250" title="Piramida Gunung Putri Timur" src="http://media.vivanews.com/images/2011/12/01/134250_piramida-gunung-putri-timur.jpg" alt="Piramida Gunung Putri Timur" height="375" width="500" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Piramida dari Sadahurip&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img id="134251" title="Piramida Gunung Putri dari Sadahurip" src="http://media.vivanews.com/images/2011/12/01/134251_piramida-gunung-putri-dari-sadahurip.jpg" alt="Piramida Gunung Putri dari Sadahurip" height="375" width="500" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Foto IFSAR piramida&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img id="134252" title="Foto IFSAR Piramida Gunung Putri" src="http://media.vivanews.com/images/2011/12/01/134252_foto-ifsar-piramida-gunung-putri.jpg" alt="Foto IFSAR Piramida Gunung Putri" height="377" width="500" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Foto kontur piramid&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="134253" title="Kontur piramida di Gunung Putri" src="http://media.vivanews.com/images/2011/12/01/134253_kontur-piramida-di-gunung-putri.png" alt="Kontur piramida di Gunung Putri" height="375" width="500" /&gt;&lt;/p&gt;                                             Kapan eskavasi dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iwan  menjelaskan, saat ini pihaknya  masih melakukan komunikasi intensif  dengan instansi terkait, para  muspida, serta kepala desa dan masyarakat  Garut. "Bahwa ada temuan  fenomenal di lokasi yang dikeramatkan oleh  penduduk lokal. Kami sedang  mencoba membongkar pikiran itu, bisa  dirasionalkan," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satunya, Iwan menjelaskan,  beberapa waktu lalu di sebuah media  televisi, Kepala Desa Sukahurip --  tempat gunung berada -- menceritakan,  ada banyak kilatan petir dan  sinar di sekitar gunung. "Menurut  kami, itu masuk akal, karena  mengambil sampel di Mesir, piramida tak  hanya sekedar kuburan Firaun,  tapi ada teknologi di dalamnya," kata dia.  Teknologi yang maju --  bahkan untuk ukuran masa kini misalnya,  teknologi hidro, pembangkit  listrik, dan ada medan magnet. Ada juga  literatur yang menyebut piramid  dibangun untuk mengantisipasi bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan  menambahkan, tak hanya  masyarakat yang skeptis terhadap temuan tim.  Juga beberapa instansi  terkait. "Mereka kurang peduli. Antara percaya  tidak percaya. Padahal  semua metode penelitian sudah kami lakukan, ini  temuan yang sangat  fenomenal," kata dia. "Harusnya kita sadar dan sangat  bangga, ada  peradaban besar dan  tua yang berada di bumi nusantara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset patahan aktif di Jawa Barat untuk mempelajari bencana di zaman  purba berujung pada penemuan mengejutkan: keganjilan berupa struktur  piramida di Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan  besar dan usianya melampaui Piramida Giza di Mesir -- yang diyakini  sebagai makam Firaun, Dinasti keempat Mesir, Khufu, yang dibangun selama  lebih dari 20 tahun pada kurun waktu sekitar tahun 2560 sebelum Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini,  misteri piramida di Garut, Jawa Barat diharapkan akan segera terkuak.  Anggota Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus  Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Iwan Sumule mengatakan,  sejumlah peneliti dan arkeolog asing telah menawarkan bantuan dalam  proses eskavasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Termasuk dari Prancis, Amerika Serikat, dan Belanda menyatakan minat untuk membantu eskavasi," kata dia saat dihubungi&lt;em&gt; VIVAnews&lt;/em&gt;, Selasa 29 November 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  menambahkan, berdasarkan hasil survei, didukung sejumlah data, termasuk  hasil foto IFSAR -- lima meter di atas permukaan tanah, nyata ditemukan  adanya struktur piramida yang adalah buatan manusia. "Semua aspek sudah  diteliti, termasuk &lt;em&gt;carbon dating&lt;/em&gt;. Di Gunung Sadahurip itu  menunjukkan umur batuan 10.000 tahun lebih. Artinya kalau Piramida Giza  di Mesir berusia sekitar 3.000 tahun sebelum masehi, kita (Garut) 10.000  tahun," tambah dia. "Hasil tes karbon tak bisa ditipu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya  pun melampaui piramida di Mesir. Menurut Iwan, tinggi piramida Garut  diperkirakan 200 meter. "Makanya kami perkirakan, lebih tinggi dan lebih  tua tiga kali lipat dari Piramida Giza di Mesir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban  mana yang sedemikian maju dan bisa membangun piramida sebesar itu? "Kami  eskavasi dulu, baru bisa mengetahui lebih lanjut. Ini akan menguak,  peradaban masa lalu yang mengagumkan bisa berasal dari bumi nusantara,"  tambah Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya soal agenda eskavasi, Iwan menjelaskan,  pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan semua pihak terkait. "Ketika  semua sudah siap, baru akan melakukan eskavasi. Ini tidak gampang, tidak  seperti cangkul-mencangkul tanah. Ini sangat berharga, berumur ribuan  tahun," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua aspek, dia menambahkan, perlu  dibicarakan dengan semua instansi terkait -- memberikan pemahaman, bahwa  di tempat tersebut ditemukan piramida. "Untuk tahap awal melalui kepala  desa, mereka menerima, mudah-mudahan saat eskavasi jalan, sudah terbuka  semua," kata dia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah diberi  tahu soal temuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan piramida tersebut, Iwan  menambahkan, dapat memberikan efek positif bagi masyarakat Garut dan  sekitarnya, khususnya aspek ekonomi dan sosial. "Kami gembira tim  peneliti mancanegara berniat langsung datang," kata Iwan. "Ini akan  membalikkan semua pandangan orang terhadap dunia prasejarah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya,  Tim Katastropik Purba juga mengatakan, bangunan diduga piramida bukan  hanya di dalam Gunung Sadahurip. Juga ditemukan di tiga gunung lain di  Garut. "Hasil survei di Gunung Putri, Gunung Kaledong dan Gunung Haruman  sudah bisa diambil kesimpulan  bahwa ada "&lt;em&gt;man made&lt;/em&gt;" yang diduga kuat piramida," ujar Tim. &lt;p&gt;&lt;img id="133972" title="Struktur piramida di Gunung Putri " src="http://media.vivanews.com/images/2011/11/29/133972_struktur-piramida-di-gunung-putri.png" alt="Struktur piramida di Gunung Putri " height="375" width="500" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img id="133973" title="Struktur piramida di Gunung Putri 2" src="http://media.vivanews.com/images/2011/11/29/133973_struktur-piramida-di-gunung-putri-2.png" alt="Struktur piramida di Gunung Putri 2" height="375" width="500" /&gt;&lt;/p&gt; Penelitian juga dilakukan di Gunung Padang, Cianjur, di mana  batu-batu megalitikum tersebar luas di kawasan sehektare lebih. Melalui  tes geolistrik, Tim menyimpulkan di situs Gunung Padang yang juga  disebut sebagai peninggalan megalitikum terbesar di Asia Tenggara itu  terdapat struktur punden berundak yang mirip piramida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 5  November, Tim yang sama juga melansir, Gunung Klothok dan sebuah gunung  di Sleman, juga diduga menyimpan struktur piramida di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : nasional.vivanews.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-1141808626053321991?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/1141808626053321991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=1141808626053321991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/1141808626053321991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/1141808626053321991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2011/12/piramida-di-garut.html' title='Piramida di Garut'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-9007563291240689187</id><published>2010-07-27T19:54:00.012+07:00</published><updated>2010-07-27T23:23:27.458+07:00</updated><title type='text'>Pujangga Besar Jawa - Serat Sabdo Jati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TE79jDWLD4I/AAAAAAAAAO8/cUJillnb_ZA/s1600/ronggowarsito.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 232px; height: 311px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TE79jDWLD4I/AAAAAAAAAO8/cUJillnb_ZA/s400/ronggowarsito.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498610973701508994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Hawya pegat ngudiya Ronging budyayu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Margane suk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;a basuki&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Dimen luwar kang kinayun&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kalising panggawe sisip&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Ingkang taberi prihatos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar prihatin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Ulatna kang nganti bisane kepangguh&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Galedehan kang sayekti&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Talitinen awya kleru&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Larasen sajroning ati&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Tumanggap dimen tumanggon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan didalam hati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;agar mudah menanggapi sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Pamanggone aneng pangesthi rahayu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Angayomi ing tyas wening&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Eninging ati kang suwung&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Nanging sejatining isi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Isine cipta sayektos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;mengendapkan pikiran, dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Lakonana klawan sabaraning kalbu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Lamun obah niniwasi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kasusupan setan gundhul&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Ambebidung nggawa kendhi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Isine rupiah kethon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;akan menderita kehancuran. Kemasukan setan gundul,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Lamun nganti korup mring panggawe dudu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Dadi panggonaning iblis&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Mlebu mring alam pakewuh&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Ewuh mring pananing ati&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Temah wuru kabesturon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;sudah  jelas akan menjadi sarang iblis, senantiasa mendapatkan  kesulitas-kesulitan, kerepotan-kerepotan, tidak dapat berbuat dengan  itikad hati yang baik,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;seolah-olah mabuk kepayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Nora kengguh mring pamardi reh budyayu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Hayuning tyas sipat kuping&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kinepung panggawe rusuh&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Lali pasihaning Gusti&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Ginuntingan dening Hyang Manon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;yang menuju kepada kebajikan. Segala yang baik-baik lari dari dirinya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Sudah melupakan Tuhannya. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Parandene kabeh kang samya andulu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Ulap kalilipen wedhi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Akeh ingkang padha sujut&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kinira yen Jabaranil&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kautus dening Hyang Manon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Namun demikian yang melihat, bagaikan matanya kemasukan pasir,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat, sehingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Yeng kang uning marang sejatining dawuh&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kewuhan sajroning ati&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Yen tiniru ora urus&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Uripe kaesi-esi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Yen niruwa dadi asor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Namun bagi yang bijaksana, sebenarnya repot didalam pikiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;melihat contoh-contoh tersebut. Bila diikuti hidupnya akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;tercela akhirnya menjadi sengsara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Anggelar sakalir-kalir&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kalamun temen tinemu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kabegjane anekani&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kamurahane Hyang Manon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan, yang menitahkan bumi dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;langit, siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;kebahagiaan. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Yen temen-temen sayekti&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Dewa aparing pitulung&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Nora kurang sandhang bukti&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Saciptanira kelakon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Segala permintaan umatNya akan selalu diberi, bila dilakukan dengan setulus hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Tuhan akan selalu memberi pertolongan, sandang pangan tercukupi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;segala cita-cita dan kehendaknya tercapai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Saka pengunahing Widi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Ambuka warananipun&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Aling-aling kang ngalingi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Angilang satemah katon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;yang termasuk rahasia Tuhan, sehingga dapat diketahui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Para jalma sajroning jaman pakewuh&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Sudranira andadi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Rahurune saya ndarung&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Keh tyas mirong murang margi&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kasekten wus nora katon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;makin menjadi-jadi, banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;diatas riil kebenaran, keagungan jiwa sudah tidak tampak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Katuwane winawas dahat matrenyuh&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kenyaming sasmita sayekti&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Sanityasa tyas malatkunt&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kongas welase kepati&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Sulaking jaman prihatos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin, merasakan ramalan tersebut,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Waluyane benjang lamun ana wiku&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Memuji ngesthi sawiji&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Sabuk tebu lir majenum&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Galibedan tudang tuding&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Anacahken sakehing wong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun 1877&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;(Wiku=7, Memuji=7, Ngesthi=8, Sawiji=1. Itu bertepatan dengan tahun Masehi 1945).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;hilir mudik menunjuk kian kemari, menghitung banyaknya orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Iku lagi sirap jaman Kala Bendu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Kala Suba kang gumanti&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Wong cilik bisa gumuyu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Nora kurang sandhang bukti&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Sedyane kabeh kelakon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. Diganti dengan jaman Kala Suba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria, tidak kekurangan sandang dan makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Pandulune Ki Pujangga durung kemput&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Mulur lir benang tinarik&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Nanging kaseranging ngumur&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Andungkap kasidan jati&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Mulih mring jatining enggon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Sayang sekali “pengelihatan” Sang Pujangga belum sampai selesai,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;bagaikan menarik benang dari ikatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Amung kurang wolung ari kang kadulu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Tamating pati patitis&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Wus katon neng lokil makpul&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Angumpul ing madya ari&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Amerengi Sri Budha Pon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Yang terlihat hanya kurang 8 hai lagi, sudah sampai waktunya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;kembali menghadap Tuhannya. Tepatnya pada hari Rabu Pon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Tanggal kaping lima antarane luhur&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Selaning tahun Jimakir&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Taluhu marjayeng janggur&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Sengara winduning pati&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Netepi ngumpul sak enggon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Tanggal 5 bulan Sela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;(Dulkangidah) tahun Jimakir Wuku Tolu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;kira-kira waktu Lohor, itulah saat yang ditentukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;sang Pujangga kembali menghadap Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Cinitra ri budha kaping wolulikur&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Sawal ing tahun Jimakir&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Candraning warsa pinetung&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Sembah mekswa pejangga ji&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;Ki Pujangga pamit layoti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Karya ini ditulis dihari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;(Sembah=2, Muswa=0, Pujangga=8, Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi 1873).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TE79jDWLD4I/AAAAAAAAAO8/cUJillnb_ZA/s1600/ronggowarsito.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 188px; height: 253px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TE79jDWLD4I/AAAAAAAAAO8/cUJillnb_ZA/s400/ronggowarsito.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498610973701508994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;RADEN Mas Ngabehi Ronggowarsito. Demikian nama salah seorang pujangga  terkenal yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; pernah menorehkan jejak gemilang dalam kesusastraan Jawa  di abad 19. Namanya senantiasa dikenang sebagai pujangga besar yang  karya-karyanya tetap abadi hingga kini.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dari tangan pujangga asal  Keraton Surakarta ini lahir berbagai karya sastra bermutu tinggi yang  sarat nilai kemanusiaan. Buku-bukunya antara lain membahas falsafah,  ilmu kebatinan, primbon, kisah raja, sejarah, lakon wayang, dongeng,  syair, adat kesusilaan, dan sebagainya. Namun sebagian masyarakat Jawa,  terutama rakyat jelata, sering mengidentikkan Ronggowarsito dengan  karangan-karangan yang memadukan kesusastraan dengan ramalan yang penuh  harapan, perenungan dan perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Dilahirkan  pada 15 Maret 1802 dengan nama asli Bagus Burham. Ayahnya seorang carik  Kadipaten Anom yang bernama Raden Mas Pajangswara. Ibunya Raden Ayu  Pajangswara merupakan keturunan ke-9 Sultan Trenggono dari Demak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Bakat  dan keahliannya dalam bidang kesusastraan semakin terasah dengan  bimbingan kakeknya Raden Tumenggung Sastronegoro. Semenjak kecil, ia  dibekali ajaran Islam dan pengetahuan yang bersandar pada ajaran  kejawen, Hindu, Budha, serta ilmu kebatinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TE8Grkx-apI/AAAAAAAAAPE/J_xmugNSqOM/s1600/ronggowarsito_02.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 223px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TE8Grkx-apI/AAAAAAAAAPE/J_xmugNSqOM/s400/ronggowarsito_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498621015720094354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Karya-karya besarnya  yang terkenal sampai saat ini adalah Serat Kalatidha yang berisi  gambaran zaman penjajahan yang disebut "zaman edan". Ada kitab Jaka  Lodhang yang berisi ramalan akan datangnya zaman baik, serta Sabdatama  yang berisi ramalan tentang sifat zaman makmur dan tingkah laku manusia  yang tamak.M&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;enjelang akhir hayatnya, Ronggowarsito menulis buku terakhir  Sabdajati yang di antaranya berisi ramalan waktu kematiannya sendiri.  Buku ini pun berisi ucapan perpisahan dan permohonan pamit karena Ki  Pujangga akan segera meninggalkan dunia fana ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Pada 24 Desember  1873, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;pujangga besar dari tanah Jawa itu meninggal dunia dengan  tenteram. Tempat peristirahatan terakhirnya terletak di Palar, sebuah  desa kecil di wilayah Klaten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.google.com/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbah Google&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://aindra.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-9007563291240689187?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/9007563291240689187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=9007563291240689187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/9007563291240689187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/9007563291240689187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/07/pujangga-besar-jawa-serat-sabdo-jati.html' title='Pujangga Besar Jawa - Serat Sabdo Jati'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TE79jDWLD4I/AAAAAAAAAO8/cUJillnb_ZA/s72-c/ronggowarsito.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-7558589027401587464</id><published>2010-07-20T13:12:00.007+07:00</published><updated>2010-07-27T20:21:54.399+07:00</updated><title type='text'>LIR ILIR (Mengenang Tembang Dakwah Sunan Kalijaga)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Lir-ilir, Lir Ilir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Tandure wus sumilir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Tak ijo royo-royo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Tak  sengguh temanten anyar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Cah Angon, Cah Angon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Penekno Blimbing Kuwi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Lunyu-lunyu  penekno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Kanggo Mbasuh Dodotiro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Dodotiro Dodotiro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Kumitir Bedah  ing pinggir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Dondomono, Jlumatono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Kanggo Sebo Mengko sore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Mumpung  Padhang Rembulane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Mumpung Jembar Kalangane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Yo surako surak Iyo!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tembang  diatas pasti sudah akrab ditelinga kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; apalagi bagi orang-orang  jawa yang notabene berada dalam wilayah penyebaran agama Wali Songo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; tidak  sedikit orang yang mencoba untuk menguraikan makna tembang diatas baik  dalam konteks hubungannya dengan sejarah, syariat Islam bahkan Hakikat  yang terkandung di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada tulisan singkat ini Khaylif  mencoba untuk sedikit menguraikan makna dari tembang tersebut, jika ada  kekurangan atau kesalahan adalah karena keterbatasan Khaylif dalam  pemahaman semoga Alloh memaafkan dan jika ada kebaikannya hal itu  semata-mata datang dari Alloh SWT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Makna tembang tersebut menurut  Khaylif:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;1.  Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tandure  wus sumilir&lt;/span&gt; (Tanaman sudah bersemi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tak ijo royo-royo&lt;/span&gt; (Demikian  menghijau)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Makna:&lt;/span&gt;  Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan,  bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah  ditanamkan oleh Alloh dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan  Tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada  kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun  dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan  mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;2    Cah angon, cah angon (Anak gembala, anak gembala)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Penekno Blimbing  kuwi&lt;/span&gt; (Panjatlah (pohon) belimbing itu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Lunyu-lunyu penekno&lt;/span&gt; (Biar  licin dan susah tetaplah kau panjat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kanggo mbasuh dodotiro (untuk  membasuh pakaianmu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Makna:&lt;/span&gt; Disini disebut anak gembala karena oleh  Alloh, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI.  Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang  demikian kuatnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing  yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini  menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun licin, meskipun susah kita  harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga  kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan  resikonya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu apa gunanya? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian  kita yaitu pakaian taqwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;3.  Dodotiro, dodotiro (Pakaianmu,  pakaianmu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kumitir bedah ing pinggir&lt;/span&gt; (terkoyak-koyak dibagian  samping)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dondomono, Jlumatono&lt;/span&gt; (Jahitlah, Benahilah!!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kanggo sebo  mengko sore&lt;/span&gt; (untuk menghadap nanti sore)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Makna:&lt;/span&gt; Pakaian taqwa kita  sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk  itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak  kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;4.   Mumpung padhang rembulane (Mumpung bulan bersinar terang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Mumpung  jembar kalangane&lt;/span&gt; (mumpung banyak waktu luang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Yo surako surak iyo!!!&lt;/span&gt;  (Bersoraklah dengan sorakan Iya!!!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Makna:&lt;/span&gt; Kita diharapkan melakukan  hal-hal diatas (no 1-3) ketika kita masih sehat (dialambangkan dengan  terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada  yang mengingatkan maka jawablah dengan Iya!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lir ilir, judul  dari tembang di atas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi  tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;Tembang  karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair  yang indah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;Carrol McLaughlin, seorang profesor harpa dari  Arizona University terkagum kagum dengan tembang ini, beliau sering  memainkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;Maya Hasan, seorang pemain Harpa dari Indonesia  pernah mengatakan bahwa dia ingin mengerti filosofi dari lagu ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;Para  pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia), Carrol McLaughlin  (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau (Amerika  Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan lagu  ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart“.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Apakah  makna mendalam dari tembang ini? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Mari kita coba mengupas maknanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Lir-ilir,  lir-ilir&lt;/span&gt; tembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya  bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu  mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tetapi yang perlu  dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apa yang perlu  dihidupkan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hidupnya Apa ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ruh? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kesadaran ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pikiran? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;terserah  kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini  ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak..(kita fikirkan  ini)..gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir.  Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;tandure wus  sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bait ini  mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan  manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pohon di  sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengantin  baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk  agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke  agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level  pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cah  angon cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok “Cah angon” ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bukan  “Pak Jendral” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah  angon” ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Cah angon&lt;/span&gt; maksudnya adalah seorang yang mampu membawa  makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan  yang benar. Lalu,kenapa “Blimbing” ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ingat sekali lagi, bahwa  blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi  blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5  sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar  dari agama Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kenapa “Penekno” ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ini adalah ajakan para wali  kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak  masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Lunyu  lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro.&lt;/span&gt; Walaupun dengan bersusah payah,  walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita.  Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus  dibersihkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir.&lt;/span&gt; Pakaian  taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita  tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah  ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dondomono jlumatono  kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu  akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk  mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan  sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari  pertanggungjawaban kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar  kalangane.&lt;/span&gt; Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan  hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan  itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat  kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Yo surako surak hiyo.&lt;/span&gt; Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai  “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hai  orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul  apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada  kamu (Al-Anfal :25)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;* Diambil dari berbagai sumber. Mohon  dikoreksi jika ada kesalahan, karena saya juga manusia yang tak pernah  lepas dari salah dan dosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;Semoga kita bisa mengambil hikmah dari  note/video ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda  note/video ini bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Shared By Catatan Catatan Islami Pages&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-7558589027401587464?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/7558589027401587464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=7558589027401587464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/7558589027401587464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/7558589027401587464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/07/lir-ilir-mengenang-tembang-dakwah-sunan.html' title='LIR ILIR (Mengenang Tembang Dakwah Sunan Kalijaga)'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-2366734313240151053</id><published>2010-07-20T11:51:00.003+07:00</published><updated>2010-07-20T12:30:58.566+07:00</updated><title type='text'>KOMPETISI FACEBOOK &amp; BLOG, LAPTOP DAN BLACKBERRY GRATIS DARI PULSAGRAM</title><content type='html'>KOMPETISI FACEBOOK &amp;amp; BLOG&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TEUzrFcWGNI/AAAAAAAAAO0/mioue8DTpgw/s1600/Logo+Pulsagram_01.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 76px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TEUzrFcWGNI/AAAAAAAAAO0/mioue8DTpgw/s320/Logo+Pulsagram_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495855735564015826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;Daftarkan Facebook atau Blog Anda di sini ...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dan bawa pulang LAPTOP &amp;amp; BLACKBERRY GRATIS 100% !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketentuan Kompetisi Facebook &amp;amp; Blog &lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;Pulsagram&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Peserta harus memiliki ID Member &lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;Pulsagram&lt;/a&gt; dengan status Aktif&lt;br /&gt;* Account Blog atau Facebook yang dilombakan boleh menggunakan account baru atau lama&lt;br /&gt;* Account facebook yang didaftarkan dapat berupa account pribadi, groups maupun halaman Facebook&lt;br /&gt;* Untuk Facebook maka peserta harus meng-add friend account Facebook : festival[at]&lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;pulsagram.com&lt;/a&gt; (tulisan [at] diganti dengan @) agar kami dapat melihat dan menilai tulisan Anda&lt;br /&gt;* Isi / content Blog atau Facebook bebas dapat berupa apa saja namun harus mencantumkan sekurang-kurang 2 (dua) buah tulisan atau image link tentang &lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;Pulsagram&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* Pendaftaran Kompetisi Facebook &amp;amp; Blog &lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;Pulsagram&lt;/a&gt; dibuka selama 3 bulan mulai 1 Juli - 30 September 2010&lt;br /&gt;* Pengumuman pemenang Kompetisi Facebook &amp;amp; Blog &lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;Pulsagram&lt;/a&gt; akan dilakukan pada 15 Oktober 2010&lt;br /&gt;* Kompetisi Facebook &amp;amp; Blog Pulsagram tidak berlaku untuk karyawan &lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;Pulsagram&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria penilaian pemenang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Lama waktu mengikuti festival dari 3 bulan yang dijadwalkan (semakin cepat mendaftar semakin lama mengikuti festival dan semakin besar kemungkinan untuk menang)&lt;br /&gt;* Isi / content Facebook / Blog&lt;br /&gt;* Jumlah pengunjung / trafik / member / friend / follower Facebook atau Blog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Cara mengikuti Kompetisi Facebook &amp;amp; Blog Pulsagram :&lt;br /&gt;Daftar dulu menjadi member &lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;pulsagram&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;http://www.pulsagram.com/?id=CN050563&lt;/a&gt; kemudian aktifkan keanggotaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;27 Alasan Mengapa Anda Harus Bergabung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;1. Harga voucher pulsa SANGAT MURAH !&lt;br /&gt;2. Biaya registrasi GRATIS tanpa dipungut biaya apa pun&lt;br /&gt;3. Biaya SMS reply Rp 0,- ( GRATIS )&lt;br /&gt;4. Jumlah nominal deposit pulsa BEBAS tanpa ada minimal jumlah deposit&lt;br /&gt;5. Fasilitas jaringan pemasaran dg sistem matahari sampai 10 level&lt;br /&gt;6. Mendapatkan Web Replika seperti contoh&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;http://www.pulsagram.com/?id=CN050563&lt;/a&gt; sehingga Anda dapat dengan mudah mengembangkan jaringan&lt;br /&gt;7. Bonus Komisi transaksi Rp 50/transaksi sampai 10 level&lt;br /&gt;8. Transaksi pulsa ONLINE 24 jam sehari NONSTOP&lt;br /&gt;9. Bisa transaksi pengisian pulsa via SMS maupun chat YM dengan cepat &amp;amp; gratis&lt;br /&gt;10. Tersedia Web Reporting untuk memantau transaksi dan perkembangan downline&lt;br /&gt;11. 1 Simcard untuk isi pulsa semua HP GSM / CDMA&lt;br /&gt;12. Fasilitas paralel No HP master sampai 5 nomor HP&lt;br /&gt;13. Dukungan penuh customer service 7 hari seminggu tanpa libur jam 08.00-21.00&lt;br /&gt;14. Dukungan penuh kontak layanan melalui telepon, SMS &amp;amp; YM&lt;br /&gt;15. Didukung perangkat server terbaru sehingga lebih menjamin transaksi pulsa stabil.&lt;br /&gt;16. Dapat transfer deposit, pencairan komisi dlm bentuk tunai.&lt;br /&gt;17. Tidak ada target penjualan&lt;br /&gt;18. Pendaftaran member baru dapat dilakukan oleh setiap member&lt;br /&gt;19. Peluang usaha yang sangat mudah (produk yg dijual dibutuhkan semua orang) dan resiko rendah&lt;br /&gt;20. Dapatkan berbagai macam tool &amp;amp; software gratis di member area&lt;br /&gt;21. Memiliki sistem jaringan pemasaran online yang sangat FAIR&lt;br /&gt;22. Sistem bisnis pulsa dengan formula terbaru yang lebih menguntungkan dan lebih memudahkan Anda&lt;br /&gt;23. Bebas Rugi karena tanpa biaya dan pungutan apa pun sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun untuk bergabung dengan kami&lt;br /&gt;24. Potensi income pasif Anda Milyaran rupiah&lt;br /&gt;25. Meskipun GRATIS Bonus tetap melimpah total Rp 275.250.000,-&lt;br /&gt;26. Real Bisnis, Tidak ada target penjualan karena murni bisnis, hasil yang anda peroleh tergantung dari segi semangat anda berusaha menuju kehidupan yang lebih baik,untuk anda maupun orang-orang yang anda cintai.&lt;br /&gt;27. Jadilah yang pertama. Jangan menunggu menjadi orang terakhir. Karena Anda pasti akan menyesal di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BURUAN GABUNG SEGERA DI &lt;a href="http://www.pulsagram.com/?id=CN050563"&gt;http://www.pulsagram.com/?id=CN050563&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;DAN DAPATKAN BANYAK KEUNTUNGAN, RAIH LAPTOP DAN BLACKBERRY GRATIS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKSES UTUK ANDA!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__manazati__&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-2366734313240151053?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/2366734313240151053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=2366734313240151053' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/2366734313240151053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/2366734313240151053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/07/kompetisi-facebook-blog-laptop-dan.html' title='KOMPETISI FACEBOOK &amp; BLOG, LAPTOP DAN BLACKBERRY GRATIS DARI PULSAGRAM'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TEUzrFcWGNI/AAAAAAAAAO0/mioue8DTpgw/s72-c/Logo+Pulsagram_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-4671897314542873145</id><published>2010-07-14T00:20:00.003+07:00</published><updated>2010-07-14T00:43:44.818+07:00</updated><title type='text'>Getoktular ala JAWA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salam sejahtera untuk anda...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang Jawa senang 'getoktular' (berbagi), untuk itu saya pengen berbagi dengan teman-teman meski hanya sekedar informasi... yang kadang-kadang masuk kuping kanan,keluar kuping kiri.&lt;/span&gt; ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;" class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31095717&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=451516220751&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=451516220751&amp;amp;id=1053204274"&gt;&lt;img style="width: 460px;" class="  img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs183.snc4/37513_1426055725407_1053204274_31095717_7596362_n.jpg" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img);  });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Kali ini saya hanya akan memberikan sebuah informasi pada anda sekalian,  mungkin anda sebelumnya sudah tahu (ataukah belum). Karena sebenarnya  ini sudah ada sejak lama.. Namun itu tidaklah jadi soal, biarlah saya  informasikan ulang untuk anda. :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sekarang sedang ada sebuah website baru yang tengah ramai dan gencar  melakukan promo Pre-Lounch situsnya, dan untuk itu mereka mengadakan  program PPL (Pay per Lead) yang akan membayar kita $2 per lead/orang  yang kita referensikan (ajak) untuk join GRATIS di program situs ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Biasanya Pay per Lead dihargai $1 per Lead/Orang yg diajak daftar, tapi  karena ingin mempromosikan dan mem-boomingkan situsnya dalam masa  Pre-Lounh ini mereka berani membayar $2 untuk tiap Lead/orang yang kita  ajak. Bahkan mereka juga memberikan Bonus $10 bagi pendaftar dalam masa  Pre-Lounch ini (kalau nggak salah sampai Tgl 1 Agustus 2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; JUJUR saya baru dengar info ini dari seorang rekan Internet Marketer  asal Jakarta, dan karena website ini baru aja mau Lounching...saya juga  blm tahu apakah program PPL ini SCAM ataukah tidak. Karena setelah saya  "sidak" dan telusuri informasinya di internet-pun tidak ada yang  mengulas bahwa program IM Crew Scam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terlepas ini Scam ataukah tidak...saya selalu berprinsip (untuk hal yg  sifatnya Gratis) : "Yang penting saya akan ikuti dan ACTION dulu, kalau  ternyata ini Scam maka saya nggak rugi apa-apa...krn programnya Gratis!!  Namun jika ternyata beneran membayar...maka saya akan untung besar dari  dollar yang telah terkumpul darinya".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Jadi daripada skrg kita hanya disibukkan dg pikiran2 apakah ini Scam  ataukah tidak... mending kita Action saja dulu, itu lebih bermanfaat. :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Anda bisa lihat infonya dan mendaftar melalui link berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; =&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.imcrew.com/?r=65722" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://www.imcrew.com/?r=6&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;5722&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Cara mendaftar secara GRATIS :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; * Buka atau Klik =&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.imcrew.com/?r=65722" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://www.imcrew.com/?r=6&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;5722&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; * Klik tombol "REGISTER" dan dapatkan $10 hadiah SignUp. Atau langsung  aja isi formulir yang ada di bagian menu Regsiter di bagian bawah  halaman depan situs tsb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; * Akan ada Password yang dikirimkan ke Email anda. Cek email anda untuk  mendapatkan password&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; * Login ke member area menggunakan Username dan Password yang diberikan,  nantinya didalam anda bisa merubah Password sesuai keinginan anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; * Di dalam member area ada Link Referral anda, copy link referral anda  untuk anda promosikan dan mengajak orang lain mendaftar. Bisa melalui  Facebook, bikin artikel diBlog, atau email.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Program PPL (Pay per Lead) seharga $2 per Lead ini hanya berlaku selama  masa Pre-Lounch, yang akan berakhir sampai Tgl. 1 Agustus 2010.  Pembayaran komisi akan dilakukan sekitar tgl. 15 Agustus 2010 kemudian.  Semua informasinya bisa anda lihat di menu bagian Term and Service di  website tersebut. :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pembayaran menggunakan rekening Paypal, jika anda belum punya silahkan  membuat rekening Paypal dengan panduan link dibawah ini yg bisa anda  download gratis disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; =&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://maghfuramin.com/Free2010/PanduanPraktisPAYPALMaghfurAmin.zip" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://MAGHFURAMIN.Com/Fre&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;e2010/PanduanPraktisPAYPAL&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;MaghfurAmin.zip&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Langsung aja daftar dulu sebelum masa Pre-Lounch berakhir. nantinya  setelah situs tersebut resmi lounching, maka PPL ini akan berakhir.  Namun nantinya kita masih bisa mendapatkan komisi dengan cara  mempromosikan artikel dari IMcrew. Anda akan dibayar $0.002 per  pengunjung yang anda bawa untuk melihat/membaca artikel tsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Lumayan kan... sekarang ikut PPL dapat $2 per Lead/Org yg kita ajak, dan  nantinya setelah program berakhir kita masih bisa mendapatkan $0.002  per pengunjung yang anda bawa untuk melihat/membaca artikel dari IMCrew.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Syarat untuk mendapatkan komisi $2 per referral ini adalah anda harus  aktif di IMCrew dan mau membaca seluruh artikel disana (jika ada)  nantinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sekali lagi... Jangan sampai ketinggalan atau kehabisan waktu hanya  gara-gara anda sibuk memikirkan apakah ini Scam ataukah tidak. Karena  JUJUR saya pun belum mengetahuinya... Lakukan saja ACTION sejak dini  sambil mencari informasi. Anda tidak akan rugi apapun jikalaupun ini  Scam... Krn untuk ikut program ini sifatnya GRATIS. Jadi gak ada  salahnya bila anda mendaftarkan email anda sekarang. bukan :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Klik disini untuk mendaftar : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.imcrew.com/?r=65722" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://www.imcrew.com/?r=6&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;5722&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Lalu ikuti petunjuk pendaftaran diatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Segera ambil tindakan... jangan hanya jadi penonton dan pendengar disaat  yang lain sudah mulai mengumpulkan dollar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pasti Bermanfaat... Keep ACTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Salam Hangat... Keep ACTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;__manazati__&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-4671897314542873145?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/4671897314542873145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=4671897314542873145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4671897314542873145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4671897314542873145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/07/getoktular-ala-jawa.html' title='Getoktular ala JAWA'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-6359083009378281457</id><published>2010-07-12T22:14:00.001+07:00</published><updated>2010-07-12T22:20:59.747+07:00</updated><title type='text'>Sungkeman dalam Tradisi Jawa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.blogger.com/www.presidensby.info/imageD.php/2320.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TDsp-Y85uxI/AAAAAAAAAOk/OylC_sZKPtQ/s320/SBY_sungkem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493030322334972690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;" &gt;Sungkeman adalah istilah yang sudah sangat populer khususnya bagi orang  Jawa dan umumnya bagi masyarakat Indonesia . Istilah ini telah ada sejak  zaman nenek moyang dulu. Orang Jawa menggunakan istilah ini untuk  menggambarkan suatu aktivitas ritual keagamaan, khususnya bagi yang  beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;"  lang="id"&gt;Ada yang unik pada perayaan idul fitri dalam tradisi   jawa. Tradisi halal bihalal dalam keluarga besar biasa dikenal dengan   istilah “sungkeman”. Tradisi ini pada umumnya dilakukan di kalangan   kerabat dekat saja. Inti dari acara sungkeman adalah saling minta maaf   antar kerabat. Sungkeman tidak hanya dilakukan dengan berjabat tangan.   Ada sejumlah prosedur tertentu yang perlu dilakukan pada acara sungkeman   ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Acara sungkeman sendiri dilakukan setelah menjalankan shalat sunat ‘Idul  Fitri berjama’ah. Shalat ‘Idul Fitri ini dilaksanakan tepat pada waktu  dhuha, yaitu saat matahari naik ke atas setinggi sekitar satu tombak  atau jika dalam waktu normal biasanya sekitar jam 07.30 WIB. Setelah  selesai shalat ‘Idul Fitri, orang yang lebih muda berkunjung ke rumahnya  orang yang dianggap lebih tua dari dirinya, baik dari segi umur ataupun  kedudukannya di masyarakat. Dalam proses berkunjung itu, orang yang  lebih muda menyatakan permohonan maafnya baik yang disengaja maupun yang  tidak seraya bersimpuh dan berjabatan tangan kepada yang lebih tua.  Untuk kemudian orang yang dianggap lebih tua dengan kebesaran hatinya  mengabulkan permohonan maaf itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="id"&gt;&lt;strong&gt; Sungkem terurut dari yang dituakan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sungkem dilakukan secara terurut dari yang dituakan. Misal dalam  keluarga besar ada Kakek, Nenek, Budhe, Om, Anak Budhe, Anak Om; maka  urutan sungkeman adalah&lt;br /&gt;- Budhe sungkem ke kakek, lalu ke nenek&lt;br /&gt;- Om sungkem ke ke kakek, lalu ke nenek, lalu ke budhe.&lt;br /&gt;- Anak budhe sungkem ke kakek, lalu ke nenek, lalu ke budhe, lalu ke om.&lt;br /&gt;- dan terus mengular hingga semua anggota keluarga besar sudah  sungkeman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="id"&gt;&lt;strong&gt;Prosedur saat sungkeman.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sungkem dilakukan dengan menundukkan kepala ke lutut kerabat yang  dituakan. Berikut contoh isi kalimat yang diucapkan saat sungkeman:&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “Ngaturaken sugeng riyadi, nyuwun pangapunten sadaya kalepatan  kula, nyuwun pangestunipun”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;yang artinya&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “Mengucapkan selamat hari raya, mohon maaf atas segala kesalahan  saya, dan minta doa restunya”&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Biasanya, kalimat tersebut akan dijawab dengan permohonan maaf kembali  dan disambung dengan do’a dari kerabat yang dituakan dan diamini oleh  yang sungkem. Dan semuanya tentu tidak luput dari penggunaan tingkat  dalam bahasa jawa sesuai tingkat usianya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="id"&gt;&lt;strong&gt;Pembagian Angpau (opsional)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Angpau biasa disebut juga sebagai “salam tempel”. Biasanya pembagian  angpau dilakukan setelah selesai acara sungkeman. Angpau diberikan dari  orang yang telah bekerja ke orang yang belum bekerja. Jadi, meskipun  sudah usia bekerja akan tetapi belum bekerja, ia boleh menerima angpau.  Begitu juga sebaliknya, meskipun masih muda dan sudah bekerja, ia tidak  lagi menerima angpau, dan dianjurkan memberikan angpau ke yang belum  bekerja atau kerabat yang masih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemudian, barulah halal bihalal dilanjutkan ke  tetangga. Setelah sungkeman selesai, semua keluarga kembali bergabung  dan menikmati sajian lebaran yang telah dipersiapkan sebelumnya sembari  bercengkerama. Dan tawa ceria yang membahana kembali mengisi ruangan  keluarga. Tampak menyenangkan ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Melalui tradisi sungkeman ini pula, kita dapat mengetahui bahwa  masyarakat Jawa masih memiliki kebutuhan untuk hidup bermasyarakat.  Selain itu, tradisi ini juga menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan  meredam egoisitas yang bersifat individualis dan cenderung primitif.  Mereka memiliki pandangan dan keyakinan bahwa dengan ketulusan meminta  maaf dan memaafkan orang lain maka jiwa akan kembali suci seperti bayi  yang baru lahir dengan tidak membawa dosa. Sekiranya, tradisi mulia ini  akan terus langgeng dan lestari agar tercipta masyarakat yang rukun dan  damai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;......amiiiinnn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;Dari &lt;a href="http://dejogja.com/"&gt;blog&lt;/a&gt; yang saya baca ada riwayat seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perayaan hari ‘Idul Fitri pertama kali dilakukan oleh para sahabat  Anshor setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Pada saat di Madinah  itu Nabi Muhammad SAW menyaksikan para sahabat Anshor merayakan dua  hari raya besar di Islam, yaitu hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha.  Dua hari raya itu oleh orang Arab disebut Hari Nairuz dan Hari Mihrajan.  Hal ini sebagaimana terekam dalam hadits Nabi SAW&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rasul bertanya:  “Apa sih dua hari raya itu?” Para sahabat menjawab: “Sejak zaman  Jahiliyah, kami bersenang-senang di hari itu.” Rasul kemudian bersabda:  “Allah SWT telah mengganti kedua hari itu untuk kalian dengan yang lebih  baik, yaitu ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ditetapkannya hari dua  hari raya tersebut secara Islam menunjukkan bahwa Islam tidak begitu  saja membasmi tradisi yang telah ada di dalam suatu masyarakat,  melainkan memperbaiki dan menyesuaikannya dengan ajaran Islam itu  sendiri, yang sekiranya bertentangan dihapus dan yang tidak dibiarkan  saja, bahkan ditetapkan sebagai bagian dari ajaran Islam, seperti haji,  puasa, jual beli, dan sewa menyewa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Nabi Muhammad SAW telah  mengajarkan kepada kita mengenai hari raya itu melalui sabdanya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Seriuslah  kalian pada hari raya ‘Idul Fitri untuk bersedekah dan melakukan  perbuatan yang baik, seperti shalat, membayar zakat (fitrah), bertasbih,  dan tahlil karena hari itu Allah SWT mengampuni dosa-dosa kalian, dan  memandang kalian dengan pandangan penuh rahmat dan kasih sayang.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani menegaskan bahwa hari raya ‘Idul Fitri  adalah hari pelebur dosa. Oleh karena itu, hal yang tidak kalah penting  dilakukan adalah tazawur (saling berkunjung). keutamaan tazawur itu  sendiri bukan hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah saja, namun juga banyak  yang lainnya. diantara keutamaannya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;1. Bisa saling menebar  salam (ifsa’ as-salam), yakni menyebarkan doa keselamatan serta  menanamkan benih-benih hidup rukun. Dalam hal ini Nabi SAW bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tidakkah  kalian ingin aku tunjukkan suatu perbuatan yang jika kalian lakukan  akan tercipta saling sayang menyayangi? Sebarkanlah salam diantara  kalian ”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;2. Bisa saling berjabat tangan (mushafahah). Dalam sebuah  hadits terdapat riwayat dari al-Barra’ ibn ‘Azib bahwa Nabi SAW pernah  bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Setiap dua orang muslim bertemu dan lalu berjabat tangan,  maka dosa mereka diampuni oleh Allah SWT sebelum keduanya berpisah”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;3. Bisa saling berkunjung (tazawur). Saling berkunjung bertemu wajah  dengan berseri-seri (thalaqat al-wajh). Abu Dzar Al-Ghifary meriwayatkan  hadits Nabi SAW mengenai hal ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rasulullah SAW bersabda kepadaku:  “Sekali-kali jangan kau anggap sepele sebuah kebaikan walau hanya air  muka yang cerah saat berjumpa dengan saudaramu”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sayyidina Ali bin Abi  Thalib pernah mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Rasa cinta (mahabbah) itu ibarat pohon,  sedang akarnya adalah ziyarah (berkunjung)”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=442281540751&amp;amp;h=ba2601467a8db216656d62e76458b92a&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.tourdejava-manazati.blogspot.com" target="_blank" title="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;__manazati__&lt;/a&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.google.com"&gt;mbah Google&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;http://dejogja.com&lt;br /&gt;http://home.bhindz.net&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-6359083009378281457?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/6359083009378281457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=6359083009378281457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/6359083009378281457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/6359083009378281457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/07/sungkeman-dalam-tradisi-jawa.html' title='Sungkeman dalam Tradisi Jawa'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TDsp-Y85uxI/AAAAAAAAAOk/OylC_sZKPtQ/s72-c/SBY_sungkem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-458355015182106797</id><published>2010-07-08T02:20:00.007+07:00</published><updated>2010-07-08T07:07:34.739+07:00</updated><title type='text'>Kamasutra ala Bangsawan Jawa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TDTaljvA3aI/AAAAAAAAAOc/bBSiDyGoLio/s1600/Classic_03.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TDTaljvA3aI/AAAAAAAAAOc/bBSiDyGoLio/s320/Classic_03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491254184453922210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Manfaat kebahagiaan seksual tidak hilang ditelan zaman, dan  kekuatan-kekuatannya dikenal baik untuk meningkatkan kesehatan,  konsentrasi, dan ketenangan pikiran. Sebelum melakukan hubungan intim ,  para leluhur menganjurkan &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: verdana;"&gt;&lt;strong&gt;agar saat terjadi persetubuhan  nanti, bila tercipta "benih" menjadi anak yang mulia sifatnya.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  Adapun laku yang diterapkan berpikiran jernih seraya menatap mata kiri  istrinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mantra yang dibaca: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;"Banyu suci 7 prakoro,sadurunge tumetes,manggon  aneng dhangkeling rikmaningsun,nuli ingsun tetesake saka pucuking  braia,manggon ana cupu kang ana tengah dadi rasa mulya,tumiba dadi  manungsu kang mulyo"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (Sang Indrajati,Kitab Wedha Mantra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Adapun  teknik posisi senggama klasik adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;1. Tawon Ngisep Madu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Posisi paling  klasik dan konvensional karena paling sering dilakukan pasangan. Lelaki  berada di atas dengan wanita di bawah, tidur terlentang kaki terbuka.  Secara psikologis dianggap sebagai posisi terbaik.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Keuntungan posisi  ini dipercaya bila tercipta benih nantinya akan lahir bayi yang menjadi  anak cerdas, berbudi pekerti tinggi,  penuh kasih sayang.   Namun posisi  ini punya kelemahan, lelaki akan cepat mencapai orgasme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;2. Podhang Ngisep Sekar&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Artinya  burung kepodhang sedang menghisap bunga. Posisi ini pria berada di atas,  wanita di bawah dengan pantat diganjal bantal kecil. Saat terjadi  penetrasi, wanita mengangkat kedua kakinya dan membelitkannya di  pinggang lelaki. Gosokan "Mr P perlahan dan semakin dipercepat.  Keuntungannya akan cepat menghasilkan kehamilan karena penetrasi lebih  dalam dan sangat disukai wanita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;3.   Tancep Kayun&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wanita duduk di tepi ranjang dan membuka kedua  kakinya. Dan pria berdiri agak jongkok dengan "Mr P" yang siap terhunus.  Dan wanita membimbing "Mr. P" memasuki "Mrs. V".&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setelah penitrasi,  wanita menggerak-gerakan kakinya seraya kedua tangannya bertumpu pada  ranjang. Sensasi kenikmatan yang luar biasa akan didapat oleh keduanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;4. Taksaka Gagulingan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dapat  diartikan seekor ular yang sedang bergulung. Lelaki berbaring dengan "Mr  P" tegak. Wanita berperan aktif. Pria yang pasif dapat memberi tambahan  kenikmatan dengan mempermainkan payudara istri. Gerakan wanita dalam  posisi ini seperti ular yang sedang bergulingan atau menggelepar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;5. Prenjak Miber&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Artinya burung  Prenjak yang sedang terbang. Untuk gaya ini dibutuhkan kursi tak  berlengan dan cermin.  Kegunaan cermin untuk menambah gairah saat  keduanya sedang terbang dalam kenikmatan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Posisi duduk di atas kursi,  lalu wanita duduk di pangkuan pria saling berhadap-hadapan. Setelah "Mr  P" masuk, wanita memeluk erat-erat tubuh pasangannya. Saling berciuman.  Posisi ini merupakan posisi terbaik bagi wanita untuk mendapatkan  orgasme sebab penusukan ke vagina lebih dalam. Keuntungan psikologis  mengandung ajaran bahwa lelaki akan senantiasa memangku (melindungi)  istrinya dengan kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;6. Kijang  Miring&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Artinya batu penutup nisan yang menyatu dengan makan  dalam posisi miring. Posisi ini sangat baik bagi yang sedang sakit  pinggang, dan biasa digunakan bila istri minta tambahan ronde ke 2, tapi  pria sudah kelelahan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Caranya kedua pasangan telentang dengan posisi  tubuh miring dan wanita menunggangi pria. Lalu wanita  mengangkat  kakinya dan menumpangkan kakinya di atas kaki pasangannya. Dari belakang  sang lelaki bebas menjalankan perannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;7. Ciak Wingking&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Orang bule memberi  nama rearentryposition, yakni sang lelaki menumpang di atas punggung  wanita yang tengkurap. Dalam khazanah Jawa, Posisi ini dianggap dapat  memberikan gairah yang ternikmat dibandingkan posisi seksual manapun.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wanita  tidur tengkurap dengan kaki terbuka. Pria kemudian menumpang pada  punggung wanita dan kedua tangan memegang pinggang, wanita secara  perlahan memasukan "Mr  P" setelah sang wanita mengangkat pantatnya agar  masuknya penis dapat lancar.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelemahan posisi ini, wanita sulit  orgasme karena minimnya gesekan pada klitorisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;8. Sutra Ginubet&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Artinya kain sutra  yang dibelitkan. Ini merupakan posisi seksual yang sangat menggairahkan  untuk dilakukan, wanita memposisikan dirinya laksana bersujud dengan  menumpukan berat tubuhnya pada kedua lututnya dan kedua tangan atau  siku, sedang lelaki berjongkok dibelakang wanita. Maka jika dirasakan  siap, "Mr P" langsung ditusukan perlahan-lahan tertuju pada "Mrs V".  Wanita sulit mencapai orgasme, tapi pria sebaliknya namun hikmah  psikologisnya mencerminkan wanita berbakti pada lelakinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;9. Kodok Ngemuli Lenge&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Gaya ini  mengadaptasi hewan katak yang berhubungan kelamin. Meski posisinya unik,  sensasi rasa yang didapatkan oleh keduanya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk memainkan jurus  ini, wanita berlutut dan meringkuk. Adapun pria berlutut di belakang dan  memeluk tubuh pasangannya laksana digendong oleh pasangannya. Lalu  wanita membuka kedua kakinya hingga terbuka lebar. Pria dapat segera  menusukkan "Mr P" hingga mencapai batas maksimal. Kelebihan posisi ini  penetrasi dapat maksimal lebih dalam sehingga kenikmatan terasa sekali.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wanita  akan lebih merasakan senjata suaminya lebih besar. Sedangkan pria  merasakan sensasi kenikmatan luar biasa karena jepitan istrinya sangat  kuat. Kelemahannya bagi yang cepat keluar semakin cepat saja keluar  spermanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=442281540751&amp;amp;h=ba2601467a8db216656d62e76458b92a&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.tourdejava-manazati.blogspot.com" target="_blank" title="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;__manazati__&lt;/a&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;-  www.google.com&lt;br /&gt;-  http://primbonsex.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-458355015182106797?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/458355015182106797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=458355015182106797' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/458355015182106797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/458355015182106797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/07/kamasutra-ala-bangsawan-jawa.html' title='Kamasutra ala Bangsawan Jawa'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TDTaljvA3aI/AAAAAAAAAOc/bBSiDyGoLio/s72-c/Classic_03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-8548784770321078967</id><published>2010-07-08T01:46:00.005+07:00</published><updated>2010-07-08T02:19:14.146+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><title type='text'>Versi Jawa: Asal usul nama Singapura</title><content type='html'>S&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;aya cukup geli sewaktu kemaren maen ke &lt;a href="www.google.com"&gt;mbah Google&lt;/a&gt; dan ketemu dengan salah satu &lt;a href="http://ziarah76.blogspot.com/"&gt;cantrik-nya&lt;/a&gt;. Dia ngobrol dengan bahasa khasnya yang 'blekuthuk-blekuthuk'. Saya sempat merekam dan mencoba menuliskannya disini.... ;p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TDTNfOSEfeI/AAAAAAAAAOU/4-7l89FFf2A/s1600/singapura.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 299px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TDTNfOSEfeI/AAAAAAAAAOU/4-7l89FFf2A/s320/singapura.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491239781965004258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Bak&lt;/strong&gt; kata ramai orang 'sejarah ditulis oleh mereka yang  menang'. Maksudnya, mereka yang memerintah atau memegang tampuk kuasa  boleh menulis sejarah mengikut kesesuaian dan kepentingan sendiri waima  kemungkinan ia tak berapa tepat. Baru-baru ini, berpeluang bertemu dgn  seorang kenalan yang merupakan seorang guru besar sebuah sekolah.  Disebabkan, kementerian pelajaran sedang upgrade guru2 di negara ini,  maka mereka yang belum ada ijazah diminta mengambil ijazah dan kawan ni  yg berusia 40-an itu tak terkecuali dlm menunaikan hasrat murni kerajaan  itu. Lagipun, banyak elaun boleh dapat beb!. Justeru dia dlm proses  menyudahkan kajiannya, antara yg dikaji ialah mengenai asal usul nama  Singapura. Ini kerana, kajiannya mendapati nama Singapura yang dikenali  dikatakan diambil drpd asal dari 'kota singa' tak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umum  mengetahui, dlm sejarah negara tu dikatakan asal usul nama itu dari  bahasa sanskrit iaitu 'Singa' bererti haiwan singa manakala 'pura'  bererti kota. Seperti juga yang dinyatakan dalam &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Singapore"&gt; Wikipedia. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian  cikgu ni mendapati ia tak konsisten dgn asal usul nama 'temasek' yang  berasal dari &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/kamus-bahasa-jawa.html"&gt;bahasa&lt;/a&gt; &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/jawa-pulau-padi.html"&gt;Jawa&lt;/a&gt; iaitu tumasek yang bererti 'kota laut' (sea  town), iaitu kota penting dalam perdagangan laut tetapi jatuh  kegemilangannya pada kurun ke-14. Nama asal usul tumasek ini dari &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/kamus-bahasa-jawa.html"&gt;bahasa  Jawa&lt;/a&gt; dipersetujui umum termasuk Singapura sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kedua  ialah, bagaimana boleh dikatakan Kota Singa sedangkan pakar sejarah  bersetuju bahawa tiada haiwan singa pernah ada di pulau itu. Kemungkinan  harimau ada, itu pun harimau dari tanah Melayu. Jadi kenapa boleh  tiba-tiba kota singa?&lt;br /&gt;Jadi disebabkan, tumasek adalah dari &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/kamus-bahasa-jawa.html"&gt;bahasa  Jawa&lt;/a&gt;, kajian cikgu tu juga cuba mengaitkan asal nama singapura adalah  dari &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/kamus-bahasa-jawa.html"&gt;bahasa Jawa&lt;/a&gt;. Maka, ia adalah sesuatu yang konsisten, teli atau  sejajar kerana pada zaman tu, &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/kamus-bahasa-jawa.html"&gt;bahasa Jawa&lt;/a&gt; boleh dianggap dominan di  kawasan tertentu di rantau ini. Kajian akhirnya mendapati ia ada  kebenarannya, iaitu dalam &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/kamus-bahasa-jawa.html"&gt;bahasa Jawa&lt;/a&gt;, Singapura adalah pecahan drpd dua  perkataan yang bertepatan dgn peristiwa zaman itu.&lt;br /&gt;Singapura adalah  daripada 'Sing' atau 'seng' bererti 'si' atau 'yang' dan 'ngapuro' yang  bermakna 'maaf' dan jika dicantumkan kedua-duanya bermaksud Sing  ngapuro bererti 'Yang memaafkan'.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;Gua tanya: "Betul ke  cikgu? Jangan main2, nanti kena saman kang, Singapura banyak duit, apa  cerita sebenarnyer?."&lt;/blockquote&gt;Cikgu M bagitau, sebenarnya ia adalah  rentetan kisah Parameswara yang berasal dari Palembang, sebuah daerah  jajahan Srivijaya sekitar kurun ke-14. Dalam empire Srivijaya guna  bahasa Sanskrit, tapi pada penghujung empirenya Srivijaya makin lemah  dan muncul kuasa baru iaitu Majapahit yang berpusat di pulau Jawa dengan  bahasanya of course, Jawa.&lt;br /&gt;Dipendekkan cerita, masa waktu hujung2  kejatuhan srivijaya, Majapahit menyerang Palembang. Parameswara lawan  tentera Majapahit tapi kalah lalu lari ke Temasik. Temasik diperintah  oleh Temagi iaitu orang melayu Pattani yang dilantik oleh kerajaan Siam  menjadi gabenor di Temasik. Temagi beri perlindungan kepada Parameswara,  sebab waktu tu empayar Siam dan Majapahit adalah musuh ketat. Jadi  Parameswara adalah musuh Majapahit, maka Temagi (Siam) menganggap  Parameswara kawannya yg perlu dilindungi.  Mahapahit memang nak takluk  Temasik, tapi tak boleh dan anggap Siam sebagai ancaman.&lt;br /&gt;Tapi apa  yang berlaku seperti kita semua tahu, Parameswara bunuh Temagi lalu  melantik diri sendiri sebagai pemerintah Temasek. Apabila ini berlaku  Majapahit menjadi kagum/suka kepada Parameswara yang membunuh Temagi -  musuh Majapahit, dan disebabkan itu, Majapahit 'memaafkan' Parameswara  atas persengketaan kedua-dua pihak sebelum ini. Parameswara menganggap  temasek adalah punca tempat 'yang mendapat kemaafan'. Dia memerintah  Temasek lebih kurang 5 tahun tetapi lari lagi bila diserang tentera Siam  di Temasek. Parameswara lari ke Muar, Sungai Ujong dan akhirnya ke  Melaka.&lt;br /&gt;Dalam kajian cikgu tu, katanya, terdapat bukti dalam buku  sejarah lama, bahawa (ketika lari dari temasek) bila parameswara tiba di  lokasi-lokasi tadi, orang tempatan akan bertanya datang dari mana?. Dan  Parameswara menjawab 'Saya datang dari 'Seng ngapuro' (iaitu bererti  yang memaafkan). Parameswara merujuk Sengapuro itu ialah Temasek. Sejak  itu, Temasek mendapat nama barunya Singapuro yg dipopularkan  Parameswara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam teori bahasa Jawa itu, erti dua nama itu  adalah konsisten, sejajar dgn konteks zaman itu, manakala teori  mengatakan kota singa tidak logik kerana tiada singa pun di situ. Pakar  sejarah tidak pernah haiwan singa atau seni kraf berbentuk singa dibawa  ke temasek. Maka teori kota singa tak logik. Dari segi bahasa juga  sebenarnya sebutan singa adalah lebih kepada bahasa melayu kerana dalam  sanskrit singa disebut 'si ha', tetapi 'pura' memang terdapat dlm bahasa  Sanskrit bererti kota. Jadi bagaimana satu perkataan digabungkan atas  dua bahasa berbeza untuk membentuk Singapura? Ini lagi satu tak logik  dan tak konsisten yang cuba dibuktikan oleh cikgu tu.&lt;br /&gt;Yang logik  ialah satu perkataan daripada dua kata dari bahasa yang sama. Seperti  Sing ngapura iaitu kedua-duanya dari &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/kamus-bahasa-jawa.html"&gt;bahasa Jawa&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;Gua  pertikaikan: "Tapi takkan Parameswara tak mau guna sanskrit sebab dia  asal dari Palembang di bawah jajahan Srivijaya?"&lt;br /&gt;Cikgu tu kata, dalil  hasil dapatannya ialah: "Empire Srivijaya (guna bahasa Sanskit) alami  kejatuhan, empire Majapahit (guna bahasa Jawa) pula menjadi kuat.  Kekuatan sesuatu empire membawa sekali bahasanya. (Macam sekarang semua  org kena blaja English sebab super power dunia sekarang berbahasa  English). Bila Parameswara dah perintah Temasek (lepas bunuh temagi),  bahasa yang dominan ialah Jawa kerana empire Majapahit kuat manakala  bahasa sanskrit makin pudar penggunaannya sebab empire srivijaya makin  lemah. Jadi tak hairan bila, Parameswara merujuk temasek sebagai sing  ngapuro kerana 1) bahasa itu makin meluas digunakan waktu itu, 2)  hubungan Parameswara dan Majapahit dah baik/pulih.    Gua tanya balik:  "Betul ke?, habis tu dah boleh ke dibuktikan kesahihan cerita cikgu ni?"&lt;br /&gt;Cikgu M kata: "Tentu boleh, tapi sekarang belum siap sepenuhnya,  ada sikit lagi nak setel kan."&lt;br /&gt;Gua tanya: "Pernah ke orang kaji bab  ni?&lt;br /&gt;Cikgu kata: "Rasenye takde lagi."&lt;br /&gt;Soalan tambahan: "Habis tu  camner pulak nasib singa-singa kat zoo singapura?&lt;br /&gt;Jawapan diberi dgn  sedikit benggang: "Woiit, apa kene mengena? tu waktu sekarang la, nih  cerita zaman dulu la."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;-TAMAT. Betul ke tidak,  Wallahualam. Kita tunggu je la kajian cikgu tu siap, kalau betul, dia  boleh jadi glamor dan dapat duit banyak, tapi kalau tak betul  silap-silap boleh kena saman dgn Singapura. &lt;strong&gt;Tapi apa pendapat  saudara saudari sekelian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:85%;" &gt;Sumber:&lt;br /&gt;- www.google.com&lt;br /&gt;- http://ziarah76.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-8548784770321078967?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/8548784770321078967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=8548784770321078967' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/8548784770321078967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/8548784770321078967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/07/versi-jawa-asal-usul-nama-singapura.html' title='Versi Jawa: Asal usul nama Singapura'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TDTNfOSEfeI/AAAAAAAAAOU/4-7l89FFf2A/s72-c/singapura.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-8944507512059666905</id><published>2010-06-21T21:27:00.003+07:00</published><updated>2010-06-21T21:54:51.166+07:00</updated><title type='text'>Jawa -  Uleman (Undangan)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TB95pNF5g_I/AAAAAAAAAN0/4gW8EbpkO5s/s1600/Und_BLOG.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TB95pNF5g_I/AAAAAAAAAN0/4gW8EbpkO5s/s400/Und_BLOG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485236619956552690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Wis dadi jodhone,&lt;br /&gt;wis dadi ginaris keturunane&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;antarane Awakmu karo calon Bojomu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Aku wis mangestoni, podho sing rukun nek omah-omah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;'...amin.&lt;/span&gt;..'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Nyuwun Pangestu lan Pandongone...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Para Kadang, rencang, batir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; - Matur Sembah Suwun -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-8944507512059666905?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/8944507512059666905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=8944507512059666905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/8944507512059666905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/8944507512059666905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/06/jawa-uleman-undangan.html' title='Jawa -  Uleman (Undangan)'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TB95pNF5g_I/AAAAAAAAAN0/4gW8EbpkO5s/s72-c/Und_BLOG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-7828045603663349152</id><published>2010-06-19T02:30:00.006+07:00</published><updated>2010-06-19T03:01:24.494+07:00</updated><title type='text'>Jawa - Adat Pernikahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TBvNrybR2lI/AAAAAAAAANs/fOIH2W7Aa1Y/s1600/000_3752.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 242px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TBvNrybR2lI/AAAAAAAAANs/fOIH2W7Aa1Y/s320/000_3752.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484203123407968850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perkawinan adat Jawa  melambangkan pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dan pengantin  pria yang gagah dalam suatu suasana yang khusus sehingga pengantin pria  dan pengantin wanita seperti menjadi raja dan ratu sehari. Perkawinan adat sangat bermacam-macam. Sekarang yang akan kita bahas di  sini adalah &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html"&gt;perkawinan&lt;/a&gt; dengan adat Jawa. Biasanya  perkawinan ini diadakan di rumah orang tua pengantin wanita, orang tua  dari pengantin wanita lah yang menyelenggarakan upacara pernikahan ini.  Pihak pengantin laki-laki membantu agar upacara pernikahan ini bisa  berlangsung dengan baik. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Adapun berbagai, macam acara serta upacara yang  harus dilakukan menurut &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html"&gt;perkawinan&lt;/a&gt; adat Jawa adalah:&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamaran&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Jika keduanya sudah merasa cocok, maka orangtua pengantin laki-laki  mengirim utusan ke orangtua pengantin perempuan untuk melamar puteri  mereka. Orangtua dari kedua pengantin telah menyetujui lamaran  perkawinan. Biasanya orangtua perempuan yang akan mengurus dan  mempersiapkan pesta perkawinan. Mereka yang memilih perangkat dan bentuk  pernikahan. Setiap model pernikahan itu berbeda dandanan dan pakaian  untuk pengantin laki-laki dan pengantin perempuan. Kedua mempelai harus  mengikuti segala rencana dan susunan pesta pernikahan, seperti  Peningsetan, Siraman, Midodareni, Panggih.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Perkawinan&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Segala persiapan tentu harus dilakukan. Dalam &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html"&gt;pernikahan jawa&lt;/a&gt; yang  paling dominan mengatur jalannya upacara pernikahan adalah Pemaes yaitu  dukun pengantin wanita yang menjadi pemimpin dari acara pernikahan, Dia  mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin  perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Karena upacara  pernikahan adalah pertunjukan yang besar, maka selain Pemaes yang  memimpin acara pernikahan, dibentuk pula Panitia kecil terdiri dari  teman dekat, keluarga dari kedua mempelai.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan dekorasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah  orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), Yang terdiri  dari pohon pisang, buah pisang, tebu, buah kelapa dan daun beringin yang  memiliki arti agar Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia  dimana saja. Pasangan pengantin saling cinta satu sama lain dan akan  merawat keluarga mereka. Dekorasi yang lain yang disiapkan adalah  kembang mayang, yaitu suatu karangan bunga yang terdiri dari sebatang  pohon pisang dan daun pohon kelapa.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siraman&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. Pesta  Siraman ini biasanya diadakan di siang hari, sehari sebelum acara  pernikahan. Siraman diadakan di rumah orangtua pengantin masing-masing.  Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di taman. Biasanya orang  yang melakukan Siraman yaitu orangtua dan keluarga dekat atau orang yang  dituakan.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara Midodareni&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore  sampai tengah malam dan ditemani oleh keluarga atau kerabat dekat  perempuannya. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. Keluarga  dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung, dan  semuanya harus wanita.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Srah Srahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Kedua keluarga menyetujui pernikahan. Mereka akan menjadi besan.  Keluarga dari pengantin laki-laki berkunjung ke keluarga dari pengantin  perempuan sambil membawa hadiah. Dalam kesempatan ini, kedua keluarga  beramah tamah.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara Ijab Kabul&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Orang Jawa biasanya bicara lahir, menikah dan meninggal adalah takdir  Tuhan. Upacara Ijab merupakan syarat yang paling penting dalam  mengesahkan pernikahan. Pelaksanaan dari Ijab sesuai dengan agama dari  pasangan pengantin. Pada saat ijab orang tua pengantin perempuan  menikahkan anaknya kepada pengantin pria. Dan pengantin pria menerima  nikahnya pengantin wanita yang disertai dengan penyerahan mas kawin bagi  pengantin wanita. Pada saat ijab ini akan disaksikan oleh Penghulu atau  pejabat pemerintah yang akan mencatat pernikahan mereka.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara panggih&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dengan pengantin laki-laki  yang tampan di depan rumah yang di hias dengan tanaman Tarub. Pengantin  laki-laki di antar oleh keluarganya, tiba di rumah dari orangtua  pengantin wanita dan berhenti di depan pintu gerbang. Pengantin wanita,  di antar oleh dua wanita yang dituakan, berjalan keluar dari kamar  pengantin. Orangtuanya dan keluarga dekat berjalan di belakangnya.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara balangan suruh&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Pengantin wanita bertemu dengan pengantin laki-laki. Mereka mendekati  satu sama lain, jaraknya sekitar tiga meter. Mereka mulai melempar  sebundel daun betel dengan jeruk di dalamnya bersama dengan benang  putih. Mereka melakukannya dengan keinginan besar dan kebahagian, semua  orang tersenyum bahagia. Menurut kepercayaan kuno, daun betel mempunyai  kekuatan untuk menolak dari gangguan buruk. Dengan melempar daun betel  satu sama lain, itu akan mencoba bahwa mereka benar-benar orang yang  sejati, bukan setan atau orang lain yang menganggap dirinya sebagai  pengantin laki-laki atau perempuan.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara wiji dadi&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Pengantin laki-laki menginjak telur dengan kaki kanannya. Pengantin  perempuan mencuci kaki pengantin laki-laki dengan menggunakan air  dicampur dengan bermacam-macam bunga. Itu mengartikan, bahwa pengantin  laki-laki siap untuk menjadi ayah serta suami yang bertangung jawab dan  pengantin perempuan akan melayani setia suaminya.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukar cincin&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Pertukaran cincin pengantin simbol dari tanda cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;Upacara dahar kembul&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Pasangan pengantin makan bersama dan menyuapi satu sama lain. Pertama,  pengantin laki-laki membuat tiga bulatan kecil dari nasi dengan tangan  kanannya dan di berinya ke pengantin wanita. Setelah pengantin wanita  memakannya, dia melakukan sama untuk suaminya. Setelah mereka selesai,  mereka minum teh manis. Upacara itu melukiskan bahwa pasangan akan  menggunakan dan menikmati hidup bahagia satu sama lain.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;Upacara sungkeman&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Kedua mempelai bersujut kepada kedua orangtua untuk mohon doa restu dari  orangtua mereka masing-masing. Pertama ke orangtua pengantin wanita,  kemudian ke orangtua pengantin laki-laki. Selama Sungkeman sedang  berlangsung, Pemaes mengambil keris dari pengantin laki-laki. Setelah  Sungkeman, pengantin laki-laki memakai kembali kerisnya.&lt;/span&gt;    &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta pernikahan&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah upacara pernikahan selesai, selanjutnya diakhiri dengan pesta  pernikahan. Menerima ucapan selamat dari para tamu dan undangan. Mungkin  ini bagian dari kebahagiaan ke dua mempelai dengan para tamu, keluarga  serta para undangan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;   &lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu....terserah Anda ;p&lt;/b&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;tiiiiiittt................&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;...ttiiiitttt.............&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;...ttiiiittttt&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;zzzzzzzzzzzzzz...........z&lt;/span&gt;&lt;wbr  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;zzzz........zzzzz.....zzzz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;......selanjutnya??? &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=442281540751&amp;amp;h=3fa1feee901e33610c4fc599adf42899&amp;amp;url=http%3A%2F%2Ftourdejava-manazati.blogspot.com%2F2010%2F05%2Fjavanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html" target="_blank" title="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html"&gt;KLIK  DISINI&lt;/a&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=442281540751&amp;amp;h=ba2601467a8db216656d62e76458b92a&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.tourdejava-manazati.blogspot.com" target="_blank" title="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;__manazati__&lt;/a&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=31031718&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=442281540751&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=442281540751&amp;amp;id=1053204274"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs034.snc4/34078_1400855335413_1053204274_31031718_2367607_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;mbah GOOGLE&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.resep.web.id/" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.resep.web.id/&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-7828045603663349152?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/7828045603663349152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=7828045603663349152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/7828045603663349152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/7828045603663349152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/06/jawa-adat-pernikahan.html' title='Jawa - Adat Pernikahan'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TBvNrybR2lI/AAAAAAAAANs/fOIH2W7Aa1Y/s72-c/000_3752.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-3615488596182971920</id><published>2010-06-02T21:38:00.005+07:00</published><updated>2010-06-02T22:21:55.788+07:00</updated><title type='text'>Review Atlantis - Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TAZxToN2wDI/AAAAAAAAANU/dEg3NQwEcW8/s1600/Benua+Atlantis+01.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TAZxToN2wDI/AAAAAAAAANU/dEg3NQwEcW8/s320/Benua+Atlantis+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478190578769772594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seorang Brasil Profesor Arysio Nunes dos Santos dalam bukunya  berjudul “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization  of Plato’s Lost Civilization” yang menyatakan bahwa Atlantis adalah  Indonesia, masih banyak komentar (bahkan yakin) bahwa benua Atlantis adalah  Indonesia, tepatnya Sundaland (paparan Sunda). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Di bawah ini saya kutipkan 24 syarat Atlantis (di mana saja di  seluruh dunia) hasil kesepakatan para peneliti Atlantis dari 15 negara yang berkumpul  di Pulau Milos, Yunani, dari 11 hingga 13 Juli 2005. Mereka bertukar pikiran  mengenai keberadaan Benua Atlantis.&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;Selama konferensi dengan judul “Hipotesis Atlantis – Mencari Benua  yang Hilang”, para spesialis dalam bidang arkeologi, geologi, volkanologi dan ilmu-ilmu lain memperesentasikan pandangannya tentang keberadaan  Atlantis, waktu menghilangnya, penyebabnya, dan kebudayaannya. &lt;/p&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; Para ilmuwan menduga bahwa bencana yang  dimaksud adalah Tsunami dan gempa bumi akibat meletus'nya gunung berapi.  Seorang  Brasil Profesor Arysio Nunes dos Santos dalam bukunya berjudul  “Atlantis, The  Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s  Lost  Civilization” yang menyatakan bahwa Atlantis adalah Indonesia. apakah  dengan  pendapat dari proffesor brasil itu Keberadaan Atlantis Terkuak di  Indonesia  ???? &lt;/p&gt;&lt;p face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;   Ada 24 syarat Atlantis (di mana saja di  seluruh dunia) hasil kesepakatan para peneliti Atlantis dari 15 negara  yang  berkumpul di Pulau Milos, Yunani, dari 11 hingga 13 Juli 2005. Mereka  bertukar  pikiran mengenai keberadaan Benua Atlantis, peserta konferensi akhirnya  setuju  pada 24 kriteria yang secara geografis harus memenuhi persyaratan  keberadaan  lokasi Atlantis, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;1. Metropolis Atlantis harus terletak di  suatu tempat  yang tanahnya pernah ada atau sebagian masih ada.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;2. Metropolis  Atlantis  harus mempunyai morfologi yang jelas berupa selang-seling daratan dan  perairan  yang berbentuk cincin memusat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;3. Atlantis harus berada di luar  Pilar-pilar  Hercules.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;4. Metropolis Atlantis lebih besar dari Libya dan  Anatolia, dan  Timur Tengah dan Sinai (gabungan).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;5. Atlantis harus pernah dihuni  oleh  masyarakat maju/beradab/cerdas (literate population) dengan ketrampilan  dalam  bidang metalurgi dan navigasi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;6. Metropolis Atlantis harus secara  rutin  dapat dicapai melalui laut dari Athena.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;7. Pada waktu itu,  Atlantis harus  berada dalam situasi perang dengan Athena.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;8. Metropolis Atlantis  harus  mengalami penderitaan dan kehancuran fisik parah yang tidak terperikan  (unprecedented proportions).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;9. Metropolis Atlantis harus  tenggelam  seluruhnya atau sebagian di bawah air.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;10. Waktu kehancuran  Metropolis  Atlantis adalah 9000 tahun Mesir, sebelum abad ke-6 SM.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;11. Bagian  dari  Atlantis berada sejauh 50 stadia (7,5 km) dari kota.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;12. Atlantis  padat  penduduk yang cukup untuk mendukung suatu pasukan besar (10.000 kereta  perang,  1.200 kapal, 1.200.000 pasukan)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;13. Ciri agama penduduk Atlantis  adalah  mengurbankan banteng-banteng.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;14. Kehancuran Atlantis dibarengi  oleh adanya  gempa bumi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;15. Setelah kehancuran Atlantis, jalur pelayaran  tertutup.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;16.  Gajah-gajah hidup di Atlantis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;17. Tidak mungkin terjadi  proses-proses selain  proses-proses fisik atau geologis yang menyebabkan kehancuran Atlantis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;18.   Banyak mata air panas dan dingin, dengan kandungan endapan mineral,  terdapat di  Atlantis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;19. Atlantis terletak di dataran pantai berukuran 2000 X  3000  stadia, dikelilingi oleh pegunungan yang langsung berbatasan dengan  laut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;20.  Atlantis menguasai negara-negara lain pada zamannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;21. Angin di  Atlantis  berhembus dari arah utara (hanya terjadi di belahan bumi utara)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;22.  Batuan  Atlantis terdiri dari bermacam warna: hitam, putih, dan merah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;23.  Banyak  saluran-saluran irigasi dibuat di Atlantis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;24. Setiap 5 dan 6  tahun sekali,  penduduk Atlantis berkurban banteng.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Dibawah ini ada  beberapa kutipan  dari Plato mengenai Atlantis &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lokasi Atlantis&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Kekuatan ini  datang dari  samudera Atlantik. Pada waktu itu, samudera Atlantik dapat dilayari dan  ada  sebuah pulau yang terletak di hadapan selat yang engkau sebut  pilar-pilar  Herkules. Pulau itu lebih luas dibandingkan dengan gabungan Libya dan  Asia dan  pilar-pilar ini juga merupakan pintu masuk ke pulau-pulau lain di  sekitarnya,  dan dari pulau-pulau itu engkau dapat sampai ke seluruh benua yang  menjadi  pembatas laut Atlantik. Laut yang ada di dalam pilar-pilar Herkules  hanyalah  seperti sebuah pelabuhan yang memiliki pintu masuk sempit. Namun laut  yang di  luarnya adalah laut yang sesungguhnya, dan benua yang mengelilinginya  dapat  disebut benua tanpa batas. Di wilayah Atlantis ini, ada sebuah kerajaan  besar  yang memerintah keseluruhan pulau dan pulau lain disekitarnya serta  sebagian  wilayah di benua lainnya" (Timaeus)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Asal mula bangsa  Atlantis&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Sebelumnya aku telah berbicara mengenai pembagian  wilayah yang  diadakan bagi para dewa dan bagaimana mereka tersebar ke seluruh dunia  dalam  proporsi yang berbeda-beda. Dan Poseidon, menerima bagiannya, yaitu  pulau  Atlantis." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Di tengah-tengah pulau itu ada sebuah  dataran yang  dianggap terbaik dan memiliki tanah yang subur. Di situ ada sebuah  gunung yang  tidak terlalu tinggi di masing sisi-sisinya. Di gunung itu tinggal  seorang pria  fana bernama Evenor yang memiliki seorang istri bernama Leucippe. Mereka   memiliki satu anak perempuan bernama Cleito. Ketika Cleito telah dewasa,  ayah  dan ibunya meninggal dunia. Poseidon jatuh cinta dan bersetubuh  dengannya."  (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Karakteristik Tanah Atlantis&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Poseidon lalu  memecahkan tanah  di sekitar bukit tempat tinggal Cleito sehingga bukit itu terpisah dari  dataran  lain. Bukit itu sekarang dikelilingi oleh laut yang berbentuk lingkaran.   Poseidon membuat dua bagian daratan seperti ini sehingga jumlahnya  menjadi dua  daratan yang dikelilingi tiga wilayah perairan." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Masing-masing   daratan memiliki sirkumferen yang berjarak sama dari tengah pulau  tersebut. Jadi  tidak ada satu orang dan satu kapalpun yang dapat mencapai pulau itu.  Poseidon  lalu membuat dua mata air di tengah-tengah pulau, satu air hangat dan  satu lagi  air dingin. ia juga membuat berbagai macam makanan muncul dari tanah  yang  subur." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Nenek Moyang bangsa Atlantis&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Poseidon  dan Cleito  memiliki lima pasang anak kembar laki-laki. Ia lalu membagi pulau  Atlantis  menjadi sepuluh bagian. Ia memberikan kepada anak tertua dari pasangan  kembar  pertama tempat kediaman ibu mereka dan wilayah yang mengelilinginya yang   merupakan tanah terluas dan terbaik. Ia juga menjadikannya raja atas  saudara-saudaranya. Poseidon memberi nama anak itu Atlas. Dan karenanya  seluruh  pulau dan samudera itu disebut Atlantik." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kemakmuran  Bangsa  Atlantis&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Tanah Atlantis adalah tanah yang terbaik di dunia dan  karenanya  mampu menampung pasukan dalam jumlah besar." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Tanah  itu juga  mendapatkan keuntungan dari curah hujan tahunan, memiliki persediaan  yang  melimpah di semua tempat." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Orichalcum bisa  digali di banyak  wilayah di pulau itu. Pada masa itu Orichalcum lebih berharga dibanding  benda  berharga apapun, kecuali emas. Di pulau itu juga banyak terdapat kayu  untuk  pekerjaan para tukang kayu dan cukup banyak persediaan untuk hewan-hewan  ternak  ataupun hewan liar, yang hidup di sungai ataupun darat, yang hidup di  gunung  ataupun dataran. Bahkan di pulau itu juga terdapat banyak gajah"  (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Struktur Masyarakat Atlantis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Pada masa  itu, wilayah  Atlantis didiami oleh berbagai kelas masyarakat. Ada tukang batu, tukang  kayu,  ada suami-suami dan para prajurit. Bagi para prajurit, mereka mendapat  wilayah  sendiri dan semua keperluan untuk kehidupan dan pendidikan disediakan  dengan  berlimpah. Mereka tidak pernah menganggap bahwa kepunyaan mereka adalah  milik  mereka sendiri. Mereka menganggapnya sebagai kepunyaan bersama. Mereka  juga  tidak pernah menuntut makanan lebih banyak dari yang dibutuhkan."  (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Para prajurit ini tinggal di sekitar kuil Athena  dan  Hephaestus di puncak bukit. Di tempat itu mereka kemudian membuat pagar  untuk  melindungi tempat itu. Di sebelah utara, mereka membangun ruangan untuk  makan di  musim dingin dan membuat bangunan-bangunan yang dapat digunakan untuk  kebutuhan  bersama." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Mereka tidak memuja emas dan perak  karena bagi  mereka, semua itu tidak ada gunanya. mereka juga membangun rumah  sederhana  dimana anak-anak mereka dapat bertumbuh." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;'Inilah  cara mereka  hidup, mereka menjadi penjaga kaum mereka sendiri dan menjadi pemimpin  bagi  seluruh kaum Helenis yang dengan sukarela menjadi pengikut mereka. Lalu  mereka  juga menjaga jumlah perempuan dan laki-laki dalam jumlah yang sama untuk   berjaga-jaga bila terjadi perang. Dengan cara inilah mereka mengelola  wilayah  mereka dan seluruh wilayah Hellas dengan adil. Atlantis menjadi sangat  termashyur di seluruh Eropa dan Asia karena ketampanan dan kebaikan hati  para  penduduknya." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Teknologi Atlantis&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Mereka  membangun kuil,  istana dan pelabuhan-pelabuhan. Mereka juga mengatur seluruh wilayah  dengan  susunan sebagai berikut : pertama mereka membangun jembatan untuk  menghubungkan  wilayah air dengan daratan yang mengelilingi kota kuno. Lalu membuat  jalan dari  dan ke arah istana. Mereka membangun istana di tempat kediaman dewa-dewa  dan  nenek moyang mereka yang terus dipelihara oleh generasi berikutnya.  Setiap raja  menurunkan kemampuannya yang luar biasa kepada raja berikutnya hingga  mereka  mampu membangun bangunan yang luar biasa besar dan indah." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Dan   mereka membangun sebuah kanal selebar 300 kaki dengan kedalaman 100 kaki  dan  panjang 50 stadia (9 km). Mereka juga membuat jalan masuk yang cukup  besar untuk  dilewati bahkan oleh kapal terbesar dan Lewat kanal ini mereka dapat  berlayar  menuju zona terluar." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Kehancuran Pulau Atlantis&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"9.000  tahun  adalah jumlah tahun yang telah berlangsung sejak perang yang terjadi  antara  mereka yang berdiam di luar pilar-pilar Herkules dengan mereka yang  berdiam di  dalamnya. Perang inilah yang akan aku deskripsikan." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Pasukan   yang satu dipimpin oleh kota-kota Athena. Di pihak lain, pasukannya  dipimpin  langsung oleh raja-raja dari Atlantis, yaitu seperti yang telah aku  jelaskan,  sebuah pulau yang lebih besar dibanding gabungan Libya dan Asia, yang  kemudian  dihancurkan oleh sebuah gempa bumi dan menjadi tumpukan lumpur yang  menjadi  penghalang bagi para penjelajah yang berlayar ke bagian samudera yang  lain."  (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Banyak air bah yang telah terjadi selama 9.000  tahun, yaitu  jumlah tahun yang telah terjadi ketika aku berbicara. Dan selama waktu  itu juga  telah terjadi banyak perubahan. Tidak pernah terjadi dalam sejarah  begitu banyak  akumulasi tanah yang jatuh dari pegunungan di satu wilayah. Namun tanah  telah  berjatuhan dan menimbun wilayah Atlantis dan menutupinya dari pandangan  mata."  (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Karena hanya dalam semalam, hujan yang luar  biasa lebat  menyapu bumi dan pada saat yang bersamaan terjadi gempa bumi. Lalu  muncul air  bah yang menggenang seluruh wilayah." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Namun  sesudah itu,  muncul gempa bumi dan banjir yang dashyat. Dan dalam satu hari satu  malam, semua  penduduknya tenggelam ke dalam perut bumi dan pulau Atlantis lenyap ke  dalam  samudera luas. Dan karena alasan inilah, bagian samudera disana menjadi  tidak  dapat dilewati dan dijelajahi karena ada tumpukan lumpur yang  diakibatkan oleh  kehancuran pulau tesebut." (Timaeus)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Penutup - Pelajaran  dari  Atlantis&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Selama banyak generasi, karakter yang mulia hidup di  dalam diri  mereka, mereka patuh kepada hukum dan memiliki ketertarikan yang kuat  kepada  dewa. Mereka memiliki jalan hidup yang baik, menggabungkan  kelemahlembutan  dengan kebijaksanaan di dalam berbagai aspek kehidupan dan dalam  hubungannya  dengan sesama." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Mereka tidak mau mengangkat  senjata melawan  sesamanya, dan mereka akan segera bergegas menolong rajanya ketika ada  usaha  untuk menggulingkannya. Mereka menolak segala kejahatan dan hanya  melakukan  kebaikan. Mereka hanya menaruh sedikit perhatian untuk kehidupan mereka  sendiri.  Mereka menganggap remeh harta benda emas dan perak yang sepertinya hanya  menjadi  beban bagi mereka." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Bahkan ketika mereka  berkelimpahan di  dalam kemewahan, mata hati mereka tidak dibutakan olehnya. Mereka sadar  bahwa  kekayaan mereka akan bertambah oleh perbuatan baik dan persahabatan  antara satu  dengan yang lain yang juga disertai dengan penghormatan antara sesama.  Karakter-karakter semacam itu terus bertumbuh di antara mereka."  (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Namun, karakter-karakter mulia tersebut mulai  memudar dan  menjadi terlalu sering dikompromikan. Mereka bercampur dengan  sifat-sifat  duniawi, dan sifat itu kemudian menjadi pengendali. Karena itu mereka  tidak  mampu lagi menanggung kekayaan yang mereka miliki. Mereka mulai  berperilaku  tidak sepantasnya dan mata mereka menjadi rabun karena mereka telah  kehilangan  harta mereka yang paling berharga." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Zeus, raja  para dewa yang  memerintah berdasarkan hukum dan mampu melihat perbuatan-perbuatan jahat  yang  mereka lakukan mulai mencanangkan hukuman bagi ras yang terhormat itu  supaya  mereka dapat disadarkan dan dimurnikan. Lalu ia mulai mengumpulkan para  dewa  dari tempat kediaman masing-masing. Setelah mereka semua berkumpul, Zeus  berkata  : ....." (Critias)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Sedangkan menurut Profesor Santos yang  ahli Fisika  Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena  dicari di  tempat yang salah. Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah  Indonesia,  katanya..Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun  BP  (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es  Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat  hebat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis  dengan  padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis,  parfum,  sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana  emas  dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya  serta  bermandikan sinar matahari sehingga hujan dapat hadir sepanjang tahun.  Menurut  Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!). Ketika bencana yang  diceritakan  diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter,  penduduk  Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia  Tenggara, China,  Polynesia, dan Amerika.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila ditilik dari 24 syarat  tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;1.  Metropolis Atlantis harus terletak di suatu tempat yang tanahnya pernah  ada atau  sebagian masih ada. "Paparan sunda dulu pernah ada sekarang tenggelam di  dasar  lautan"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;2. Metropolis Atlantis harus mempunyai morfologi yang  jelas berupa  selang-seling daratan dan perairan yang berbentuk cincin memusat. "Bila  kita  tilik gambaran jaman es, tetap indonesia terdiri dari selang-seling  daratan dan  perairan berbentuk cincin memusat"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;3. Atlantis harus berada di  luar  Pilar-pilar Hercules."Yang di maksud dengan pilar-pilar hercules mungkin  jejeran  pegunungan dengan gunung api, klo menyangkut itu tidak perlu di bantah  lagi.  dari aceh hingga maluku tersebar jejeran pegunungan yg menyambung  menjadi ring  of fire"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;4. Metropolis Atlantis lebih besar dari Libya dan  Anatolia, dan  Timur Tengah dan Sinai (gabungan)."Menurut Proff Santos, besar paparan  sunda  bila di di jumlahkan luas'nya sebesar area tersebut"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;5. Atlantis  harus pernah  dihuni oleh masyarakat maju/beradab/cerdas (literate population) dengan  ketrampilan dalam bidang metalurgi dan navigasi."Buku “Penjelajah  Bahari,  Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika”, karya Robert Dick-Read,  terbitan Mizan,  Juni 2008, membawa angin segar terhadap bukti-bukti arkeologis tentang  peranan  pelaut Indonesia kuno dalam memajukan perdagangan dunia. 4000 tahun  lalu, jejak  pelaut Indonesia terekam di kerajaan Mesir, Fir’aun dinasti ke-12,  Sesoteris  III. Lewat data arkeolog mengenai transaksi Mesir dalam mengimpor dupa,  kayu  eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal.  Meski  dukungan arkeologis sangat kurang, negeri “Punt” dapat diidentifikasi  setelah  Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di  Efrat  tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan  Maluku,  Indonesia. Dengan ditemukannya sisa-sisa kambing di situs pemukiman  Pulau Timor,  menjadi bukti perdagangan pelaut Austronesia dengan Timur tengah dan  kemungkinan  kuat menggunakan kano atau perahu untuk pengangkutannya. Dimana  pelaut-pelaut  nusantara telah lama mengarungi lautan dan menemukan pulau-pulau  eksotis,  seperti Kilwa, Lamu, dan Zanzibar, madagaskar, tanjung harapan jauh  sebelum  bangsa Arab ataupun Shirazi. bahkan orang jawa terkenal dengan kapal  besar /  bahtera berbobot 1000 ton ( sebesar kapal induk jaman modern ) yg  dipanggil jung  (jenis kapal ini punah stelah Belanda memonopoli perdagangan dan  melakukan  penjajahan)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;6. Metropolis Atlantis harus secara rutin dapat  dicapai melalui  laut dari Athena."Pelaut Indonesia juga berhubungan erat dengan kerajaan  Romawi  dan Yunani Kuno. Dengan sebuah pertanyaan ganjil, mengapa rempah-rempah  berupa  kayu manis (cassia) atau Cinnamun dan lada bisa sampai ke mediterania  setelah  pemindahan muatan di Horn of Africa? Robert Dick-Read menulis dalam  buku'nya"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;7. Pada waktu itu, Atlantis harus berada dalam situasi  perang  dengan Athena."Mungkin saja catatan itu tenggelam bersama negeri  atlantis"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;8.  Metropolis Atlantis harus mengalami penderitaan dan kehancuran fisik  parah yang  tidak terperikan (unprecedented proportions)."Catatan mengenai letusan  Krakatau  Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja  Parwa :  Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula   goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat.  Kemudian  datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai  menggelapkan  seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan  mengalir ke  timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa  terpisah  menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera ( Letusan Gunung Krakatoa Purba  )...patut di ingat letusan gunung krakatau berulang tidak hanya sekali,  saat ini  dia sedang tidur"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;9. Metropolis Atlantis harus tenggelam  seluruhnya atau  sebagian di bawah air."Paparan sunda yg tenggelam"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;10. Waktu  kehancuran  Metropolis Atlantis adalah 9000 tahun Mesir, sebelum abad ke-6 SM."Akhir  jaman  es sekitar 6 SM"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;11. Bagian dari Atlantis berada sejauh 50 stadia  (7,5 km)  dari kota."Saat ini kota itu tenggelam didasar laut"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;12. Atlantis  padat  penduduk yang cukup untuk mendukung suatu pasukan besar (10.000 kereta  perang,  1.200 kapal, 1.200.000 pasukan) "Klo indonesia, India, China masalah  populasi  penduduk, jelas besar'nya"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;13. Ciri agama penduduk Atlantis adalah   mengurbankan banteng-banteng."Di daerah ujung kulon selain terdapat  badak juga  terdapat banteng liar"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;14. Kehancuran Atlantis dibarengi oleh  adanya gempa  bumi."Apabila gunung meletus pasti diiringi dengan gempa, dan daratan  Nusantara  dalam sebulan bisa terjadi 30 s/d 40 kali dari yg berskala richter kecil  hingga  besar"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;15. Setelah kehancuran Atlantis, jalur pelayaran  tertutup."Pasti'nya  secara otomatis tertutup apabila sebuah komunitas terhancurkan dan tidak   dihuni"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;16. Gajah-gajah hidup di Atlantis."Di Sumatera dan Jawa  hidup spesies  gajah asia"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;17. Tidak mungkin terjadi proses-proses selain  proses-proses  fisik atau geologis yang menyebabkan kehancuran Atlantis."Indonesia  terkenal  dengan negeri bencana fisik, dari gempa bumi, letusan gunung berapi,  hingga  tsunami"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;18. Banyak mata air panas dan dingin, dengan kandungan  endapan  mineral, terdapat di Atlantis."Hampir di seluruh penjuru negeri memiliki  sumber  air panas dan air dingin serta batuan mineral dari pegunungan "&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;19.  Atlantis  terletak di dataran pantai berukuran 2000 X 3000 stadia, dikelilingi  oleh  pegunungan yang langsung berbatasan dengan laut. "Klo di tilik jejeran  ring of  fire berada di pinggiran paparan sunda berbatasan dengan laut HINDIA"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;20.   Atlantis menguasai negara-negara lain pada zamannya."Majapahit saja  mengusai  sampai thailand and Filipina, maka Atlantis bisa lebih dari itu"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;21.  Angin di  Atlantis berhembus dari arah utara (hanya terjadi di belahan bumi  utara)"Klo yg  ini diambil dari catatan Plato yg mana ??????"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;22. Batuan Atlantis  terdiri  dari bermacam warna: hitam, putih, dan merah."Dari Tanah liat,Batu  keramik,batu  gunung, batu kali semua warna batu ada di nusantara ini"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;23.  Banyak  saluran-saluran irigasi dibuat di Atlantis."Pada masa kerajaan  tarumanegara abad  ke 5 M saja mampu membuat sebuah kanal / sungai yg menjadi nama kota  bekasi,  pasti'nya tehnologi ini di pelajari dari generasi sebelum'nya"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;24.  Setiap 5  dan 6 tahun sekali, penduduk Atlantis berkurban banteng."Itu hanya  penduduk  atlantis yg tau, menyangkut kepercayaan"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Dari 24 syarat  tersebut para  peneliti tidak mencantumkan yaitu :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;1. "Tanah itu juga mendapatkan  keuntungan  dari curah hujan tahunan, memiliki persediaan yang melimpah di semua  tempat."  (Critias), "Tanah Atlantis adalah tanah yang terbaik di dunia dan  karenanya  mampu menampung pasukan dalam jumlah besar." (Critias).."Daerah dengan  curah  hujan tahunan hanya terdapat di daerah beriklim tropis, dengan iklim'nya   tersebut maka tanah-tanah'nya adalah tanah yg subur dan itulah  Nusantara"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;2.  "Orichalcum ( kuningan dan tembaga ) bisa digali di banyak wilayah di  pulau itu.  Pada masa itu Orichalcum lebih berharga dibanding benda berharga apapun,  kecuali  emas. Di pulau itu juga banyak terdapat kayu untuk pekerjaan para tukang  kayu  dan cukup banyak persediaan untuk hewan-hewan ternak ataupun hewan liar,  yang  hidup di sungai ataupun darat, yang hidup di gunung ataupun dataran.  Bahkan di  pulau itu juga terdapat banyak gajah" (Critias)..."Daerah yg terkenal  jumlah  kayu'nya adalah Hutan Hujan Tropis, itu hanya terdapat di amerika  selatan dan  asia tenggara. Dan Nusantara adalah penghasil Tembaga ke 3 di dunia"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana; font-weight: bold;"&gt;Dari   catatan Plato ada yang perlu di cermati :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;1.Dihadapan selat  Mainstay  Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat  pergi ke  pulau lainnya,di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang  dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Pulau itu lebih  luas  dibandingkan dengan gabungan Libya dan Asia dan pilar-pilar ini juga  merupakan  pintu masuk ke pulau-pulau lain di sekitarnya, dan dari pulau-pulau itu  engkau  dapat sampai ke seluruh benua yang menjadi pembatas laut Atlantik. Laut  yang ada  di dalam pilar-pilar Herkules hanyalah seperti sebuah pelabuhan yang  memiliki  pintu masuk sempit. Namun laut yang di luarnya adalah laut yang  sesungguhnya,  dan benua yang mengelilinginya dapat disebut benua tanpa batas. Di  wilayah  Atlantis ini, ada sebuah kerajaan besar yang memerintah keseluruhan  pulau dan  pulau lain disekitarnya serta sebagian wilayah di benua lainnya  (Timaeus)"Dari  catatan tersebut Kekuasaan dari Negeri Atlantis terdiri daratan sebagian  dari  benua yang terletak berbatasan langsung dengan samudra. Di sekitar  Negeri  Atlantis terdapat beberapa pulau dan salah satu'nya pulau besar yg  memiliki  selat. Seperti'nya Pusat dari negeri Atlantis terletak paada sebuah  pulau besar  yang menguasai pulau-pulau di sekitar'nya dan sebagian dari benua.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;2.Banyak   air bah yang telah terjadi selama 9.000 tahun, yaitu jumlah tahun yang  telah  terjadi ketika aku berbicara. Dan selama waktu itu juga telah terjadi  banyak  perubahan. Tidak pernah terjadi dalam sejarah begitu banyak akumulasi  tanah yang  jatuh dari pegunungan di satu wilayah. Namun tanah telah berjatuhan dan  menimbun  wilayah Atlantis dan menutupinya dari pandangan mata."  (Critias)..."Tenggelam'nya daratan Atlantis tidak seketika apabila kita  menilik  dari kata selama 9000 tahun mesir, berarti ada perjalanan waktu menuju  daratan  itu tenggelam sepenuh'nya. Hal ini mungkin timbul karena naik'nya air  laut  secara bertahap akibat berakhir'nya jaman es.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;3."Karena hanya  dalam semalam,  hujan yang luar biasa lebat menyapu bumi dan pada saat yang bersamaan  terjadi  gempa bumi. Lalu muncul air bah yang menggenang seluruh wilayah."  (Critias)...."Namun sesudah itu, muncul gempa bumi dan banjir yang  dashyat. Dan  dalam satu hari satu malam, semua penduduknya tenggelam ke dalam perut  bumi dan  pulau Atlantis lenyap ke dalam samudera luas. Dan karena alasan inilah,  bagian  samudera disana menjadi tidak dapat dilewati dan dijelajahi karena ada  tumpukan  lumpur yang diakibatkan oleh kehancuran pulau tesebut." (Timaeus)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;"Terdapat  2  bencana yg sama dari kedua catatan ( Critias dan Timaeus ), Gempa bumi  dengan  air bah mungkin yg di maksud Gempa Bumi yang menimbulkan Tsunami tetapi  sebelum'nya telah terjadi hujan lebat. Bencana yg ini mungkin dari satu  waktu  seperti halnya Gempa Aceh atau gempa letusan gunung krakatau yg  meluluhlantahkan  seisi kota dengan menenggelamkan kota-kota di Sumatra dan perairan selat  sunda  untuk beberapa saat dan kemudian meninggalkan lumpur/kotoran dasar laut.  Dengan  banyak'nya lumpur di bekas area yg di terjang tsunami sehingga membuat  transportasi ke area tersebut terputus, seperti hal'nya kejadian tsunami   aceh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;4.Kekuatan ini datang dari samudera Atlantik...."Pada saat  itu opini  masyarakat yang berkembang bahwa bumi itu datar, sehingga hanya ada satu  samudra  dalam pemikiran masyarakat pada jaman tersebut termasuk di dalam'nya  Plato"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Atlantis mungkin saja berada di INDONESIA mungkin juga  bukan, Yang  perlu kita lihat adalah masa depan bukan masa lalu tetapi masa lalu itu  perlu di  kenang untuk sebuah pelajaran.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt; javanese&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/profile/06652089548141004421"&gt;manazati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.google.com/"&gt;'mbah  Google'&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-3615488596182971920?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/3615488596182971920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=3615488596182971920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/3615488596182971920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/3615488596182971920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/06/review-atlantis-indonesia.html' title='Review Atlantis - Indonesia'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/TAZxToN2wDI/AAAAAAAAANU/dEg3NQwEcW8/s72-c/Benua+Atlantis+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-2296827123441163141</id><published>2010-05-30T16:09:00.005+07:00</published><updated>2010-05-31T01:01:26.793+07:00</updated><title type='text'>Kamus Bahasa Jawa</title><content type='html'>&lt;div class="post" id="post-1511"&gt;     &lt;h2&gt;KAMUS JAWA – INDONESIA&lt;/h2&gt;    &lt;div class="entry"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Katrangan  (Keterangan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(ta) tembunga aran = kata benda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(tg) tembung ganti = kata ganti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(tk) tembung kriya = kata kerja&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(tkr) tembung katrangan = kata keadaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(tpw) tembung panguwuh = kata seru&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(tpr) tembung pangarep = kata depan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(tpy) tembung panyambung = kata sambung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(ts) tembung sipat = kata sifat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(tsd) tembung sandhangan = kata sandang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(tw) tembung wilangan = kata bilangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;A &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;abab (ta)        hawa mulut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;abang (ts)        merah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aba-aba (ta)        aba-aba&lt;/p&gt; &lt;p&gt;abar (tk)        menguap (zat cair)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;abuh (ts)        bengkak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;abrit ; abrit (ts)        merah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;abyor (ts)        bertebaran memenuhi (mis. bintang bertebaran  memenuhi langit)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;acung (tk)        menunjuk ke atas/ unjuk jari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ada-ada (ta)        inisiatif&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adang (tk)        menanak nasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adas (ta)        nama tanaman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adi (ts)        bernilai tinggi; mempunyai kelebihan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adil (ts)        adil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adhang (tk)        menunggu di tempat yang akan dilewati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adhem (ts)        dingin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adhep (tk)        hadap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adhi (ta)        adik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adoh (tkr)        jauh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adol (tk)        menjual&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adu (tk)        adu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;adus (tk)        mandi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;agama (ta)        besar; agung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;agul-agul (ta)        andalan; jagoan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;agung (ta)        api&lt;/p&gt; &lt;p&gt;agem (tk)        pakai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ageman (ta)        pakaian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ageng (ts)        besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;agni (ta)        api&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aja (tpw)        jangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ajag (ta)        anjing hutan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ajak (ts)        ajak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ajang (ta)        wadah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ajar (tk)        ajar, belajar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ajeg (tkr)        tetap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ajeng (tsb)        akan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aji (ta)        nilai; harga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ajur (ts)        hancur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;akas (tkr)        alon&lt;/p&gt; &lt;p&gt;akas (ts)        perai, keras (untuk nasi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ala (ts)        buruk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alangan (ta)        halangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alas (ta)        hutan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alem (tk)        puji&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aleman (ts)        manja&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alesan (ta)        alasan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aling-aling (tk)        bersembunyi di balik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alis (ta)        alis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alok (tk)        berkata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alu (ta)        antan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alum (ts)        layu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alun-alun (ta)        lapangan di tengah kota&lt;/p&gt; &lt;p&gt;alus (ts)        halus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aluwung (tpb)        lebih baik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ama (ta)        hama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aman (ts)        aman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amarga (tpy)        karena&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amargi; amargi (tpy)        karena&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amba (ts)        lebar/luas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambah (tk)        jejak/jelajah/datangi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambal (tk)        ulang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambar (tk)        tersebar (untuk bau harum)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambeg (ts)        berwatak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambèn (ta)        balai-balai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambèr (tkr)        meluap (air)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambet; ambet (ta)        bau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amblas (tk)        lenyap seketika&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ables (tk)        melesak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambrol (tk)        runtuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambruk (tk)        tumbang/roboh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambu (ta)        bau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambung (tk)        cium&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambus (tk)        endus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;mbyar (tk)        berserakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambyuk (tk)        menjatuhkan diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ambyur (tk)        mencemplungkan diri ke dalam air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amèk (tk)        mencari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amem (ts)        melempem&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amem (ts)        sunyi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amis (ts)        anyir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ampas (ta)        ampas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ampek (tkr)        sulit bernafas; sesak (untuk dada)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ampil; ampil (tk)        pinjam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ampak-ampak (ta)        kepulan debu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amping-amping (tk) berlindung di balik sesuatu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ampo (ta)        nama jajanan terbuat dari tanah jenis tertentu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;amrih (tpy)        agar, supaya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anak (ta)        anak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anda (ta)        tangga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;andaka (ta)        banteng&lt;/p&gt; &lt;p&gt;andika (tg)        anda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ancang-ancang (ta) persiapan, mengambil kuda-kuda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ancas (ta)        tujuan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ancur (ta)        air raksa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ancik (tk)        menginjak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ancer-ancer (ta)        prakiraan; ancar-ancar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;andhap (ta)        bagian bawah/rendah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;andhang (ta)        tangga kayu berkaki empat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;andheng-andheng (ta) tahi lalat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;andhong (ta)        sejenis kereta kuda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;andum (tk)        berbagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angen-angen (ta)        pemikiran/ingatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anget (ts)        hangat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angga (ta)        tubuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anggak (ts)        sombong&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anggara (tg)        selasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anggarbini (tk, ts)        hamil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anggep (tk)        anggap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angger (tsb)        asalkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angger-angger (ta)        peraturan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anggur (ta)        anggur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anggon (tk)        tempat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angin (ta)        angin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angin-angin (tk)        mencari udara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angkah (ta)        maksud&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angkara (ta)        angkara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angker (ts)        angker&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angler (tkr)        nyenyak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angluh (tkr)        dengan penuh rasa tidak berdaya mengahadapi  situasi yang ada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angon (tk)        mengembala&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angop (tk)        menguap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angsal (tk)        dapat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angslé (ta)        nama minuman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angslup (tk)        tenggelam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angur (tsb)        masih lebih baik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;angus (ta)        angus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anjlok (tk)        turun tiba-tiba&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anjok (tpr)        tiba di&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anèh (ts, tkr)          aneh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anèm (ts)          muda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anom (ts)          muda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;antawecana (ta)       Penggambaran sinopsis cerita, adegan, tokoh  pagelaran wayangyang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;disampaikan oleh dalang dengan cara dilagukan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;antem (tk)        pukul/hantam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anteng (tk,ts)        tenang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;antop (tk)        bersendawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;antuk (tk)        dapat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anyang (tk)        tawar (harga)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anyang-anyangen (ts)        merasa seperti ingin kencing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anyar (ts)        baru&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anyel (ts)        jengkel&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anyep (ts)        tawar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anyep (ts)        dingin (tubuh atau bagian tubuh)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;anyes (ts)        dingin (benda)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apa (tg)       apa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apal (ts))        hafal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apem (ta)        apam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apes (tk)        sial&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apek (ts)        bau tidak sedap yang berasal dari barang usang atau  kamar yang lama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tertutup&lt;/p&gt; &lt;p&gt;api-api (tk)       pura-pura&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apik (ts)        baik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apu (ta)        kapur sirih;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apura (ta)        maaf&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apus (ta)        sejenis bambu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apus (tk)        bohong&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ara-ara (ta)        padang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arah (ta)        arah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aran (ta)        nama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arang (tkr)        jarang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arang-arang (ts)        jarang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aren (ta)        enau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;areng (ta)        arang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arep (tsb)        hendak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arga (ta)        gunung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ari (tg)        adik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ari-ari (ta)        tali pusat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aris (tkr)        lugas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arit (ta)        sabit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arsa (tkr)        akan ; depan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arta (ta)        uang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aruh-aruh (tk)        menyapa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arus (ts)        anyir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;arwah (ta)        arwah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asal (ta)        asal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asat (ts)        habis airnya (untuk sungai, danau, dsb.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asah (tk)        asah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asih (ta)        kasih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asin (ts)        asin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asrep; asrep (ts)        dingin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asma (ta)        nama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asmara (ta)        asmara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asmarandana (tg)        nama metrum macapat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asor (ts)        nista&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asor (tkr)        kalah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asrep; asrep (ts)        dingin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asri (ts)        menyenangkan untuk dipandang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asta (ta)        tangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asta (tk)        bawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asu (ta)        anjing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asung (tk)        menghaturkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;asem (ta)        asam (buah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ati (ta)        hati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ati-ati (tkr)        hati-hati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;atis (ts)        dingin (untuk hawa, udara)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;atos (ts)        keras&lt;/p&gt; &lt;p&gt;atur (tk)        atur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aturi (tk)        beri; persilakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;atus (ts)        tidak lagi mengandung air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awak (ta)       badan, tubuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awan (ta, tk)        siang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awang (tk)        berhitung tanpa alat bantu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awang-awang (ta)        langit bebas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awas (ts)        tajam (pengelihatan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awas (tpw)        awas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awèh (tk)        beri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awèt (ts)        tidak cepat rusak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awit (tpy)        karena&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awis ; awis (tkr)        mahal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awis-awis; awis-awis (ts) jarang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awoh (tk)        berbuah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awon awon (ts)        jelek/buruk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awor (tk, tkt)        bercampur dengan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awrat (tk)        berat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awu (ta)        abu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awur (tk)        sebar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awur (tk, tkt)        asal-asalan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;awut (tk)        membuat berantakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ayahan (ta)        kewajiban&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ayam; ayam (ta)        ayam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ayem (ts)        tentram (hati)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ayo (tpw)        ayo&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ayom (tk)        perlindungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ayu (ts)        cantik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aywa (tpw)        jangan&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;B&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;bab (ta)        bab, hal, mengenai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babad (ta)        cerita sejarah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babagan (tsb)        tentang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babak-bundhas (ts) babak-belur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babal (ta)        putik buah nangka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babar (ts)        menjadi banyak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babaran (tk)        bersalin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babat (ta)        bagian dalam usus sapi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babat (tk)        tebang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babit (tk)        mengayunkan benda dengan menahan ujungnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babon (ta)        induk ayam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babu (ta)        perempuan pembantu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;babut (ta)        permadani&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bacem (tk)        peram; dimasak dengan bumbu tertentu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bacin (ts)        bau bangkai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bacut (tk)        lanjut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;badan (ta)        diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;badhé (tk)        tebak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;badhé; badhe (tsb)        akan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;badheg (ts)        bau busuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;badhèk (ta)        air tapai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;badhug (ta)        tembok rendah untuk meletakkan sesuatu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagaskara (ta)        matahari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bagus (ts)        tampan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bahu (ta)        100 m2&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bahu (ta)        bahu; tenaga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bahureksa (ta)        penguasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bajang (ts)        kerdil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bajing (ta)        tupai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bajul (ta)        buaya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bakal (ta)        bahan pakaian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bakal (tsb)        akan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bakar (tk)        bakar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bakda (tkr)        setelah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bakul (ta)        pedagang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;balang (tk)        lempar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;balé (ta)        rumah/bangunan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;balèn (tk)        rujuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bali (tk)        pulang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;balung (ta)        tulang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;banaspati (ta)        hantu berbentuk api&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bandar (ta)        agen besar, cukong&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bandar (ta)        pelabuhan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bandhul (ta)        bandul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;banger (ts)        bau busuk (misalnya dari air keruh)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;banget (tkr)        sangat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bangga (tk)        meronta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bangir (ts)        mancung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bangka (tk)        mati (kasar)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bangké (ta)        bangkai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bangkèkan (ta)        pinggang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bangkèlan (ta)        buntalan besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bangku (ta)        bangku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bangsa (ta)        bangsa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;banda (tk)        mengikat kedua tangan ke belakang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bandayuda (tk)        berperang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bandan (ta)       tawanan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bandha (ta)       harta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;banon (ta)        batu bata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bantah (ta)        bantah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bantal (ta)        bantal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bantala (ta)        tanah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;banting (tk)        banting&lt;/p&gt; &lt;p&gt;banyak (ts)        angsa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;banyu (ta)        air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bapa (tg)        bapa/ayah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bapang (ta)        parit/ genangan air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bar (tkr)        selesai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;barang (ta)        barang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;barang (ta)        pertunjukan kesenian berkeliling&lt;/p&gt; &lt;p&gt;barat (ta)        angin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;barep (ts)        sulung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;barès (ts)        terus terang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;baris (tk)        baris&lt;/p&gt; &lt;p&gt;baruna (tg)        dewa lautan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;barung (ts)        besar; utama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;baskara (ta)        matahari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bata (ta)        bata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;batang (tk)        tebak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bathang (ta)        bangkai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bathara (tsd)        sebutan untuk dewa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bathari (tsd)        sebutan untuk dewi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bathok (ta)        tempurung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bathuk (ta)        dahi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bathi (ta)        keuntungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;batih (ta)        keluarga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;baut (ts)        pintar; trampil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bawa (ta)        pembukaan gending&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bawang (ta)        bawang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bawang lanang (ta)        bawang berumbi tunggal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bawèl (ts)        nyinyir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bawéra (ts)        subur (untuk lahan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;baya (ta)        buaya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bayan (ta)        petugas keamanan desa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bayar (tk)        bayar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bayem (ta)        bayam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bayèn (tk)        melahirkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bayi (ta)        bayi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bayu (ta)        angin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebana (ta)        permintaan sebagai syarat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebandan (ta)        tawanan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebasan (tsb)        seperti; layaknya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebaya (ta)        bahaya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebayu (ta)        otot&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebedhag (tk)        berburu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebucal; bebucal (tk)        berhajat besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebudhen (ta)        kepribadian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebuwang (tk) berhajat besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebed (ta)        kain panjang yang dipakai pria&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bèbèk (ta)        itik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebrayan (tk)        berkeluarga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebungah (ta)        hadiah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bebendhu (ta)        hukuman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bedhigasan (ts)       tingkahnya tidak karuan; tidak bisa diam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bengkok (ta)        tanah yang hak garapnya diberikan kepada lurah  sebagai bagian dari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;fasilitas jabatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;becik (ts)        baik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;becus (ts)        mampu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;béda (ts)        berbeda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;béda (tk)        goda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bedaya (ta)        tarian sakral yang menjadi ciri khas keraton&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bédhah (ts)        terbuka paksa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bedhidhing (ta)        udara dingin di musim kemarau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;begawan (ta)        pendeta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;begundhal (ta)        kaki-tangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;beja (ts)        beruntung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bejat (ts)        rusak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;béka (tk)        meronta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bekasakan (ta)        hantu hutan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;beksa (ta)        tari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;beksan (ta)        tarian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;belang (ta, ts)        belang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;belèk (tk)        iris sepanjang garis tengah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bèlèk (ta)        kotoran mata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;belik (ta)        sumber air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;beling (ta)        kaca&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bena (ta, ts)        banjir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bendara (ta)        majikan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bendha (ta)        nama pohon&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bendhé (ta)        gong kecil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bendhel (ta)        ikatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bendho (ta)        alat pemotong (sejenis celurit)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bendhol (ta)        bengkak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bener (tkr)        benar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bengawan (ta)        sungai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bengep (ts)        sembab&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bengi (ta)        malam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;benik (ta)        kancing baju&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bening (ts)        jernih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;benjut (ts)        menjadi empuk karena tekanan/hantaman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;beras (ta)        beras&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bèrèng (ta)        luka di sudut bibir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;berèt (ts)        tergores&lt;/p&gt; &lt;p&gt;besar (ta)        nama bulan dalam kalender jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bèsèr (ts)        sebentar-sebentar kencing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;besèt (ts)        sayat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;besmi (tk)        bakar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;besus (ts)        pandai; trampil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bethèk (ta)        pintu pagar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bekti (ta)        bakti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;beta (tk)        bawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;betah (tkr)        betah; enggan pergi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;betah; betah (tk)        butuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;beton (ta)        biji nangka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;beya (ta)        biaya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;binarung (tkr)        seiring; diiringi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bingar (ts)        ceria&lt;/p&gt; &lt;p&gt;binggel (ta)        gelang kaki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bingget (ta)        tanda dikulit akbiat jepitan atau lilitan yang  ketat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;biyèn (tkr)        dahulu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blaka (tk)        berterus terang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blalak-blalak (ts)        membeliak; besar (untuk mata)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blanak (ta)        jenis ikan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blatèr (ts)        ramah; mudah bergaul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blarak (ta)        daun kelapa kering&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bledhèg (ta)        guntur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bledhèh (tk)        terbuka kancingnya (untuk baju)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blèdru (tkr)        salah pilih/tertukar karena mirip&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bléncong (ta)        lampu minyak untuk penerangan dalam pagelaran  wayang kulit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bléndrang (ta)        sisa masakan bersantan yeng sudah dipanaskan  berkali-kali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blereng (ts)        tidak nampak jelas; kabur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blesek (tk)        membenamkan ke dalam tumpukan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blirik (ts)        berbintik kecil  (mis. panci, ayam)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bloloken (tkr)        silau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blondho (ta)        endapan yang dihasilkan dalam pembuatan minyak  kelapa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;blorok (ts)        bulunya berbintik hitam putih (untuk ayam betina)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bluluk (ta)        buah kelapa yang masih sebesar telur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bocah (ta)        anak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bodho (ts)        bodoh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bodong (ts)        pusar yang menonjol keluar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;boga (ta)        pangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bojo (ta)        suami/isteri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bokong (ta)        pantat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bokor (ta)        mangkuk besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bolong (ts)        berlubang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bolot (ta)        daki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bonang (ta)        alat musik pukul, bagian dari gamelan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bong (tk)        bakar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bong (ta)        makam Cina&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bong (ta)        tukang khitan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;borok (ta)        luka lama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;boyong (tk)        pindah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brabak (tk)        berubah merah (wajah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brahala (ta)        raksasa sebesar gunung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brahmana (ta)        pendeta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brambang (ta)        bawang merah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bramantya (ts, ta)        marah, kemarahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brangasn (ts)        mudah marah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;branta (ta)        asmara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brastha (tk)        berantas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bréwok (ta)        bercambang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brindhil (ts)        habis jarena dicabuti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brodhol (ts)        terlepas ikatannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brudhul (tk)        keluar berama-ramai/berbarengan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brobos (tk)        masuk melalui celah atau kolong&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brojol (tk)        keluar sebelum waktunya; keluar dari bungkusan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brongkos (tg)        nama masakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brukut (ts)        terbungkus rapat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;brutu (ta)        tunggir ayam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bubar (ts)        bubar; selesai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bubul (ta)       semacam bisul di telapak kaki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bubur (ta)       bubur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bubut (tk)       mencabuti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buda (tg)        rabu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;budeg (ts)        tuli&lt;/p&gt; &lt;p&gt;budeng (tg)        kera hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bujana (ta)        hidangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bujel (ts)        tumpul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bulak (ts)        pudar warnanya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bulak (ta)        daerah terbuka/ padang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bulan (ta)        bulan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bumbu (ta)        bumbu; rempah-rempah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bumbung (ta)        tempat berbentuk pipa besar atau terbuat dari  bambu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bumpet (ts)        tersumbat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bunder (ts)        bundar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bundhas (ts)        melecet (cedera)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bundhel (ts)        ujungnya membulat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bundhet (ts)        diberi ikatan mati pada ujungnya (mis. benang)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bung (ta)        rebung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bungah (ts)        gembira&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bungkem (tk)        diam; tidak mau mengatakan apa-apa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bungkik (ts)        kerdil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bungkil (ta)        ampas minyak kacang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bungkus (ta)        bungkus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bungur (tg)        nama tanaman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buntel (tk)        bungkus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buntet (ts)        buntu; tidak berongga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buntil (ta)        masakan terbuat dari kelapa muda, ikan teri dan  daun keladi sebagai pembungkus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buntu (ts)        buntu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buntung (tsa)        hilang/patah bagian ujungnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;burek (ts)        legap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bureng (ts)        tidak jelas terlihat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buri (tkr)        belakang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;burik (ts)        bopeng&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buru (tk)        kejar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buruh (ta)        bekerja untuk orang lain&lt;/p&gt; &lt;p&gt;busana (ta)        pakaian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;busana (tk)        berpakaian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buthak (ts)        botak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buthuk (ts)        membusuk (untuk ikan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buwang (tk)        buang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buyut (ta)        cicit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;buyuten (ts)        bagian tubuhnya bergerak-gerak tidak terkendali  karena ketuaan&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;C&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;cabar (ts)        kehilangan arti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cabé (ta)        nama rempah untuk jamu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cacat (ts)        cacat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cadhong (tk)        menadahkan tangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cagak (ta)        tongkat/penyangga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cakepan (ta)        lirik lagu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cakot (tk)        gigit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cambah (ta)        tauge&lt;/p&gt; &lt;p&gt;campur (tk)        campur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;candala (ts)        jahat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;candhik kala (ta)        semburat merah di langit pada saat senja  hari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;candra (ta)        bulan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;candra (ta)        kiasan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cantrik (tg)        murid padepokan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;candramawa (ta)        kucing hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cangkem (ta)        mulut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cangking (tk)        jinjing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cangkir (ta)        cangkir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cangklong (ta)        pipa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cangklong (tk)        menyandang di bahu (mis. tas)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cakra (ta)        senjata dalam pewayangan; lingkaran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;canthas (ts)        bicaranya lantang (untuk wanita)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;canthèl (ta)        sejenis jagung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cantheng (ta)        radang di jari, umumnya di ibu jari kaki akibat  tertusuk kuku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;canthing (ta)        alat untuk membatik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;canthol (tk)        cantol&lt;/p&gt; &lt;p&gt;capil (ta)        topi petani, bentuknya bulat  berujung runcing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;caping (ta)        topi petani, bentuknya bulat  berujung runcing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;caplak (ta)        penyakit kulit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;caplok (tk)        memasukkan semua ke dalam mulut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cara (ta)        cara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;caraka (ta)        utusan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;carang (ta)        ranting&lt;/p&gt; &lt;p&gt;carita (ta)        cerita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;carup (tk)        raup&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cathèk (tk)        gigit (anjing)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cathet (tk)        catat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;catur (ts)        empat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;caturan (tk)        bercakap-cakap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cawang (ta)        tanda V&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cawet (ta)        celana dalam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cawé-cawé (tk)        turun tangan, ikut campur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cawis (tk)        sedia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cawik (tk)        cebok&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cawuk (tk)        mengambil dengan cara menyendokkan tangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cecak (ta)        cicak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cedhak (ts)        dekat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cédhal (ts)        cadel; tidak bisa mengucapkan bunyi tertentu  dengan benar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cegat (tk)        hadang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cèkèr (ta)        kaki unggas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cekel (tk)          pegang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;celempung (ta)        alat musik bagian dari gamelan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cekak (ts)          tidak mencukupi; ukurannya tidak memadai; pendek  sekali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cekakakan (tk)          tertawa-tawa dengan keras&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cekakik (ta)          ampas kopi (sisa setelah diminum)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;celak (ts)          dekat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;celak (ta)        penegas garis tepi mata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;celuk (tk)        panggil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;celak (ta)        penegas garis tepi mata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cemani (ts)        hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cemawis (ts)        tersedia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cemeng (ta)        hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cemèng (ta)        anak kucing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cemèt (ts)        pipih karena tertimpa/tertekan beban berat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cemplang (ts)        tidak sedap/ kurang pas (mis. nada, rasa)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cemplung (tk)        masuk (dalam cairan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cendhak (ts)        pendek&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cengkir (ta)          buah kelapa yang masih sebesar kepalan, belum  berdaging buah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cepak (ts)        tersedia, siap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cepak-cepak (tk)        siap-siap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cepeng; cepeng (tk) pegang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ceplus (tk)        gigit (untuk cabai)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cepuk (ta)        wadah kecil, biasanya untuk menyimpan perhiasan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cerek (ta)        tanda bunyi “re” pada aksara Jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cèrèt (ta)        cerek&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ceriwis (ts)        banyak bicara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cetha (tkr)        jelas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cethèk (tk)        dangkal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;céthok (ta)        sendok semen&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cethik (tk)        menyalakan (api)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cethil (ts)        pelit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cethot (tk)        cubit besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cicil (tk)        angsur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cicip (tk)        merasai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cidra (tk)        tidak menepati janji&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cidra (tk)        curi; culik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cilaka (ts)        celaka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cilik (ts)        kecil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cingak (ts)        terkejut karena heran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cluluk (tk)        tiba-tiba berkata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;clingus (ts)       pemalu, tidak percaya diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cluluk (tk)        tiba-tiba berkata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cluthak (ts)        suka mencuri makanan (untuk hewan, terutama  kucing)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;clomètan (tk)        berteriak tak beraturan/bersahutan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;climèn (tkr)        kecil-kecilan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cocot (ta)        mulut (kasar)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;colong (tK)        curi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;colok (ta)        penerangan/ obor&lt;/p&gt; &lt;p&gt;congor (ta)        hidung binatang berkaki empat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;conthèng (ta)        coret silang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;coplok (tkr)        tanggal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;copot (ta)        tanggal/cabut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;coro (ta)        kecoa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cotho (ts)        repot karena ditinggalkan; kehilangan andalan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;crah (tkr)        bercerai; saling bermusuhan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cubles (tk)        menusuk dengan benda runcing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cubluk (ts)        bodoh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cucuk (ta)        paruh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cucakrawa (ta)       nama burung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cungkup (ta)        atap makam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;culek (tk)        mencolok mata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;culik (tk)        mengambil sebagian nasi yang sedang dimasak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;culik (tk)        culik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cunduk (ta)        tusuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cundrik (ta)        keris kecil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cupet (ts)        terbatas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cupu (ta)        wadah kecil, biasanya untuk menyimpan perhiasan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;curek (ta)        kotoran telinga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cures (ts)        habis/tertumpas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;curut (ta)        tikus bermoncong runcing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cuthik (ta)        tongkat penunjuk/ potongan dahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cuwa (ts)        kecewa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cuwil (tk)        mengambil sebagian kecil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;cuwil (tkr)        terkoyak/terpotong /pecah  sedikit di bagian tepi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;D &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dadak (ta)        harus, terpaksa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dadakan (tkr)        tanpa rencana&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dadakan (ta)        pemicu timbulnya permasalahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dadar (ta)        makanan/ telor digoreng melebar tipis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dadèn-dadèn (ts)        jadi-jadian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhadhal (ts)        runtuh terbawa arus air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dadi (ts)        jadi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dados; dados (ts)        jadi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dagang (tk)        berdagang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dahana (ta)        api&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dahuru (ta)        huru-hara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dahwèn (ta)        suka mencerca&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(ts) dalah  (tpy)        dan; bersama dengan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(ts) dalan  (ta)        jalan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(ts) dalem  (ta)        rumah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dalu; dalu (ta, tkr)        malam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(ts) damar  (ta)        lak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;damar (ta)        pelita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;damèn (ta)        barang padi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dami (ta)        jerami nangka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;damu (tk)        tiup&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dandan (tk)        bersolek/ merias diri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dandan-dandan (tk) memperbaiki bangunan (rumah dsb.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dandang (ta)        periuk nasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dandos; dandos (tk) perbaiki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;danawa        raksasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dara (ta)        burung dara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dara (ts)        betina muda (untuk ayam)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;darbé (tk)        milik, mempunyai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;darma (ta)        darma, kewajiban dalam hidup&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dasa (tw)        puluh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dawa (ts)        panjang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dawet (ta)        cendol&lt;/p&gt; &lt;p&gt;daya (ta)        daya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;daya-daya (tkr)       bersegera&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dédé (tkr)        bukan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;degan (ta)        kelapa muda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;deling (ta)        bambu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;demèk (tk)        pegang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;déné (tpy)        sedangkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dengkul (ta)        lutut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;désa (ta)        desa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;déwa (ta)        dewa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhadha        mengakui kesalahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhadha (ta)        dada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhadhak (ta)        getah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhadhakmerak (ta) pemain dalam kesenian reog yang memakai hiasan bulu  merak di kepalanya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhadhu (ta)        dadu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhadhung (ta)        tali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhagelan (ta)        lawak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhangka (ta)        tempat asal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhalang (ta)        dalang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhawah; dhawah (tk)        jatuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhawuh (ta; tk)        ucapan; perintah; memerintahkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhayoh (ta)        tamu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhédhé (tkr)        berjemur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhèdhèl (ts)        terlepas jahitannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhèdhès (ta)        bau harum yang keluar dari tubuh musang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhedhes (tk)        mendesak seseorang dengan pertanyaan agar ybs  mengaku/ membuka rahasia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhemen (tk)        suka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhèmpèt (ts)        melekat/rapat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhèndhèng (ta)        daging dikeringkan dengan bumbu tertentu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhéwé (tkr)        sendiri; sendirian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhidhis (tk)        mencari kutu di kepala sendiril&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhingklang (ts)        pincang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhingkluk (tk)        tunduk/menghadak ke bawah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhodhog (tk)        ketuk pintu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhodhos (tk)        lubangi dari bawah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhompol (tw)        untaian dalam 1 tangkai  (untuk buah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhondhong (ta)        nama buah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhongkol (ta)        mantan pejabat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhoyong (ts)        miring&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhudha (ta)        duda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhupak (tk)        tendang menggunakan tumit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhuwit (ta)        uang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dhuwur (ts)        tinggi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dingklik (ta)        bangku kecil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;disik (tkr)        terlebih dulu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dluwang (ta)        kertas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dolan (tk)        bertandang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dolanan (ta, tk)        bermain, mainan, permainan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;donga (ta)        doa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dora (tkr)        tidak terus terang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dosa (ta)        dosa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;drèngès (ta)        bunga sirih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;driji (ta)        jari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dubang (ta)        ludah merah/ ludah orang yang makan sirih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;duduh (ta)        kuah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;duduh (tk)        beritahu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dugang (tk)        tendang dengan lutut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dulur (ta)        saudara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dulit (tk)        colek&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dumuk (tk)        sentuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dumunung (tk)        berada; bertempat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dunung (ta)        tempat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;duratmaka (ta)        pencuri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;duren (ta)        durian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;durung (tkr)        belum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dustha (tk)        curi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;duwa (tk)        tentang, lawan, tidak menyetujui&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dwi (tw)        dua&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;E&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;éca; éca (ts)        enak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;édan (ts)        gila&lt;/p&gt; &lt;p&gt;eden (tk)        ejan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;édhum (ts)        terlindung dari sinar matahari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;èdi (ts)        indah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éka (tw)        satu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;elar (ta)        bulu unggas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;èlèk (ts)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éling (tk, ts)        ingat, sadar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;élok (tkr)        aneh, ajaib&lt;/p&gt; &lt;p&gt;eluk (tk)        tekuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éman (tk)        sayang kalau hilang atau rusak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;embah (ta)        nenek/kakek&lt;/p&gt; &lt;p&gt;embuh (tpw)        entah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;emoh (tk)        tidak mau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;emplok (tk)        memasukkan ke mulut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;empuk (ts)        lembut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;émut ; émut (tk)        ingat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;emut (tk)        kulum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enak (ts)        enak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;èncèr (ts)        cair&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éndah (ts)        indah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;endas (ta)        kepala binatang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éndha (tk)        berkelit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éndhang (ta)        gadis padepokan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éndhang (tk)        jenguk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;endi (tg)        mana&lt;/p&gt; &lt;p&gt;endog (ta)        telur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enek (ts)        mual&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enem (tw)        enam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enep (tk)        endap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ener (ta)        arah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;énggal (tkr)        cepat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;énggal (ts)        baru&lt;/p&gt; &lt;p&gt;énggar (tk)        hibur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;énggok (tk)        belok&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enggon (ta)        tempat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enjing; enjing (ta, tkr)        pagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;entas (tk)        angkat, ambil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enték (ts)        habis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;entén (tk)        tunggu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;entén-entén (ta)        isi jajanan terbuat dari partan kelapa  dimasak dengan gula merah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;énthéng (ts)        ringan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;énthong (ta)        sendok nasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éntuk (tk)        dapat, boleh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;entup (ta)        sengat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;entut (ta)        kentut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enyang        tawar (harga)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;epang (ta)        dahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;erah (tk)        ambil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éram (tk)        heran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;eri (ta)        duri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;esthi (tk)        latih; pelajari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;estu (tkr)        sungguh, jadi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;esuk (ta, tkr)        pagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éthok-éthok (tk)        pura-pura&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éwa (ts)        kecewa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éwadéné  (tpy)        walaupun demikian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éwah (tk)        ubah; berubah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éwuh (tk)        rikuh; serba salah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éyang (ta)        terlindung dari sinar matahari atau hujan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;éyup (ts)        terlindung dari sinar matahari atau hujan&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;G&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;gada (ta)       gada; senjata pemukul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gadhah (tk)       mempunyai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gabah (ta)        padi yang telah terlepas dari tangkainya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gagah (ts)        gagah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gagak (ta)       burung pemakan bangkai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gagang (ta)        tangkai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gagas (tk)       pikir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gagasan (ta)       pemikiran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gagé (tkr)       cepat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gajah (ta)        gajah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gajih (ta)        lemak jenuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;galak (ts)        galak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;galar (ta)        batang bambu; alas kasur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;galengan (ta)        jalur pembatas petak sawah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;galih (tk)        merasakan dalam hati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gaman (ta)        senjata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gambang (ta)        alat musik pukul, bagian dari gamelan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gambar (ta)        gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gambas (ta)        petola&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gambir (ta)        buah pinang yang sudah diolah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gambir anom (ta)        nama tarian ksatria&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gambyong (ta)        nama tarian untuk menyambut tamu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gamel (tg)        tukang merawat kuda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gamelan (ta)        alat musik Jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gampang        senang/mudah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gampil (ts)        gampang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gamping (ta)        kapur tembok&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ganda (ta)        bau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gandarwa (ta)        hantu besar hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gandheng (ts)        gandeng&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gandhes (ts)        luwes&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gandhol (tkr)        bergantung  pada sesuatu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gandhul (tkr)        tergantung (untuk benda yang berat)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ganep (ts)        gebap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gangsal (tw)        lima&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gangsar (tkr)        lancar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ganjar  (tk)        ganjar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ganjaran (ta)        hadiah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ganjil (ts)        ganjil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gantung (tk)        gantung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gaplek (ta)        singkong yang dikeringkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gapuk (ts)        rapuh dimakan usia (untuk kayu)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gapyuk (tkr)        tidak sengaja bertemu berhadapan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;garan (ta)        gagang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;garing (ts)        kering&lt;/p&gt; &lt;p&gt;garu (ta; tk)        alat penggaruk tanah; menggaruk tanah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;garudha (ta)        garuda, nama burung dalam mitos Jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;garwa (ta)        suami/istri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gasik (tkr)        awal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gatel (ts)        gatal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gathot (ta)        makanan dari gaplek&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gawan (ta)        bawaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gawang-gawang (tk)        terbayang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gawat (ts)        gawat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gawé (tk)        buat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gayuh (tk)        capai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;geber (tk)        layar penutup panggung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gebug (tk, ta)        hantam badan dengan benda keras; pemukul besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gedhang (ta)        pisang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gedhé (ts)        besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gegana (ta)        angkasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gegayuhan (ta)        keinginan/cita-cita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;geger (ta)        punggung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gègèr (tkr)        riuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gegedhug (ta)        pimpinan (untuk kelompok penjahat, pembuat onar)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gela (ts)        kecewa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gelak (tk)        percepat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gelang (ta)        gelang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gelar (tk)        bentang (tikar)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gelas (ta)        gelas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gelem (tk)        mau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gelis (tkr)        cepat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemak (ta)        burung puyuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemang (tk)        tidak mau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gembili (ta)        sejenis ubi/talas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemblak (ta)        anak lelaki yang dijadikan kekasih seorang lelaki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemblung (ts)        tidak normal pikirannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gembok (ta)        gembok&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gembor (ta)        alat untuk menyiram tanaman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemes (tk)        gemas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemlethak (ts)        bergeletakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemlundung (tk)        bergelundungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemuk (ta)        lemak; pelumas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemrégah (tk)        bangkit seketika&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemrubug (tkr)        menderu (suara angin)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gemrudug (tkr)        pergi/datangnya dalam jumlah besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;genah (ts)        jelas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gendèr (ta)        nama alat musik pukul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gendhakan (ta)        wanita simpanan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gendhèng (ts)        atap seng&lt;/p&gt; &lt;p&gt;genthèng (ts)        genteng&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gendheng (ts)        gila&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gendhing (ta)        musik Jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gendhuk (tg)        panggilan untuk anak perempuan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gendruwo (ta)        hantu besar hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gendul (ta)        botol&lt;/p&gt; &lt;p&gt;geni (ta)        api&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gènjèr (ta)        nama sayuran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;genjot (tk)        genjot&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gèntèr (ta)        galah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;genthong (ta)        tempayan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;genuk (ta)        tempayan kecil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gepuk (tk)        pukul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;geplak (ta)        nama jajanan terbuat dari kelapa parut dan gula&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gèpèng (ts)        pipih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gerah (ts)        sakit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gerang (ts)        dewasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gerèh (ta)        ikan asin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gering (ts)        sakit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;germo (ta)        mucikari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gero-gero (tk)        menangis melolong-lolong&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gèsèh (ts)        berbeda; tidak pas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;geseng (ts)        hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;getak (tk)        hardik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;getap (ts)        cepat bertindak/bereaksi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;getas (ts)        retas; mudah patah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gèthèk (ta)        rakit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gething (tk)        benci&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gethuk (ta)        singkong rebus tumbuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;getih (ta)        darah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;getir  (ts)        rasa antara pahit menusuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;getun (ts)        menyesal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gila (ts)        jijik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gilig (ts)        tidak pipih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ginanjar (tk)        diberi hadiah/ganjaran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;giris (ts)        ngeri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;githok (ta)        belakang leher&lt;/p&gt; &lt;p&gt;glangsaran (tkr)        jatuh terkapar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;glathik (ta)        burung gelatik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;glenik (tk)        bujuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;glethak (tk)        terletak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;glindhing (tk)        menggelinding; bergulir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gludhug (ta)        guruh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;glundhung (tk)        menggelinding; terguling&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gobang (ta)        uang logam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gocèk (tk)        berpegang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;godhag (ts)        mampu berbuat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;godhog (ts, tk)        rebus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;godhong (ta)        daun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gombak (ta)        surai kuda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gombal (ta)        kain usang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gondhal-gandhul (ts)        berayun-ayun (untuk benda yang  tergantung)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gondhangen (ts)        bengkak setelah dikhitan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gondhelan (tk)        berpegang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gondhok (ta)        bengkak pada kelenjar di leher&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gondhol (tk)        bawa lari/gonggong&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gondhong (ta)        bengkak pada leher&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gosong (ts)        hangus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gothot (ts)        berotot&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gotong (tk)        angkat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gowang (ts)        berlubang pada tepi (gigi, pisau)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;grabah (ta)        perlengkapan rumah dari tanah liat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gragal (ta)        kerikil besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gragapan (tkr)        dalam keadaan belum sepenuhnya terjaga dari  tidur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;grahana (ta)        gerhana&lt;/p&gt; &lt;p&gt;grana (ta)        hidung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;grapyak (ts)        ramah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;grenengan (tk)        berbicara dengan suara rendah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;grèsèk (tk)        mencari di antara sisa-sisa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gringgingen (ts)        kesemutan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gringsing (tg)        jenis kain/tenunan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;griya (ta)        rumah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gruwung (ts)        berlubang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;grudhal (ta)        kotoran gigi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gudig (ta)        kudis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gudir (ta)        agar-agar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gugah (tk)        bangunkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gugu (tk)        percaya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gulu (ta)        leher&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gulung (tk)        gulung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;guling (ta)        guling&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gumpil (tk)        runtuh (tanah)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gumuk (ta)        bukit kecil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gumyak (kr))        ramai; ceria&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gundhul  (ts)        tidak berambut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gundhul (ta)        kepala&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gurah (ta)        nama tanaman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gurah (tk)        membersihkan saluran pernafasan menggunakan getah  tanaman gurah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gusah (tk)        halau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;guwa (ta)        gua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;guyon (tk)        gurau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;guyub (ts)        rukun damai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gudheg  (ta)        masakan terbuat dari nangka muda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gori  (ta)        nangka muda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gogor  (ta)        anak harimau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gugur  (tk)        mati di medan perang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;grudug (tk)        pergi/ datang dalam jumlah besar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;gya (tkr)        segera&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;H&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;hastha (tw)        delapan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hara (tpw)        coba&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hayo (tpw)        hayo&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;I&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;iba (tsb)        betapa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iberé (ta)        terbang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ibu (ta)        ibu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ical; ical (ts)        hilang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;idep (ta)        bulu mata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ider (tk)        berjualan berkeliling&lt;/p&gt; &lt;p&gt;idu (ta)        ludah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;idhep-idhep (tsb)        sekalian; hitung-hitung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;idhi (ta)        izin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iga (ta)        tulang belikat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iguh (ta)        upaya; cara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ijir (tk)        berhitung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ijem; ijem (ts)        hijau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ijo (ts)        hijau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ijol (tk)        tukar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iket (ta)        ikat kepala&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iki (tg)        ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iku (tg)        itu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iler (ta)        air liur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iming-iming (ta)        hadiah yang dijanjikan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ila-ila (ta)        kepercayaan; pantangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ilat (ta)       lidah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iler (ta)        liur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ili (ta)        aliran (air, darah, dsb.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;imbal (tsb)        berselang-seling; saling&lt;/p&gt; &lt;p&gt;imbu (tk)        peram&lt;/p&gt; &lt;p&gt;imbuh (tk)        tambah; bonus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;impèn (ta)        mimpi; impian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ina (ts)        hina&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ing (tpr)        di&lt;/p&gt; &lt;p&gt;inger (tk)        geser dengan sedikit mengubah arah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ingklik (ta)        bunga singkong&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ingklik (tkr)        cepat-cepat berlalu; berjalan cepat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ingkung (ta)        ayam panggang utuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ingsun (tg)        saya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ingu (tk)        memelihara (hewan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ingon-ingon (ta)        hewan peliharaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;inuman (ta)        minuman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iring (tk)        iring&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iringan (tkr)        samping&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ireng (ts)        hitam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;isep        hisap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;isih (tkr)        masih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;isin (ta, ts)        malu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;isis (ts)        sejuk terkena semilir angin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;iwak (ta)        ikan&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;J&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;jabang (ta)       bayi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jabel (tk)       cabut kembali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jabut (tk)       cabut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jadah (ta)       nama jajanan dari ketan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaé (ta)       jahe&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaga (tk)       jaga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jagabaya (ta)       petugas keamanan desa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jagad (ta)       dunia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jagal (ta)       tukang potong hewan ternak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jagang (ta)       penopang, standar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jail (ts)       jahil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jajah (tk)        menguasai wilayah  negara lain&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jajah (ts)       telah bepergian ke berbagai pelosok&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jajal (tk)       coba&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jajan (ta)       makanan ringan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaka (ts)        jejaka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jala (ta)       jala&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaladri (ta)       lautan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jalak (ta)       nama burung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jalaran (ta)       penyebab&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaler; jaler (ts)       laki-laki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jalma (ta)       manusia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jalu (ta)       taji&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaluk (tk)       minta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaman (ta)       jaman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jamas  (tk)       keramas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jambak (tk)       tarik rambut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jamban (ta)       peturasan; kamar mandi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jambé (ta)        pinang (tanaman)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jambul (ta)        jambul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jamu (ta)       obat tradisional jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jan (tpw)        sungguh-sungguh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jangan (ta)       sayur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jangar (ts)       rasa sakit dan panas di kepala&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jangga (ta)       leher&lt;/p&gt; &lt;p&gt;janggel (ta)       tongkol jagung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;janggut (ta)       dagu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jangka (ta)       jangka; ramalan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jangkar (tk)       memanggil nama, tanpa sebutan penghormatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;janma (ta)       manusia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;japa (ta)       mantra&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jarak (tk)       cari perkara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaran (ta)       kuda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jarang (ta)       air panas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaré (tk)       katanya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jarem (ts)       tuam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jarik (ta)       kain panjang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jarit (ta)       kain panjang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jarké (tk)       biarkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jarwa (tk)        cerita, terjemah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jatah (ta)       jatah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jathilan(ta)       tarian kuda kepang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jatukrama(ta)       jodoh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jawa (ta)       jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jawa (ts)       bertanggung jawab; tahu kewajibannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jawah; jawah (tk,ta)       hujan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jawat (tk)       ganggu, godha (antara pria dan wanita)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jawata (ta)       dewa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jawi (ta)       jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jawil (tk)       senggol&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jaya (ts)        jaya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jèbèng (ta)       panggilan untuk bayi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jegog (tk)        salak (anjing)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jegur (tk)       terjun ke dalam air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jejeg (tk)       tendang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jejeg (ts)       tegak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jejer (ta)        adegan dalam pagelaran wayang yang menggambarkan   ertemuan raja,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;para punggawa serta keluarga istana&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jèjèr (ts)        bersanding, bersebelahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jejuluk        panggilan, sebutan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jelih (tk)       teriak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jembar (ts)       luas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jembrak (ts)       rambut yang gondrong dan berdiri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jèmbrèng (tk)       buka lebar (untuk kain, kertas, dsb.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jembut (ta)       rambut kemaluan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jempalik (tk)        terguling ke arah berlawanan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jempol (ta)       ibu jari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jemuwah (ta)       jumat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jenang (ta)       bubur halus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jenar (ts)       merah; kuning emas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jenaté (ts)        Al,arhum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jené (ta)       kuning&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jeneng (ta)       nama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;enggèlèk (tkr)        bangkit secara tiba-tiba&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jenggong (tk)        salak (anjing)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jengkar (tk)        pindah, meninggalkan tempat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jèngkèl (ta)       jengkel&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jengking (tk)       tungging&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jengkol (ta)       jering&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jenthik (ta)       kelingking&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jepit (tk)       jepit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jeplak (tk)       membuka dengan cepat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jeram (ta)       jeruk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jèrèng (ts)       juling&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jerit (tk)       jerit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jero (ts)       dalam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jerohan (ta)       isi perut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jeruk (ta)       limau&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jethungan (tk)       petak umpet&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jèwèr (tk)       ditarik telinganya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jimat (ta)       jimat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jirih (ts)       penakut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jiwa (ta)       jiwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jiwit (tk)       cubit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jlèntrèh (tk)       jelaskan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jodho (ta)       jodoh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jojoh (tk)       cucuk dengan benda tajam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jomplang (ts)       tidak setimbang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jorok (tk)       dorong sampai jatuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jothak (tk)       seteru&lt;/p&gt; &lt;p&gt;juju (tk)       suap langsung ke dalam paruh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jujug (tk)       langsung menuju&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jujul (ta)       kembalian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jujur (ts)       lurus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jujur (ts)       jujur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;julungpujut (tg)        nama wuku dalam penanggalan jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;julungwangi (tg)        nama wuku dalam penanggalan jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jumadilakir (tg)        nama bulan dalam penanggalan jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jumadilawal (tg)        nama bulan dalam penanggalan jawa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jumantara (ta)        angkasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jumawa (ts)        angkuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jumbuh (ts)        bertemu, cocok (untuk pendapat, pemikiran)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jumpalitan (tk)        berguling-guling (koprol)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jungkat (ta)       sisir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;jupuk (tk)       ambil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;juragan (ta)       majikan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;juwèh (ts)       suka memberikan komentar tentang urusan orang lain&lt;/p&gt; &lt;p&gt;juragan (ta)       majikan&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;K&lt;/h1&gt; &lt;h1&gt;Kabeh       semua&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;Kacu       sapu tangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kacuk       kemaluan laki laki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kacung       pelayan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kademen       kedinginan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kadingaren       tumben&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kadipaten       kadipaten&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kadohan       kejauhan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kakehan       kebanyakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kambil       kelapa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kampleng       pukul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kampul2       mengambang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kampung       kampung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kana       sana&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kanca        teman/kawan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kanda       bilang/mengatakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kandang       kandang&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;Kapok       kapok /tidak mau mengulangi&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;Kapuk       kapas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasep       terlambat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kasur       kasur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kathok       celana&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;Kawat       kawat&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;Kebak       penuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemu       kumur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kecelek       tertipu/terlambat tidak mendapatkan apa apa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kecik       biji&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemaki       belagu ( laki-laki )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemayu       genit ( perempuan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kembang       bunga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kembar       kembar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kembung       kembung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemingkel       terbahak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kena       kena&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kene       sini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenceng       banter&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kendel       berani&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kendi       kendi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kendil       periuk nasi dari tanah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kendo       longgar/kurang kuat/rapat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerdus       kardus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kethak       jitak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenthir       gila&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenthongan       kentongan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keplok       tepuk tangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kere       kere/gembel&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerek       kerek&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keri       ketinggalan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keselak       tersedak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kikir       kikir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisruh       kisruh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kiwa       kiri&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;Klambi       baju kemeja&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;Klapa       kelapa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Klebu       masuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Klebon       kemasukan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Klilip       kelilipan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kluwih       nangka sayur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kobong        terbakar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kodok       katak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kocak       kocak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kolak        kolak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Konangan       ketahuan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondang       terkenal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Koplok       pukul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kopong       tidak ada isinya, kosong&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kosok Balen       sebaliknya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kosokan       gosokan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kothak       kotak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Krama       bahasa jawa halus, kawin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kramas       keramas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kramat       keramat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kucing       kucing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kudu       harus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kudung       kerudung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kulit       kulit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kulu       tetelan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kumat       kambuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kumu       kumur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kuna       kuno&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kura        kura-kura&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kutha       kota&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;Kuwat       kuat&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;Kuwi       itu&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;L&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;Labuh       berlabuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ladrang       istilah dalam seni karawitan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Laku        perjalanan hidup/cobaan yang harus dilalui&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalen       pelupa/gampang lupa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Laler       Lalat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lali        lupa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lambaran       dasar/alas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lambe       bibir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lamur       kabur (pandangan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lanang        laki-laki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lancang       lancang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Landep        tajam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lapangan       tanah lapangan/lapangan sepak bola&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lara       sakit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Laras       laras&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Laris       laris&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Latar       halaman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lawa       kelelawar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Legi        manis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lelakon       cerita hidup&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lelayu       berita kematian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lemah        tanah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lemes       lemas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lempung       tanah liat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lemu       gemuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lemut       nyamuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lenga       minyak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lengen       lengan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lenggah       duduk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lesehan       lesehan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lesus       angin lesus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lima       lima&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Limpung       ubi goring&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lindu       gempa bumi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Linggih       duduk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lintang       bintang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lintu        tukar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lirih        pelan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Liya        lain&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Liyane       yang lain&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lobok        kebesaran/kegedean&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Loji       rumah besar bertingkat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Loma       murah hati/dermawan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lombok       cabe/lombok&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Londo       belanda/orang barat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lor        utara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Loro       dua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Luber        meluber&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lugu       lucu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lumantar       melalui sesuatu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lumrah       wajar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lunga         pergi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lungguh        duduk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lurah       lurah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Luwe       lapar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Luwih       lebih&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;O&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;obah (tk)        bergerak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;obong (tk)        bakar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;obor (ta)        obor&lt;/p&gt; &lt;p&gt;obok-obok (tk)        aduk-aduk menggunakan tangan ( biasanya ke air )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;oceh (tk)        cakap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ogak (ts)        goyang (untuk gigi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ombak (ta)        ombak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ombe (tk)        minum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;omben-omben (ta)        minuman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;omber (ts)        luas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ombyok (tw)        ikatan besar (untuk sayuran, buah- buahan, dsb.)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;omong (tk)        cakap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ompol (ta)        air kencing yang dikeluarkan dalam tidur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;opak (ta)        kerupuk dari umbi-umbian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ora (tkr)        tidak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;orak-arik (ta)        masakan dari telur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;orat-arit (tk)        berantakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;osik (ta)        gerak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;owah (ts)        gila&lt;/p&gt; &lt;p&gt;owah (tk, ts)        berubah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;oyok (tk)        rebut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;oyot (ta)        akar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;U&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ubarampé (ta)        perlengkapan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ucek (tk)        gosok-gosokkan (mata, cucian)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uceng (ta)        jenis ikan sungai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udakara (tpy)        kira-kira, kurang lebih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ucul (tk, ts)        terlepas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udal-udal (tk)        membongkar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udan (ta)        hujan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udani (tk)        telanjangi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udel (ta)        pusar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udheng (ta)        ikat kepala&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udi (tk)        ajar; pelajari&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udud (ta; tk)        rokok; merokok&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udun (ta)        bisul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;udur (tk)        berdebat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uga (tkr)        juga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ugal-ugalan (tkr)        bertindak tanpa mengindahkan aturan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ugel-ugel (ta)        pergelangan tangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uger-uger(ta)        kusen&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uget-uget (ta)        larva&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ugi (tkr)        juga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ugungan (ts)        senang dipuji&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uja (tk)        penuhi segala keinginan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ujar (ta)        perkataan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ujub (tk)        laksanakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ujur (ta)        membujur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ukara (ta)        kalimat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ukir (tk)        ukir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ula (ta)        ular&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ular-ular (ta)        petuah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ulem (tk)        undang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uleng-ulengan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uler (ta)        ulat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ules (ta)        warna (untuk binatang)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ulet (ts)        liat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ulu (tk)        telan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ulung (tk)        serah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uman (tk)        kebagian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umbar (tk)        biarkan/ lepaskan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umbel (ta)        ingus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umbul (ta)        gambar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umbul (ta)        mata air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umbul-umbul (ta)        bendera&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umek (ts)        tidak bisa diam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umik-umik (tk)        komat-kamit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umob (ts)        didih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umpak (ta)        alas tiang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umplung (ta)        kaleng&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umum (tk)        umum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umur (ta)        umur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;umyek (tk)        sibuk sendiri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;undamana (tk)        maki-maki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;undang (tk)        panggil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;under (tkr)        pusat, inti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;undha (tk)        terbangkan (untuk layang-layang)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;undha-undhi (tks)        sama saja, selisih usianya sedikit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;undhuh (tk)        petik/tuai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;undur (tk)        gerak ke belakang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;undur-undur (ta)        nama serangga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uni (ta)        bunyi, suara&lt;/p&gt; &lt;p&gt;unjuk (tk)        geser naik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;unjuk (tk)        minum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;unta (ta)        onta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;untab (tk)        temani saat-saat keberangkatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;untal (tk)        telan semuanya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;untel-untel (tk)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;unthuk (ta)        busa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;unting (tk)        ikat segepok&lt;/p&gt; &lt;p&gt;untir (tk)        pelintir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;untu (ta)        gigi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;untup-untup (tk)        muncul sedikit&lt;/p&gt; &lt;p&gt;upama (tpy)        umpama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;upaya (ta)        upaya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ura-ura (tk)        bernyanyi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;urik (ts)        curang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;urip (tk,ts)        hidup&lt;/p&gt; &lt;p&gt;usada (ta)        obat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;usir (tk)        usir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;usus (ta)        usus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;usus-usus (ta)        tali kolor&lt;/p&gt; &lt;p&gt;utang (ta)        hutang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uwa (tg)        sebutan untuk kakak ayah/ibu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uwal (tkr)        terlepas dari ikatan (untuk manusia)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uwan (ta)        uban&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uwang (ta)        rahang bawah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uwi (ta)        talas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uyuh        air seni&lt;/p&gt; &lt;p&gt;uyup       hirup (untuk cairan, mis. kuah sayur)&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;W&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;waca (tk)        baca&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wacana (ta)        wacana, diskursus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadal (ta)        tumbal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadanan (ta)        julukan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadas (ta)        cadas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadat (tkr)        tidak menikah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadhag (ta)        jasmani&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadhah (ta)        tempat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadhang (ts)        masakan kemarin (untuk nasi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadhuk (ta)        bendungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadhuk (ta)        perut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadi (ta)        rahasia&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadon (ts)        perempuan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wadul (tk)        mengadu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wagé (tg)        nama pasaran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wagu (ts)        janggal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waja (ta)        gigi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waja (ta)        baja&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wajan (ta)        kuali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wajik (ta)        nama jajanan terbuat dari ketan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wajik (ts)        jajaran genjang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;walanda (tg)        belanda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;walandi (tg)        belalang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;walang (ta)        belalang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;walèh (tkr)        bosan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wales (tk)        balas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;walesan (ta)        gagang pancing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wali (ta)        wali&lt;/p&gt; &lt;p&gt;walik (ta)        balik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waluh (ta)        labu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waluya (ts)        sehat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wana (ta)        hutan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanara (ta)        kera&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanadri (ta)        hutan rimba&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanci (ta)        waktu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanda (ta)        suku kata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanda (ta)        badan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wandé; wandé (ta)        warung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wandu (ts)        banci&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wangi (ts)        harum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wangsit (ta)        wahyu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wangun (ta)        bentuk&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wangwung (ta)        kumbang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wani (ts)        berani&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanita (ta)        wanita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanodya (ta)        wanita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanti-wanti (tk)        berpesan dengan sangat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanuh (tk)        tahu, kenal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waos (ta)        gigi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waos (tk)        baca&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wara-wara (ta)        pengumuman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warah (tk)        tunjuk/ajar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warak (ta)        badak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warangan (ta)        racun (biasanya dipakai untuk melumuri keris)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waranggana (ta)        penyanyi (dengan iringan gamelan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warangka (ta)        kerangka, sarung keris&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waras (ts)        sehat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wareg (ts)        kenyang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warèng (tg)        keturunan ke 5&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warga (ta)        warga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wargi; wargi (ta)        warga&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warih (ta)        banyu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waris (ta)        waris&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waringuten (tkr)        kewalahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warna (ta)        warna&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warok (ta)        orang berilmu (daerah Madiun, Ponorogo, Tenggalek  dan sekitarnya)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warsa (ta)        tahun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warta (ta)        berita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;warung (ta)        warung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wasis (ta)        pandai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waskitha (ts)        waspada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waspa (ta)        air mata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waspada (ts)        waspada&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wastani (tk)        kira, sangka; namakan, sebut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wastra (ta)        laut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;watak (ta)        watak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;watara (tkr)        kira-kira&lt;/p&gt; &lt;p&gt;watek (ta)        watak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wates (ta)        batas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;waton (tkr)        asal-asalan; asalkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;watu (ta)        batu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wau (tg)        tadi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wawacan (ta)        bacaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wawansabda (tk)        bercakap-cakap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wawas (tk)        pikir, timbang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wawasan (ta)        pikiran, pertimbangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wayah (ta)        masa/waktu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wayah (ta)        cucu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wayang (ta)        wayang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wayu (ts)        basi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wayuh (tk)        diduakan (oleh suami)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wé (ta)        air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wédang (ta)        minuman hangat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wédang (ta)        air matang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wedhak (ta)        bedak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wedhar (tk)        urai, bahas&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wedhi (ta)        pasir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wedi (ts)        takut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wedhon (t       hantu sawah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wédhok (ts)        perempuan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wedus (ta)        kambing&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wegah (ts)        enggan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wekas (ta)        pesan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wekasan (ta)        akhir&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wekdal; wekdal (ta)        waktu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wektu (ta)        waktu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;welas (ta, tk)        rasa kasihan; merasa kasihan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;welèh (tk)        balasan setimpal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;weling (ta)        ular belang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;weling (ta)        pesan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wenang (ts)        berwenang, berhak&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wengku (tk)        memangku, menikahi (pria menikahi wanita)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wening (ts)        bening&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wengi (tkr, tkr)        malam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wentis (ta)        betis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;werdi (ta)        arti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;werna (ta)        warna, jenis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;weruh (tk)        nampak, tahu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wesi (ta)        besi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wèt (ta)        hukum&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wetah ; wetah (ts)        utuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wétan (tg)        timur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;weteng (ta)        perut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;weton (ta)        hari kelahiran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wetu (tk)        keluar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wewaler (ta)        pantangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wéwé (ta)        hantu perempuan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wèwèh (tk)        memberi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wewengkon (ta)        daerah kekuasaan, wilayah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;widada (ts)        selamat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;widadara/i (ta)        bidadari laki-laki/perempuan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wigati (ts)        penting&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wiji (ta)        biji; benih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wijik (tk)        mencuci tangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wilang (tk)        hitung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wilangan (ta)        bilangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wilujeng (tkr)        selamat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;winarah (tk)        terjadi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wingènané (tg)        dua hari yang lalu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wingi (tg)        kemarin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wingit (ts)        angker&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wingking; wingking (tkr)        belakang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;winengku (tk)        disunting; diperistri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;winisuda (tk)        diwisuda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;winih (ta)        benih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wirama (ta)        irama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wirang (ts)        malu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wirid (ta)        kata atau kalimat pujian kepada Allah yang dibaca  berulang-ulang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wiridan (ta)        pembacaan wirid&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wiring galih (ta)        hitam (ayam jago)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wiron (ta)        bagian dari kain panjang yang dilipat memanjang  bersusun yang akan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;diletakkan di bagian terluar di depan pada saat kain panjang  dikenakan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wiru (tk)        melipat bagian tepi kain panjang menjadi  lipatan-lipatan kecil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;memanjang bersusun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wis (tkr)        sudah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wisa (ta)        bisa, racun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wisik (ta)        bisikan, wahyu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wisma (ta)        rumah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wisuh (tk)        basuh tangan/kaki&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wisuda (tk)        wisuda&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wit (ta)        pohon&lt;/p&gt; &lt;p&gt;witikna (tpy)        salah sendiri; mengapa pula&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wiwit (tk)        mulai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wondéné (tpy)        sedangkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wong (ta)        orang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wos (ta)        arti&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wos; wos (ta)        beras&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wot (ta)        jembatan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wrangka (ta)        sarung keris&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wré (ta)        kera&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wréda (ta)        yua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wucal; wucal        ajar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wuda (tkr)        telanjang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wudhar (tk)        terurai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wudun (ta)        bisul&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wukir (ta)        gunung&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wulang        ajar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wulu (ta)        bulu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wulung (ta)        elang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wulung (ts)        ungu tua&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wungkuk (ts)        bongkok&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wungu (ts)        ungu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wungu: wungu (tk)        bangun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wuninga (ts)        tahu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wuri (tkr)        belakang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wuruk (tk)        tunjuk/ajar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wurung (tkr)        batal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wus (tkr)        sudah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wusana        akhir, kejadian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wuta (ts)        buta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wutah (tk)        tumpah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wutuh (ts)        utuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wuwung (ta)        bubungan atap&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wuwuh (tk)        tambah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wuwus (ta)        bicara, kata-kata&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wuyung (ts)        kasmaran&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Y&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yasa (tk)        membuat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yamadipati (tg)        dewa kematian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yayah (ta)        ayah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yuyu (ta)        kepiting sungai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yayi (tg)        adik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yèn (tpy)        bila, jika&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yuta (tw)        juta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yuswa (ta)        umur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yekti  (ts)        sungguh; benar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yuwana (ts)        selamat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yaksa (ta)        raksasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yatra (ta)        uang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt; javanese&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/profile/06652089548141004421"&gt;manazati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://www.google.com/"&gt;'mbah  Google'&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 102);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://alangalangkumitir.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-2296827123441163141?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/2296827123441163141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=2296827123441163141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/2296827123441163141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/2296827123441163141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/kamus-bahasa-jawa.html' title='Kamus Bahasa Jawa'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-8742970126113001512</id><published>2010-05-27T20:03:00.018+07:00</published><updated>2010-05-28T18:06:17.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksara Jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><title type='text'>Javanese Alphabet (Aksara Jawa)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_6Y49m9PYI/AAAAAAAAAM4/EalU05sWkt0/s1600/Sample+text+in+the+Javanese+alphabet+%28Lord%27s+Prayer%29.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 209px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_6Y49m9PYI/AAAAAAAAAM4/EalU05sWkt0/s320/Sample+text+in+the+Javanese+alphabet+%28Lord%27s+Prayer%29.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475982301307157890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Ujar-ujar       kuno dalam bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; ini mengandung arti bahwa budi pekerti  seseorang  atau      suatu bangsa (Jawa) akan terlihat melalui bahasa yang  dituturkannya. Bahwa kemudian &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html"&gt;bahasa jawa&lt;/a&gt; itu menjadi kurang populer  dikalangan  masyarakat      jawa itu sendiri bukanlah suatu alasan untuk  melupakan apalagi  membuang &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html"&gt;budaya      jawa nan adiluhung ini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sejak gelaran  KBJ   IV di Semarang pada taun 2006, usaha untuk meregistrasi aksara jawa  agar  masuk dalam standar unicode mulai intensif di laksanakan. Tim  khusus  Registrasi Unicode aksara jawa berhasil dibentuk dengan  dikomandani  oleh Ki &lt;a href="http://hanacaraka.fateback.com/www.ganeshiana.org"&gt;Hadiwaratama&lt;/a&gt;   (Bandung), Ki &lt;a href="http://hanacaraka.fateback.com/www.ki-demang.com"&gt;Sudarto HS&lt;/a&gt;   (Jakarta) dan Ki Bagiono Sumbogo (Jakarta). Kerja keras yang telah   dikerjakan selama kurang lebih 3 tahun ini akhirnya membuahkan hasil   dengan telah diterimanya aksara j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"  &gt;awa sebagai aksara yang diakui dalam   standar unicode pada tanggal 1 Oktober 2009. Sejajar sudah kedudukan   aksara jawa (hanacaraka) dengan aksara-aksara tradisional di dunia   lainnya seperti aksara arab, aksara hiragana, aksara kanji, aksara   devanagari dan lainnya yang telah diakui terlebih dahulu. Sebenarnya   dalam aksara-aksara nusantara, aksara jawa merupakan aksara ke-5 yang   diakui Unicode setelah aksara Bugis, aksara Bali, aksara Rejang dan   aksara Sunda. Semoga dengan diakuinya aksara Jawa sebagai bagian aksara   tradisional di dunia menambah semangat kita selaku pemilik aksara Jawa   untuk kembali mempelajari, menggunakannya sekaligus melestarikannya   dalam kehidupan sehari-hari.. Semoga.!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://hanacaraka.fateback.com/"&gt;http://hanacaraka.fateback.com&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aksara Jawa yang mungkin sudah kita lupakan??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dipostingan ini saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ingin menyegarkan ingatan kita akan aksara &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; yang dulu pernah diajarkan saat kita masih dibangu SD (Sekolah Dasar). Atau &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html"&gt;mungkin sama sekali belum pernah mempelajari?&lt;/a&gt;(...waduuuhhh;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka Jawa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_6T_BlGp5I/AAAAAAAAAMw/lnOZILwr-uM/s1600/Numerals.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 56px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_6T_BlGp5I/AAAAAAAAAMw/lnOZILwr-uM/s400/Numerals.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475976907894204306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;a href="http://hanacaraka.fateback.com/aksjwi.htm"&gt;'Munine Aksara Jawa  Carakan'&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial,  Helvetica,  sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial,  Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_6ANKk1uKI/AAAAAAAAAMg/J0yAoztR7EQ/s1600/javanese_cons.jpeg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_6ANKk1uKI/AAAAAAAAAMg/J0yAoztR7EQ/s400/javanese_cons.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475955160594626722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Cara mengejanya &lt;a href="http://hanacaraka.fateback.com/aksjwi.htm"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pasangan Konsonan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_6QV-BhBbI/AAAAAAAAAMo/9mnBK3Sg07s/s1600/Pasangan_konsonan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 114px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_6QV-BhBbI/AAAAAAAAAMo/9mnBK3Sg07s/s400/Pasangan_konsonan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475972904030111154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hanacaraka.fateback.com/aksjwi.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Font 'Honocoroko' bisa di download dengan &lt;a href="http://hanacaraka.fateback.com/dl_font.htm"&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babad Jawa AjiSaka (kisah dibalik terciptanya Aksara Jawa)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial,  Helvetica, sans-serif;color:#339900;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada               jaman dahulu, di Pulau Majethi hidup seorang satria tampan  bernama Ajisaka.Selain               tampan, Ajisaka juga               berilmu tinggi dan sakti mandraguna. Sang Satria mempunyai  dua orang               punggawa, Dora dan Sembada namanya. Kedua punggawa itu  sangat setia kepada               pemimpinnya, sama sekali tidak pernah mengabaikan  perintahnya. Pada suatu               hari, Ajisaka berkeinginan pergi berkelanan meninggalkan  Pulau Majethi.               Kepergiannya ditemani oleh punggawanya yang bernama Dora,  sementara Sembada               tetap tinggal di Pulau Pulo Majethi, diperintahkan menjaga  pusaka andalannya.               Ajisaka berpesan bahwa Sembada tidak boleh menyerahkan  pusaka tersebut               kepada siapapun kecuali kepada Ajisaka sendiri. Sembada  menyanggupi akan               melaksanakan perintahnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial,  Helvetica, sans-serif;color:#339900;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ganti         cerita, pada masa itu di tanah Jawa terdapat negara yang  terkenal makmur,         tertib, aman           dan damai,         yang bernama Medhangkamulan.Rajanya bernama Prabu Dewatacengkar,  seorang         raja yang luhur budinya serta bijaksana. Pada suatu hari, juru  masak         kerajaan mengalami kecelakaan, jarinya terbabat pisau hingga  terlepas.         Ki Juru Masak tidak menyadari bahwa potongan jarinya tercebur ke  dalam         hidangan yang akan disuguhkan kepada Sang Prabu. Ketika tanpa  sengaja         memakan potongan jari tersebut, Sang Prabu serasa menyantap  daging yang         sangat enak, sehingga ia mengutus Sang Patih untuk menanyai  Ki         Juru Masak. Setelah mengetahui bahwa yang disantap tadi adalah  daging         manusia, sang Prabu lalu memerintahkan Sang Patih agar setiap  hari menghaturkan         seorang dari rakyatnya untuk santapannya. Sejak saat itu Prabu  Dewatacengkar         mempunyai kegemaran yang menyeramkan, yaitu menyantap daging  manusia.         Wataknya berbalik seratus delapanpuluh derajat, berubah menjadi  bengis         dan senang menganiaya. Negara Medhangkamulan beubah menjadi  wilayah yang         angker dan sepi karena rakyatnya satu persatu dimangsa oleh  rajanya,         sisanya lari menyelamatkan diri.  Sang Patih pusing memikirkan  keadaan,         karena sudah tidak ada lagi rakyat yang bisa dihaturkan kepada  rajanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial,  Helvetica, sans-serif;color:#339900;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada         saat itulah Ajisaka bersama punggawanya, Dora, tiba di  Medhangkamulan.         klawan punggawane,           Dora, tumeka         ing Medhangkamulan. Heranlah Sang Satria melihat keadaan yang  sunyi dan         menyeramkan itu, maka ia lalu mencari tahu penyebabnya. Setelah  mendapat         keterangan mengenai apa yang sedang terjadi di Medhangkamulan,  Ajisaka         lalu menghadap  Rekyana Patih, menyatakan kesanggupannya untuk  menjadi         santapan  Prabu Dewatacengkar. Pada awalnya Sang Patih tidak  mengizinkan         karena merasa sayang bila  Ajisaka yang tampan dan masih muda  harus         disantap Sang Prabu, namun   Ajisaka sudah bulat tekadnya,         sehingga akhirnya iapun dibawa menghadap Sang Prabu. Sang Prabu  tak habis         pikir, mengapa orang yang sedemikian tampan dan masih muda  mau   menyerahkan         jiwa raganya untuk menjadi santapannya.  Ajisaka  mengatakan         bahwa ia rela dijadikan santapan sang Prabu asalakan ia  dihadiahi tanah         seluas ikat kepala yang dikenakannya. Di samping itu, harus Sang  rabu         sendiri yang mengukur wilayah yang akan dihadiahkan tersebut.  Sang Prabu         menyanggupi permintaannya. Ajisaka kemudian mempersilakan Sang  Prabu         menarik ujung ikat kepalanya. Sungguh ajaib, ikat kepala itu  seakan tak         ada habisnya. Sang Prabu Dewatacengkar terpaksa semakin mundur  dan semakin         mundur, sehingga akhirnya tiba ditepi laut selatan. Ikat kepala  tersebut         kemudian dikibaskan oleh Ajisaka sehingga Sang Prabu terlempar  jatuh  ke         laut. Seketika wujudnya berubah menjadi buaya putih. Ajisaka  kemudian         menjadi raja di Medhangkamulan.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial,  Helvetica, sans-serif;color:#339900;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah                 dinobatkan menjadi raja Medhangkamulan, Ajisaka  mengutus  Dora pergi kembali ke  Pulo                 Majethi menggambil pusaka yang dijaga oleh Sembada.  Setibanya di  Pulo                 Majethi, Dora menemui Sembada dan menjelaskan bahwa ia  diperintahkan                 untuk mengambil pusaka  Ajisaka. Sembada tidak mau  memberikan pusaka                 tersebut karena ia berpegang pada perintah  Ajisaka  ketika meninggalkan  Majethi.                 Sembada yang juga melaksanakan perintah  Sang Prabu  memaksa                 meminta agar pusaka tersebut diberikan kepadanya.  Akhirnya kedua                 punggawa itu                 bertempur. Karena keduanya sama-sama sakti, peperangan  berlangsung                 seru, saling menyerang dan diserang, sampai keduanya  sama-sama                 tewas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica,  sans-serif;color:#339900;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kabar           mengenai tewasnya Dora dan Sembada terdengar oleh Sang Prabu  Ajisaka. Ia sangat           menyesal mengingat                 kesetiaan kedua punggawa kesayangannya itu. Kesedihannya  mendorongnya                 untuk menciptakan aksara untuk mengabadikan kedua orang  yang dikasihinya           itu, huruf-hurufnya adalah 'HaNaCaRaKa' diatas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html"&gt;Smoga bermanfaat &amp;amp; mari kita uri-uri 'Aksara Jawa' warisan leluhur ini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt; javanese&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/profile/06652089548141004421"&gt;manazati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.google.com/"&gt;'mbah Google'&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://hanacaraka.fateback.com&lt;br /&gt;http://www.omniglot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-8742970126113001512?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/8742970126113001512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=8742970126113001512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/8742970126113001512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/8742970126113001512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-alphabet-aksara-jawa.html' title='Javanese Alphabet (Aksara Jawa)'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_6Y49m9PYI/AAAAAAAAAM4/EalU05sWkt0/s72-c/Sample+text+in+the+Javanese+alphabet+%28Lord%27s+Prayer%29.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-4064555949716386202</id><published>2010-05-27T16:22:00.009+07:00</published><updated>2010-05-27T19:47:27.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>JAVANESE, oohhh... Pudarnya Tata Krama-mu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Tata Krama Bahasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Masyarakat &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; yang  identik dengan budaya &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_5Pam4HclI/AAAAAAAAAMI/yQOSklCfU88/s1600/%40Jawa_Adat.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_5Pam4HclI/AAAAAAAAAMI/yQOSklCfU88/s320/%40Jawa_Adat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475901515460211282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan  bicaranya. Aka&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;n tetapi, berkat adanya bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; sebagai bahasa  Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;. Penutur  asli bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; beralih bahasa menggunakan bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, padahal &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; telah  menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut  telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt; Jawa&lt;/a&gt; telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu  bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  Bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;nya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;ol  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Bahasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Krama alus atau inggil&lt;/span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;biasanya digunakan  dalam percakapan berikut: antara orang yang l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ebih muda dengan yang lebih  tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih  tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Bahasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Krama lugu&lt;/span&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; lugu  dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;  lugu lebih rendah dari bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; alus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahasa Jawa ngoko&lt;/span&gt; adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Peminat bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; (ditekankan, bahwa bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; ngoko tidak dapat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; alus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Yuk, kita bagi-bagi tugas:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orang Tua&lt;/span&gt;, seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Guru/sekolah&lt;/span&gt;, sekolah mengajarkan bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Akan tetapi, s&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;ekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; ketimbang bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; ketimbang bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; alus.&lt;/span&gt;  &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;arep lungo endi, Bu?”&lt;/span&gt; akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; alus, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“badhe tindak pundi, Bu?”&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincanganpun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; agar lebih diperhatikan oleh masyarakat &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;bahasa daerah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tata Krama Maradhayoh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;ANGON WAYAH, NGERTI WEKTU&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_5UQ_6F2vI/AAAAAAAAAMQ/w2k1AjFP828/s1600/DSC_0067.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_5UQ_6F2vI/AAAAAAAAAMQ/w2k1AjFP828/s200/DSC_0067.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475906847938829042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maradhayoh ora kena sakarepe dhewe, kudu  ngerti wayah sing trep kanggo mertamu. Aja mertamu wayahe wong ngaso lan  turu, kira-kira jam  loro nganti jam papat sore. Aja mertamu wancine  wong mangan, embuh wancine sarapan, mangan awan, utawa mangan bengi.  Senajan panjenengan dudu wong muslim, nanging yen maradhayoh wancine  wong nindakake ibadah prayogane enggal pamitan mulih. Upamane wancine  shalat magrib sing wektune mung sethithik, menawa krungu azan magrib  kudu enggal pamitan. Jroning sasi Ramadhan yen mertamu sore saperlune  wae, awit wayah sore wancine wong repot nyiapake buka.  Aja nganti  krungu azan magrib lagi gupuh pamitan. Mertamu sacukupe wae aja kesuwen,  mundhak sing ditamoni jeleh lan kesel nemoni. Rembugan aja nglantur.  Sing bisa momong pangrasane sing duwe omah. Yen sajake ora seneng dijak  ngrembug sawenehing bab, becike aja diterusake. Yen ana perlu wigati aja  kesuwen, enggal dikandhakake apa wigatine anggone mertamu.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mertamu  aja kliwat saka sak jam. Kajaba yen wis lawas ora ketemu upamane tilas  mitra raket nalika isih sekolah, kanca nyambutgawe ana kutha liya, lan  sapanunggalane. Iku wae iya kudu ndeleng kahanane sing ditamoni, seneng  apa ora ditekani. Prayogane nalika mertamu nganggo arloji, supaya ngerti  wanci. Sebab durung mesthi saben ruang tamu ana jame.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepriye  yen sing duwe omah sing nggandholi? Upamane merga wis suwe ora  ketemu,durung mari kangene, angger  arep pamitan mulih digandholi.  Panjaluke sing duwe omah kena dituruti nanging saperlune. Yen dirasa  keperluane wis cukup lan anggone mertamu wis rada suwe, prayogane tetep  nyuwun pamit nanging janji yen arep dolan maneh ing liya wektu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;TRAPSILA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Senajan  maradhayoh kuwi ora resmi nanging perlu migatekake tata susila. Klambi  sing sopan, apa maneh yen merdhayoh menyang omahe wong sing luwih tuwa.  Yen disuguhi aja kesusu diombe apa dipangan sadurunge dimanggakake sing  duwe omah. Menawa suguhane wedang diwadhahi cangkir lan lepek, anggone  njupuk salepeke, aja mung cangkire wae. Senajan wedange enak, nasthelgi,  aja dientekake nganti gusis nanging dingengehake sethithik wae ing  dhasare cangkir. Yen disuguhi jajan, panganan, anggone njupuk saperlune  senajan jajane enak tur weteng lagi luwe.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepriye yen dijak  mangan? Ana kalane maradhayoh disuguhi mangan senajan ora wancine  mangan. Mbokmenawa sing duwe omah lagi masak-masak enak apa lagi  slametan ulang tahun anake. Suguhan mau aja ditampik, mundhak gawe  gelane sing duwe omah. Yen suguhan mau wis diracik ing piring, kudu  dientekake aja nyisa.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menawa dijak mangan ing ruang makan anggone  imbuh ngenteni dimanggakake lan njupuk sacukupe wae. Rampung dhahar  sendhok lan garpu dikurebake ing piring lan dhaharan ing piring kudu  gusis kajaba balung lan eri. Aja watuk sajrone dhahar lan aja glegeken  sawise rampung. Menawa kudu watuk utawa glegeken diempet dhisik nganti  ninggalake ruang makan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;AJA PADU&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yen ana wong maradhayoh  sing perlune nagih utang, nagih janji, utawa marani barang sing disilih.  Sok-sok sing duwe omah gawe anyel, upamane durung bisa nyaur utange,  ora netepi janjine lan barang sing disilih rusak. Nanging senajan nesu  dikaya ngapa becike diampah sabisane. Sebab kurang prayoga yen nesu lan  muni-muni ing omahe liyan. Apa maneh yen keprungu tangga teparo nganti  padha metu nonton. Sulayane janji bisa dirembug sing sareh amrih  kekarone padha mareme. Senajan lagi nesu nanging yen mulih tetep pamitan  sing apik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt; javanese&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/profile/06652089548141004421"&gt;manazati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.google.com/"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'mbah Google'&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://serbajadul.blogspot.com/"&gt;http://serbajadul.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://threesuntea.blogspot.com/"&gt;http://threesuntea.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-4064555949716386202?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/4064555949716386202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=4064555949716386202' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4064555949716386202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4064555949716386202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/javanese-oohhh-pudarnya-tata-krama-mu.html' title='JAVANESE, oohhh... Pudarnya Tata Krama-mu'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_5Pam4HclI/AAAAAAAAAMI/yQOSklCfU88/s72-c/%40Jawa_Adat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-5088034331720383086</id><published>2010-05-25T14:12:00.010+07:00</published><updated>2010-05-26T01:01:26.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bani Jawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitologi Jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brahma'/><title type='text'>Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_wHysBMekI/AAAAAAAAAMA/BJvbIh5rS1w/s1600/Rejenu_muria.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 178px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_wHysBMekI/AAAAAAAAAMA/BJvbIh5rS1w/s400/Rejenu_muria.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475259814366706242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di dalam Kitab '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;al-Kamil fi al-Tarikh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;' tulisan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Ibnu Athir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, menyatakan  bahwa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/bani-jawa-penghuni-promised-land.html"&gt;Bani Jawi&lt;/a&gt; (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu Sumatera,  Bugis... dsb), adalah keturunan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/bani-jawa-penghuni-promised-land.html"&gt;Bani Jawi&lt;/a&gt; sebagai keturunan Nabi Ibrahim, semakin nyata, ketika  baru-baru ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;DNA Melayu&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;terdapat 27%  Variant Mediterranaen&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik).&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Variant Mediterranaen &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sendiri  terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi Ibrahim yang lain, seperti pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt; bangsa Arab&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Bani Israil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sekilas dari beberapa pernyataan di atas, sepertinya terdapat perbedaan  yang sangat mendasar. Akan tetapi, setelah melalui penyelusuran yang lebih  mendalam, diperoleh fakta, bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Brahma&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  yang terdapat di dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt; &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;Metologi Jawa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;indentik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;   &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Brahma adalah Nabi Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Mitos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Legenda&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, terkadang merupakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;peristiwa sejarah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;di lebih-lebihkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; dari kenyataan yang ada.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;Mitos &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Brahma&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sebagai &lt;/span&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;leluhur bangsa-bangsa di Nusantara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, boleh jadi merupakan peristiwa  sejarah, yakni mengenai kedatangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Siti Qanturah (Qatura/Keturah)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, yang kelak akan menjadi &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;l&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;eluhur Bani Jawi&lt;/a&gt; (Melayu Deutro).&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Dan kita telah sama pahami bahwa, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Nabi  Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; berasal dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;bangsa 'Ibriyah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;,  kata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;'Ibriyah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; berasal dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;'ain, ba, ra&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;'abara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang berarti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;menyeberang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Nama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Ibra-him&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;alif ba ra-ha ya mim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;),  merupakan asal dari nama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Brahma&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;ba ra-ha mim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;).&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Brahma&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang terdapat di dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/bani-jawa-penghuni-promised-land.html"&gt;Mitologi Jawa&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt; Nabi Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, di antaranya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; memiliki  isteri     bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sara&lt;/span&gt;, sementara &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brahma&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saraswati&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     pasangannya bernama      &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; hampir  mengorbankan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anak     sulungnya&lt;/span&gt; yang bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ismail&lt;/span&gt;,     sementara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brahma&lt;/span&gt; terhadap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anak     sulungnya&lt;/span&gt; yang bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Atharva&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan  U.     Ali)...     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brahma&lt;/span&gt; adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perlambang     Monotheisme&lt;/span&gt;, yaitu keyakinan kepada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tuhan     Yang Esa &lt;/span&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brahman&lt;/span&gt;),  sementara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nabi     Ibrahim&lt;/span&gt; adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rasul yang     mengajarkan ke-ESA-an ALLAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Monotheisme&lt;/span&gt; di dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kitab     Veda&lt;/span&gt;, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Yajurveda      Ch. 32 V. 3&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menyatakan bahwa &lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;tidak     ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yg berhak  disembah&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yajurveda Ch. 40 V. 8&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menyatakan bahwa &lt;strong&gt;Tuhan  tidak     berbentuk dan dia suci&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Atharvaveda  Bk.     20 Hymn 58 V. 3&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menyatakan bahwa sungguh &lt;strong&gt;Tuhan  itu     Maha Besar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Yajurveda      Ch. 32 V. 3&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menyatakan bahwa &lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;tidak     ada rupa bagi Tuhan&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menyebutkan : &lt;strong&gt;kami  tidak     menyembah kecuali Tuhan yg satu&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; menyebutkan &lt;strong&gt;“sembahlah      Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam &lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;em&gt;Brahama Sutra&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;     disebutkan : &lt;strong&gt;“Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua.  Tuhan     tidak berbilang sama sekali”&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;          &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;     http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Monotheisme&lt;/span&gt; di dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Veda&lt;/span&gt;,     pada mulanya berasal dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brahma  (Nabi     Ibrahim)&lt;/span&gt;. Jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;makna awal  dari     Brahma bukanlah Pencipta&lt;/span&gt;, melainkan p&lt;span style="font-style: italic;"&gt;embawa     ajaran dari yang Maha Pencipta&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;          &lt;/p&gt;   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; mendirikan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baitullah     (Ka'bah)&lt;/span&gt; di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bakkah (Makkah)&lt;/span&gt;,     sementara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brahma&lt;/span&gt; membangun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;rumah     Tuhan&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;agar Tuhan di ingat  di sana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan  U. Ali).     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan secara rinci, kitab &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Veda&lt;/span&gt;     menceritakan tentang bangunan tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tempat kediaman malaikat ini,  mempunyai &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;delapan     putaran&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sembilan pintu&lt;/span&gt;...  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;          &lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Atharva     Veda 10:2:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kitab Veda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;               &lt;span style="font-size:100%;"&gt; memberi gambaran     sebenarnya tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ka'bah&lt;/span&gt;  yang     didirikan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nabi Ibrahim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;delapan putaran&lt;/span&gt; adalah  delapan     garis alami yang mengitari wilayah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bakkah&lt;/span&gt;,     diantara perbukitan, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jabl  Khalij,     Jabl Kaikan, Jabl Hindi, Jabl Lala, Jabl Kada, Jabl Hadida, Jabl Abi  Qabes     dan Jabl Umar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara &lt;/span&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sembilan pintu &lt;/span&gt;terdiri  dari     : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bab Ibrahim, Bab al Vida, Bab al  Safa,     Bab Ali, Bab Abbas, Bab al Nabi, Bab al Salam, Bab al Ziarat dan Bab  al     Haram.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Monotheisme Ibrahim&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Peninggalan Nabi Ibrahim, sebagai Rasul pembawa ajaran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Monotheisme&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;, &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;jejaknya masih dapat terlihat pada keyakinan&lt;/a&gt; suku &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;, yang merupakan  suku terbesar dari &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/bani-jawa-penghuni-promised-land.html"&gt;Bani Jawi&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Suku Jawa sudah sejak dahulu, mereka menganut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;monotheisme&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;,  seperti keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau Sangkan Paraning Dumadi.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Selain suku &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;, pemahaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;monotheisme&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; juga terdapat di dalam masyarakat &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;Sunda Kuno&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Hal ini bisa kita  jumpai pada &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;Keyakinan Sunda Wiwitan&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. Mereka meyakini adanya 'Allah Yang  Maha Kuasa', yang dilambangkan dengan ucapan bahasa '&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;Nu Ngersakeun&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;'  atau disebut juga '&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;Sang Hyang Keresa&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;'.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;   Dengan demikian, adalah sangat wajar jika kemudian mayoritas &lt;/span&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/bani-jawa-penghuni-promised-land.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Bani   Jawi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (khususnya masyarakat &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;) menerima &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Islam   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sebagai keyakinannya. Karena pada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;hakekatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;,   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;Islam&lt;/span&gt; adalah &lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;penyempurna   dari ajaran Monotheisme (Tauhid)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; yang di bawa oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;leluhurnya   Nabi Ibrahim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt; javanese&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/profile/06652089548141004421"&gt;manazati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-  http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- &lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://kanzunqalam.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-5088034331720383086?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/5088034331720383086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=5088034331720383086' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/5088034331720383086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/5088034331720383086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/bani-jawi-keturunan-nabi-ibrahim.html' title='Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_wHysBMekI/AAAAAAAAAMA/BJvbIh5rS1w/s72-c/Rejenu_muria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-7974871956075572449</id><published>2010-05-25T12:33:00.003+07:00</published><updated>2010-05-25T14:08:49.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawadwipa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nusantara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Jawa - Pulau Padi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_thyGRLRmI/AAAAAAAAALo/0jf37xOCq6I/s1600/petajawa+Kuno.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 283px; height: 198px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_thyGRLRmI/AAAAAAAAALo/0jf37xOCq6I/s320/petajawa+Kuno.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475077285302978146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dahulu  Pulau &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; dikenal dengan nama &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;JawaDwipa&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;JawaDwipa&lt;/a&gt; berasal dari bahasa  Sanskerta yang berarti "Pulau Padi" dan disebut dalam epik Hindu  Ramayana. Epik  itu mengatakan "&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;Jawadwipa&lt;/a&gt;, dihiasi tujuh kerajaan, Pulau Emas dan perak,  kaya  dengan tambang emas", sebagai salah satu bagian paling jauh di bumi.  Ahli  geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya “negeri Emas” dan  “negeri  Perak” dan pulau-pulau, antara lain pulau “”Iabadiu” yang berarti “Pulau   Padi”.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ptolomeus menyebutkan di ujung barat Iabadiou (Jawadwipa)  terletak  Argyre (kotaperak). Kota Perak itu kemungkinan besar adalah kerajaan  Sunda kuno,  Salakanagara yang terletak di barat Pulau &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt;. Salakanagara dalam  &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;sejarah Sunda&lt;/a&gt;  (Wangsakerta) disebut juga Rajatapura. Salaka diartikan perak sedangkan  nagara  sama dengan kota, sehingga Salakanagara banyak ditafsirkan sebagai Kota  perak.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pulau &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; ini juga berdiri kerajaan besar Majapahit.  Majapahit  tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara yang berhasil menyatukan   &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;kepulauan Nusantara&lt;/a&gt; meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo,  Sulawesi,  kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina.  Dalam  catatan Wang Ta-yuan, komoditas ekspor &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; pada saat itu ialah lada,  garam,  kain, dan burung kakak tua. Mata uangnya dibuat dari campuran perak,  timah  putih, timah hitam, dan tembaga. Selain itu, catatan kunjungan biarawan  Roma  tahun 1321, Odorico da Pordenone, menyebutkan bahwa istana Raja &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt;  penuh  dengan perhiasan emas, perak, dan permata.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menurut banyak pakar,  &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/bani-jawa-penghuni-promised-land.html"&gt;pulau  tersubur di dunia&lt;/a&gt; adalah Pulau &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt;. Hal ini masuk akal, karena Pulau &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt; Jawa&lt;/a&gt;  mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung  berapi  aktif di Pulau &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt;. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt;  sangat  subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Raffles   pengarang buku The History of &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Java&lt;/a&gt; merasa takjub pada kesuburan alam  &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; yang  tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang  ada  dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/bani-jawa-penghuni-promised-land.html"&gt;tidak ada wilayah di  dunia  ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang  dihasilkan pulau ini&lt;/a&gt;.”&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pulau &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; memasok 53 persen dari  kebutuhan  pangan &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. Pertanian padi banyak terdapat di Pulau &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; karena  memiliki  kesuburan yang luar biasa. Pulau &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; dikatakan sebagai lumbung beras  Indonesia.  &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; juga terkenal dengan kopinya yang disebut kopi &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt;. Curah hujan  dan  tingkat keasaman tanah di Jawa sangat pas untuk budidaya kopi. Jauh  lebih baik  dari kopi Amerika Latin ataupun Afrika.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hasil pertanian pangan  lainnya berupa  sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt;, misalnya  kacang  tanah, kacang hijau, daun bawang, bawang merah, kentang, kubis, lobak,  petsai,  kacang panjang, wortel, buncis, bayam, ketimun, cabe, terong, labu siam,  kacang  merah, tomat, alpokat, jeruk, durian, duku, jambu biji, jambu air, jambu  bol,  nenas, mangga, pepaya, pisang, sawo, salak,apel, anggur serta rambutan.  Bahkan  di &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; kini dicoba untuk ditanam gandum dan pohon kurma. Bukan tidak  mungkin  jika lahan di Pulau &lt;a href="http://www.tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; dipakai dan diolah secara maksimal untuk  pertanian maka  Pulau &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;Jawa&lt;/a&gt; bisa sangat kaya hanya dari hasil pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt; javanese&lt;/a&gt; - &lt;a href="profile/06652089548141004421"&gt;manazati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-7974871956075572449?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/7974871956075572449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=7974871956075572449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/7974871956075572449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/7974871956075572449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/jawa-pulau-padi.html' title='Jawa - Pulau Padi'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_thyGRLRmI/AAAAAAAAALo/0jf37xOCq6I/s72-c/petajawa+Kuno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-3916124029794103279</id><published>2010-05-23T06:02:00.019+07:00</published><updated>2010-05-24T02:56:02.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Benua Atlantis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bani Jawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Candi Borobudur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Bani Jawa Penghuni 'The Promised Land'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lcchzIQqI/AAAAAAAAAK4/djxDSHclthw/s1600/21032009495.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lcchzIQqI/AAAAAAAAAK4/djxDSHclthw/s320/21032009495.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474508467224461986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;THE PROMISED LAND,&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Benua Atlantis yang sekarang disebut Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyelenggaraan ESPEDISI MENJELAJAH NEGERI PARA NABI oleh &lt;a href="http://www.ssq-dla.com/"&gt;Tim SQQ&lt;/a&gt; menyatakan, situs  Nabi Daud dan Sulaiman &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;di &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; Tengah, situs Nabi Nuh di &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; Timur  dimana di daerah ini terdapat kembaran Gunung Ararat di Turki yaitu  gunung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tempat b&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;erlabuhnya perahu Nabi Nuh, fosil perahu ini setelah  diteliti archeolog Beland&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a menyimpulkan bahwa perahu tsb terbuat dari  kayu jati berkapur, kayu ini hanya ada di &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;Jawa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Setelah fosil kayu ini  umurnya diukur melalui tehnik Isotop C14, ternyata Nabi Nuh hidup  setelah zaman Nabi Ibrahim dan tempat tinggalnya di Tanah &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;, tentu  fakta ini perlu diteliti le&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-419b30b73082cd62" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v19.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3D419b30b73082cd62%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331526445%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D76009F0E2B993C1096993D071CEA4BF5A7091A7B.1EA6F498E71A2D6DD109EB87D63F68794AE8C843%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D419b30b73082cd62%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dgb5X-jdk_81gGcsUaVuZq2KQZD8&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v19.nonxt5.googlevideo.com/videoplayback?id%3D419b30b73082cd62%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331526445%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D76009F0E2B993C1096993D071CEA4BF5A7091A7B.1EA6F498E71A2D6DD109EB87D63F68794AE8C843%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D419b30b73082cd62%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dgb5X-jdk_81gGcsUaVuZq2KQZD8&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(*Video Penemuan Kapal Nabi Nuh - from:www.youtube.com)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu ada fa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kta lain tentang situs &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi Daud dan Sulaiman di  Yerusalem sebagaimana dimuat Majalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Times edisi 1 Februrari 2010, yang  memuat pernyataan Ravael Grinberg, seorang dosen di Universitas Tel  Aviv. Ia mengatakan, “Secara teori, seharusnya Anda sudah mendapatkan  sesuatu hanya setelah melakukan penggalian selama enam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; minggu. Tapi  nyatanya setelah dilakukan penggalian t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;anpa h&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;enti selama dua tahun,  tidak ada hasil apapun yang memuaskan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Times menyebutkan, dalam empat tahun terakhir, berbagai organisasi  Yahudi ekstrim sudah mengepung kota Jerussalem untuk melakukan  penggalian bawah tanah di sekitar dan bawah Masjid Al Aqsha. Termasuk  Organisasi Eilad, yang juga focus bekerja untuk mendirikan pemukiman  imigran yahudi di Jerusalem. Selain itu, juga lembaga Eir David yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  focus melakukan penggalian di Silwan. Menurut Profesor Finsk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ltain asar  Israel, yang juga ilmuwan s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ejarah di Universitas Tel Aviv, “Mereka yang  melakukan pen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ggalian bawah tanah di Jerussalem mencampur adukkan antara  agama dengan ilmu pengetahuan. Eilad meyakini dogma agama bahwa ada  peninggalan sejarah Daud di sana, tapi sampai sekarang tak pernah  ditemukan.”&lt;br /&gt;Selain itu, Profesor Yone Mazarahe, juga pakar arkeologi Israel  mengatakan, “Eilad tidak m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;enempukan apapun dari penggalian. Bahkan  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;sekedar plang tulisan Selamat Datang di Istana Daud, juga tidak  ditemukan :p&lt;/span&gt;. Mereka hanya mendasarkan keyakinan pada teks teks yang  dianggap suci oleh mereka sebagai panduan penggalian.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lokISICUI/AAAAAAAAALI/EVFwfL_7h9g/s1600/Saba_setelah+Banjir.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 298px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lokISICUI/AAAAAAAAALI/EVFwfL_7h9g/s320/Saba_setelah+Banjir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474521791953635650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari fakta2 ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;Bani Jawi&lt;/a&gt; (suku2 di  Nusantara) ini adalah &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;B&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;ani Israel&lt;/a&gt; yang tetap beriman kepada Nabi Musa  dan mendiami tanah yang dijanji&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kan (THE PROMISED LAND) yaitu &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;Benua  Atlantis&lt;/a&gt; yang sekarang disebut &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, sedang Bani Israel yang  berdiaspora ke seluruh dunia adalah mereka yang dikutuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;oleh Allah  k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;arena mendustakan Nabi Musa AS. Adapun Bani Israel yang sekarang  menjajah Palestina sebenarnya Yahudi jadi2an, maksudnya Bani Israel dari  suku ke 13 yaitu SUKU KAZAR, hasil kawin campur Bani Israel yang  berdiaspora dengan penduduk lokal dan saat ini posisinya mayori&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tas.  Klaim atas Yerusalem sebenarnya sebuah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kekeliruan yang disengaja,  padahal Yerusalem, Temple of Solomon dan Taabut yang mereka cari selama  ribuan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tahun berada di Tanah &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; yaitu &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_haDgkOmVI/AAAAAAAAAKw/IxCL1YfEBXA/s1600/poster-indonesia-saba-1.jpg"&gt;CANDI BOROBUDUR&lt;/a&gt; DAN NEGERI SLEMAN  di Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lkIax8eVI/AAAAAAAAALA/pTglcD9idEk/s1600/Taabut.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 217px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lkIax8eVI/AAAAAAAAALA/pTglcD9idEk/s320/Taabut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474516917836085586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lrZbK0h0I/AAAAAAAAALY/B-3MIBvcx_s/s1600/Unfinished+Solomon.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 145px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lrZbK0h0I/AAAAAAAAALY/B-3MIBvcx_s/s200/Unfinished+Solomon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474524906579593026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam Alqur’an “taabut” artinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; “kode r&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ahasia kerajaan” yang di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;simpan  oleh Nabi Daud, saa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;t ini “taabut” tsb sedang dibuka rahasianya melalui  candi2 yang dibangun sejak zaman Nabi Sulaiman khususnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; “&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_haDgkOmVI/AAAAAAAAAKw/IxCL1YfEBXA/s1600/poster-indonesia-saba-1.jpg"&gt;Candi  Borobudur&lt;/a&gt;”,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; perlu diingat s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ebenarny&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kata “CANDI” berasal dari kata  “SANDI” artinya “KODE RAHASIA”, dengan demikian rahasia jejak para nabi  akan segera terkuak setelah &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_haDgkOmVI/AAAAAAAAAKw/IxCL1YfEBXA/s1600/poster-indonesia-saba-1.jpg"&gt;ayat Allah berupa tulisan bergambar yang ada  pada candi2 di Negeri Sleman&lt;/a&gt; di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“puzzle”kan dengan ayat2 Allah dalam  Alqur’an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lqNAPFQoI/AAAAAAAAALQ/buwR7ip9A9I/s1600/Sketsa_Candi+Borobudur.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lqNAPFQoI/AAAAAAAAALQ/buwR7ip9A9I/s320/Sketsa_Candi+Borobudur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474523593679651458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagian besar umat Islam saat ini terkecoh oleh keyakinan bahwa ”  Palestina” adalah negeri yang diberkahi dan Yerusalem adalah kota suci  Islam ketiga setelah Makkah dan Madinah, hal ini karena ummat Islam  banyak terpengaruh hadits&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2 Israeliyat khususnya tent&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ang Isra’ Mi’raj  Nabi Muhammad SAW. Perlu ekstra hati2 dlm mengutip hadits tentang Isra’  Mi’raj karena sebagian besar hadits palsu dan dibuat oleh kaum munafik  dari kalangan Bani Israel, para ahli hadits menyebutnya sebagai HADITS  ISRAILIYAT. Karena hadits2 inilah umat Islam di luar Palestina terseret  dalam permusuhan dengan Israel dan menjadikan Yerusalem sebagai kota  suci ketiga ummat Islam, padahal waktu Kanjeng Nabi Isra’ Mi’raj apa  yang disebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masjidil Aqsa sebenarnya adalah Gereja, waktu itu Yerusalem  masih dikuasai Roma.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kalo waktu itu dikatakan Nabi menjadi imam shalat  berjamaah dengan para Nabi, pertanyaannya shalat apakah gerangan ?  Sementara dalam hadits2 Israiliyat tsb dikatakan Isra’ Mi’raj dalam  rangka menjemput perintah shalat 5 waktu sebagai hasil transaksi antara  Nabi dengan Allah SWT dengan Nabi Musa sebagai konsultannya, pertanyaan  berikutnya adalah mengapa harus Nabi Musa yang menjadi rujukan Nabi  Muhammad ? Inilah cerdasnya Bani Israel yang telah berhasil menusuk  jantung aqidah ummat Islam melalui hadits2 palsunya hingga ummat Islam  terpecah belah, energi terkuras habis hanya untuk memikirkan Masjidil  Aqsa, sementara Bani Israel karena ketekunannya telah berhasil menguasai  dunia melalui infiltrasi kesegenap lini kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lsXPC_k-I/AAAAAAAAALg/FyjcMyW1C3M/s1600/Benua+Atlantis+02.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lsXPC_k-I/AAAAAAAAALg/FyjcMyW1C3M/s200/Benua+Atlantis+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474525968477426658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat ini fokus  mereka adalah Indonesia khususnya &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Tanah Jawa&lt;/a&gt;, mengapa Jawa ? Dalam  Alqur’an dikatakan bahwa “ULAMA2 (ILMUWAN) BANI ISRAEL” mengenal  Alqur’an sebagaimana mereka mengenal anak2nya sendiri, tentu saat ini  sebenarnya banyak ilmuwan Bani Israel yang mengetahui fakta2 yang  ditunjukkan oleh Alqur’an, salah satunya adalah tentang Nabi Daud dan  Sulaiman.Cobalah kita mengambil ibrah dari kemampuan Nabi Daud As dalam  teknologi peleburan besi dan manajemen pengelolaan gunung yang  diwariskan di &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Tanah Jawa&lt;/a&gt; ( &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html"&gt;Atlantis&lt;/a&gt; ) banyak meninggalkan bangunan2  misteri semisal Candi Borobudur, Piramida2 Mesir dan Piramida Aztek.  Dalam peradaban ini para pendirinya adalah 3 sosok yang luar biasa yaitu  Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis yang masing2 diberi  kelebihan oleh Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini negeri kita adalah satu2nya  negeri yang paling banyak diwarisi gunung berapi dan deposit besi  titanium tak terbatas, yang tersebar di sepanjang pantai selatan Pulau  &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;. Besi titanium ini sejak zaman Nabi Daud sampai sekarang digunakan  sebagai bahan baku pembuatan senjata khususnya KERIS, besi titanium ini  juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan PESAWAT RUANG ANGKASA, dan  saat ini disekitar Candi Borobudur sedang dipersiapkan berdirinya  Perguruan Tinggi Nuklir yang akan mempersiapkan desain dan pembuatan  PESAWAT PIRING TERBANG oleh Tim SSQ, hanya dengan menguasai teknologi  pesawat piring terbang, ummat Islam bakal mampu mengalahkan Zionis  Israel dan para pendukungnya yang cenderung semakin destruktif di muka  Bumi, Yahudi memang hanya bisa dikalahkan oleh Yahudi beriman karena  memang kecerdasan dan ilmunya juga sepad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aneh bin ajaib,  sekarang ini banyak perusahaan2 skala dunia yang secara tersembunyi  berafiliasi dengan Israel berlomba-lomba mengajukan ijin untuk  mendirikan pabrik peleburan besi titanium di pantai selatan &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;,  sementara perusahaan2 besar l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ainnya yang sebagian besar juga milik orang  Yahudi, baik Yahudi Eropa maupun Amerika sudah malang melintang  menguasai hajat hidup bangsa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, sepertinya mereka akan  mengembalikan penjajahan ala VOC tempo dulu (VOC adalah perusahaan milik  Yahudi Belanda yang berhasil menjajah &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt; javanese&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/06652089548141004421"&gt;manazati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Review A. Aziz BSY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-  http://www.oneearthmedia.net/ind/?p=375&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Indonesia Negeri Saba'&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-  http://www.ssq-dla.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-3916124029794103279?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/3916124029794103279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=3916124029794103279' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/3916124029794103279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/3916124029794103279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/bani-jawa-penghuni-promised-land.html' title='Bani Jawa Penghuni &apos;The Promised Land&apos;'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_lcchzIQqI/AAAAAAAAAK4/djxDSHclthw/s72-c/21032009495.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-6042049773400699835</id><published>2010-05-23T02:45:00.013+07:00</published><updated>2010-05-23T05:46:37.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita turun menurun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pusat peradaban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sleman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Kejawen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suku Jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Candi Borobudur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Joglo Jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peradaban Jawa'/><title type='text'>Peradaban Jawa (Peradaban Atlantis) dikaitkan dengan kiprah Bani Israel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_hJiFpy51I/AAAAAAAAAKo/P8zn2c_6-68/s1600/Benua+Atlantis+01.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_hJiFpy51I/AAAAAAAAAKo/P8zn2c_6-68/s320/Benua+Atlantis+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474206197050697554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 102);" href="http://www.ssq-dla.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=76&amp;amp;Itemid=88"&gt;Menurut Alqur’an&lt;/a&gt;, Kerajaan Atlantis adalah &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; yang dulunya adalah  satu pulau menyatu dengan daratan Asia, disebut Kerajaan Saba dengan  Ratu Balqis sebagai penguasanya, di pulau Jawa terkenal dengan sebutan  Ratu Boko. Ratu Boko diperistri Nabi Sulaiman, maka jadilah Nabi  Sulaiman penguasa Benua Atlantis, tapi sepeninggal Nabi Sulaiman dan  Ratu Balqis, rakyat Atlantis berpaling dari ajaran Allah, maka Allah  mengirim kepada mereka banjir besar yang menyebabkan Benua Atlantis ini  terpecah menjadi kurang lebih 17.000 pulau.&lt;br /&gt;Peninggalan bangunan Nabi  Sulaiman dan Ratu Balqis adalah Sandi Borobudur, Sandi Prambanan, Istana  Ratu Boko. Khusus Sandi (Candi) Borobudur merupakan Sandi (Kode) yang  terdapat dlm Alqur’an, reliefnya bercerita tentang kisah Nabi Daud, Nabi  Sulaiman, Ratu Balqis dan Burung Hud Hud sebagaimana tertera dalam  Alqur’an. Untuk lebih jelasnya silahkan akses &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://www.ssq-dla.com/" rel="nofollow"&gt;http://WWW.SSQ-DLA.COM&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;,  semoga menjadi pelajaran berharga bagi generasi yang akan datang, bahwa  nenek moyang kita adalah Penguasa Dunia sekaligus Nabi Allah yang  membawa Agama Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Tentang &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Peradaban Jawa&lt;/a&gt; (Peradaban Atlantis)dikaitkan dengan kiprah Bani  Israel, ada fakta yang menarik apabila anda berkunjung ke situs resmi  Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes  Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV /  JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog pake  gambar &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/omah-sebagai-syarat-terpenuhinya.html"&gt;RUMAH JOGLO JAWA&lt;/a&gt;. Dengan demikian apakah Bani Israel merasa  menjadi keturunan Jawa ? Yang disebut &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; adalah seluruh Etnik  Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir  besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi  17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang  masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain  bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian (  silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang  Benua Atlantis terbitan Gramedia ). Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa  adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila  dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq  atau tidak punya sopan santun”, sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai  untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara, penyebutan etnik2  sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et  impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; memang menjadi  &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2009/03/kota-wali.html"&gt;pusat peradaban&lt;/a&gt; karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia  sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  “mitologi jawa” yang telah menjadi &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2009/03/kota-wali.html"&gt;cerita turun temurun&lt;/a&gt;, bahwa asal usul  bangsa &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah  satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India)  dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan  “ILMU KEJAWEN”. &lt;a href="http://amrusulistyono.blog.friendster.com/about/"&gt;Sejatinya “Ilmu Kejawen&lt;/a&gt;” adalah “Ilmu Akhlaq” yang  diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim”  dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan  “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali  menyempurnakan akhlaq”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di  India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “&lt;a href="http://amrusulistyono.blog.friendster.com/"&gt;Ilmu  Kejawen&lt;/a&gt;” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini  dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan  “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”. Dalam sebuah  riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur’an, ternyata tokoh  BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI  SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. Bukti lain bahwa Ajaran  Budha berasal dari &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Jawa&lt;/a&gt; adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2  Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb  dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena  memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah  berhasil membangun &lt;a href="http://www.ssq-dla.com/images/stories/poster-indonesia-saba-1.jpg"&gt;“CANDI BOROBUDUR”&lt;/a&gt; sebagai salah satu keajaiban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_haDgkOmVI/AAAAAAAAAKw/IxCL1YfEBXA/s1600/poster-indonesia-saba-1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_haDgkOmVI/AAAAAAAAAKw/IxCL1YfEBXA/s320/poster-indonesia-saba-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474224363396831570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan  yang dipimpin oleh &lt;a href="http://www.ssq-dla.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=49&amp;amp;Itemid=57"&gt;KH. Fahmi Basya&lt;/a&gt;, dosen Matematika Islam UIN Syarif  Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang  dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan  bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU  SABA”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO”  yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di  Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya  adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman  sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan  Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut  keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang  dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi  Borobudur ). Hasil riset tsb juga menyimpulkan bahwa “&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;SUKU JAWA&lt;/a&gt;” disebut  juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tsb sesuai  dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu  diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang  menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau  wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan  SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo serta meninggalkan negeri bernama  &lt;a href="http://www.mostbeautifulplaceinjava.blogspot.com/"&gt;SLEMAN&lt;/a&gt; di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud  yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi  Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi  Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata  dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga  menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini  yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed  Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila =  gunung dan indra = raja.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan  keturunan Israel asli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan  diri suku ke 13 yaitu Suku Kazar hasil perkawinan campur Bani Israel  yang mengalami diaspora dengan penduduk lokal, posisi suku Kazar ini  mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli adalah “Suku JEWS/JAWA”  yang telah ribuan tahun mendiami “THE PROMISED OF LAND” yaitu &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;by:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt; javanese&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/06652089548141004421"&gt;manazati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Review A. Aziz BSY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- http://www.oneearthmedia.net/ind/?p=375&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Indonesia Negeri Saba'&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;- http://www.ssq-dla.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-6042049773400699835?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/6042049773400699835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=6042049773400699835' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/6042049773400699835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/6042049773400699835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/peradaban-jawa-peradaban-atlantis.html' title='Peradaban Jawa (Peradaban Atlantis) dikaitkan dengan kiprah Bani Israel'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_hJiFpy51I/AAAAAAAAAKo/P8zn2c_6-68/s72-c/Benua+Atlantis+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-4664128495080677165</id><published>2010-05-23T00:26:00.006+07:00</published><updated>2010-05-23T02:31:31.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prinsip'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='orang jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><title type='text'>'Omah' sebagai Syarat terpenuhinya Kesejahteraan dalam Masyarakat Jawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_gjYLpXJYI/AAAAAAAAAKY/_Djt7rwL1ww/s1600/panggangpe.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 299px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_gjYLpXJYI/AAAAAAAAAKY/_Djt7rwL1ww/s320/panggangpe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474164245418943874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tipologi rumah atau tempat tinggal yang sering disebut &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: verdana;"&gt;“omah”&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;,  dimaksudkan adalah tempat bernaung bagi masyarakat di pulau jawa.  Kehidupan &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/06652089548141004421"&gt;orang jawa&lt;/a&gt; mencakup 3 syarat sebagai ungkapan pengertian hidup  yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;Sandang&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (pakaian yang  wajar), &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;Pangan&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; ( minum dan makan ), &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;Papan&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  ( tempat tinggal ). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk syarat yang ketiga yaitu kebutuhan akan rumah  tinggal haruslah terpenuhi sebab hal tersebut sebagai syarat untuk  mencapai kehidupan yang sejahtera, sebab jikalau sudah memiliki rumah  tinggal sendiri maka mereka tidak akan menyewa tempat bernaung atau  sering disebut &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: verdana;"&gt;“ngindhung”&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lokasi rumah misalnya dicarikan yang     letaknya strategis, keadaan tanah baik dan sumber air (misal untuk     sumur) cukup baik. Hal ini disebabkan orang Jawa mempunyai     kepercayaan ada jenis-jenis tanah yang kurang baik. Bahan bangunan     sebisa mungkin dicarikan yang berkualitas baik misal untuk kayu     dipakai kayu jati. Kayu inipun dipilih yang membawa pengaruh baik     bagi penghuninya, karena ada kayu yang menurut pertumbuhannya     apabila dipakai sebagai bahan bangunan tidak baik atau membawa     pengaruh buruk. Untuk bambu menggunakan bambu petung, wulung dan     apus. Saat pengerjaan pun dicarikan hari baik berdasarkan hitungan     Jawa. Termasuk juga sesaji dan     upacara yang diperlukan. Apabila ada satu atau dua hal yang     sebenarnya kurang baik tetapi tidak bisa dihindari (misal kondisi     dan lokasi tanah) untuk menghindari hal-hal yang kurang baik orang     akan membuat penolak bala terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Bentukan rumah yang sederhana  adalah ungkapan &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2009/03/kota-wali.html"&gt;kesederhanaan hidup masyarakaat &lt;/a&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2009/03/kota-wali.html"&gt;jawa&lt;/a&gt;. Hal itu dapat  terlihat dari penggambaran bentuk denah yang cukup sederhana. Biasanya  bentuk denah yang diterapkan adalah berbentuk persegi yaitu bujur  sangkar dan persegi panjang. Hal tersebut sesuai dengan estetika hidup  &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2008/11/sejarah-demak-kota-wali.html"&gt;orang jawa yang mempunyai ketegasan prinsip&lt;/a&gt; dalam menjalankan tanggung  jawab terhadap hidupnya. Bentuk  persegi empat ini dalam perkembangannya mengalami perubahan dengan  adanya penambahan-penambahan ruang pada sisi bagian bangunannya dan  tetap merupakan kesatuan bentuk dari denah persegi empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rumah “panggangpe” merupakan bentuk bangunan yang paling sederhana dan  bahkan merupakan bentuk bangunan dasar. Bangunan “panggangpe” ini  merupakan bangunan pertama yang dipakai orang untuk berlindung dari  gangguan angin, dingin, panas matahari dan hujan. Bangunan yang  sederhana ini mempunyai bentuk pokok berupa tiang atau “saka” sebanyak 4  atau 6 buah. Sedang pada bagian sisi sekelilingnya diberi dinding yang  hanya sekedar untuk menahan hawa lingkungan sekitar atau dapat dikatakan  sebagai bentuk perlindungan yang lebih bersifat privat dari gangguan  alam. Pada &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2008/11/sejarah-demak-kota-wali.html"&gt;perkembangannya&lt;/a&gt; bentuk rumah “panggangpe” ini mengalami  perubahan menjadi variasi bentukan yang lain, kira-kira sebanyak 6  bentukan hasil dari perkembangan bentuk yang sederhana tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berdasarkan sejarah perkembangannya     bentuk rumah tinggal &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220-h/amroooooo.jpg"&gt;orang Jawa&lt;/a&gt; ada empat macam yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;panggangpe, kampung, limasan dan joglo&lt;/span&gt;. Nama-nama ini diambil berdasarkan     bentuk atapnya. "Panggangpe" ada beberapa jenis diantaranya     "panggangpe gedhang selirang", "panggangpe trajumas", dan     "panggangpe barengan". Jenis "kampung" diantaranya "kampung     srotong", "kampung dara gepak" dan "kampung gajah njerum". Jenis     "limasan" diantaranya "limasan apitan", "limasan klabang nyander"     dan "limasan pacul gowang". Jenis "joglo" diantaranya "joglo sinom",     "joglo pangrawit" dan "joglo semar tinandu".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Susunan ruangan yang terdapat dalam     rumah tradisional ini tergantung pada besar kecilnya rumah, fungsi     ruangan dan kebutuhan keluarga. "Panggangpe" adalah bentuk rumah     dengan susunan ruangan yang paling sederhana sedangkan bentuk     "joglo" mempunyai susunan ruangan yang lebih banyak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber Pustaka :&lt;br /&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;“Arsitektur Tradisional Daerah Istimewa  Yogyakarta”,&lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan RI, Jakarta, 1998&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-4664128495080677165?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/4664128495080677165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=4664128495080677165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4664128495080677165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4664128495080677165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/omah-sebagai-syarat-terpenuhinya.html' title='&apos;Omah&apos; sebagai Syarat terpenuhinya Kesejahteraan dalam Masyarakat Jawa'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_gjYLpXJYI/AAAAAAAAAKY/_Djt7rwL1ww/s72-c/panggangpe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-244250964459405745</id><published>2010-05-19T23:26:00.010+07:00</published><updated>2010-05-20T03:07:53.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Letak Keraton Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Silsilah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Situs'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerajaan Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demak'/><title type='text'>Seminar Nasional  ’Mengungkap silsilah dan situs Kerajaan Demak’</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_RDTa-8VqI/AAAAAAAAAJ4/VQh_Ck5x_nA/s1600/Demak+midnite.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_RDTa-8VqI/AAAAAAAAAJ4/VQh_Ck5x_nA/s400/Demak+midnite.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473073448101893794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Selasa, 9 Februari 2010&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; --&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Seminar nasional dengan  tema &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.demakkab.go.id/"&gt;’Mengungkap silsilah dan situs  Kerajaan Demak’&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;, digelar Gabungan  Eksponen dan Ormas (Gelora) di Hall DPRD, siang tadi. Seminar yang  dibuka Wakil Bupati Demak Drs HM Asyiq tersebut menghadirkan nara  sumber, Prof Dr Wasino Mhum (Guru Besar Sejarah UNES), Prof Dr H Ahmad  Sutarmaji (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Drs H Masrum M  Noor MH (Kepala PA Jakarta), dan R Sumito Joyo Kusumo (pemerhati situs  keraton Demak).&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Koordinator  panitia Mulyani M Noor mengatakan, seminar tersebut diharapkan menjadi  sebuah media komunikasi yang mendukung upaya penggalian pengetahuan  tentang &lt;a com="" 2009="" 12="" html=""&gt;’keberadaan Kerajaan Demak’&lt;/a&gt;. ”Sejauh ini keberadaan Kerajaan Demak  masih simpang siur. Dalam berbagai seminar yang pernah diselenggarakan  hanya terbatas keberanian berasumsi atau prediksi '&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/search/label/Letak%20Keraton%20Demak"&gt;letak Keraton Demak'&lt;/a&gt;.  Makanya melalui kegiatan ini kita berupaya menggali lebih banyak masukan  dari berbagai pihak,” ujarnya.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut Prof Dr Wasino Mhum, Guru Besar  Sejarah UNES, penggalian arkeologis tentang situs Kerajaan Demak belum  pernah dilakukan. Hal itu disebabkan jalan masuk keraton Demak dan  situasi lingkungannya yang telah berubah menjadi pemukiman padat. Selain  itu juga karena hingga kini belum diketemukannya bekas-bekas istana  Demak, baik yang berupa batu, kayu maupun logam.   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meskipun belum ada  bukti-bukti arkeologis, lanjut Wasino, bukan berarti pencarian situs  istana Demak tidak dapat dilakukan. Ada dua cara yang bisa mendukung  upaya tersebut. Pertama, dengan cara menelusuri catatan &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2009/12/dimanakah-letak-keraton-demak.html"&gt;’sejarah tentang  lokasi istana’&lt;/a&gt;, dan kedua, melalui kajian analogi terhadap tatanan  kota-kota Kerajaan Islam Jawa di masa lampau. ”Data &lt;a href="http://www.demakkab.go.id/"&gt;’sejarah’&lt;/a&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2008/11/sejarah-demak-kota-wali.html"&gt;’Demak’&lt;/a&gt;  Keraton  Demak pertama kali diungkap pelancong Portugis Tome Pires. Ia  mengatakan,  merupakan sebuah kerajaan yang terletak di tepi sungai  dan tidak jauh dari pantai. Sungai tersebut penting bagi kegiatan  pelayaran dan perdagangan,” ungkap Wasino.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;Drs H Masrum M Noor MH  menambahkan, nama-nama jalan, kawasan dan kampung di sekitar Masjid  Agung merupakan petunjuk atau bukti yang berkait dengan situs Kesultanan  Demak. Yakni Kampung Setinggil, serta kawasan Glagahwangi yang meliputi  dataran masjid dan alun-alun, Kampung Kauman, Betengan, Mangunjiwan,  makam Kyai Lembah dan Makam Kenep.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kunjungi: &lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com/"&gt;Javanese - tourdejava&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.demakkab.go.id/"&gt;demakkab.go.id&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-244250964459405745?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/244250964459405745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=244250964459405745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/244250964459405745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/244250964459405745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/seminar-nasional-mengungkap-silsilah.html' title='Seminar Nasional  ’Mengungkap silsilah dan situs Kerajaan Demak’'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_RDTa-8VqI/AAAAAAAAAJ4/VQh_Ck5x_nA/s72-c/Demak+midnite.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-1915439227841946614</id><published>2010-05-18T23:31:00.005+07:00</published><updated>2010-05-19T00:36:00.135+07:00</updated><title type='text'>Intervensi Desain??</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Selama ini kita sering meihat desain yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;'sangar-sangar' &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;seiring globalisasi senantiasa menjejali alam pikir modernisasi Arsitektur. Seakan-akan terpatri dan membentuk pola pikir tersendiri, tanpa sadar selalu menoleh ke arah 'Barat'. Pada akhirnya otot leher kaku dan kepala susah ditundukkan untuk sekedar melihat kebawah. Tanah yang senantiasa dipijak. Dibumi pertiwi ini kita, kekayaan khasanah budaya Arsitektur yang semestinya kita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;uri-uri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap lokasi di muka bumi pasti memiliki spesifikasi tertentu,  penyelesaian masalah desain arsitektur juga spesifik untuk setiap  lokasi. Contoh di pulau madura adalah salah satu penyelesaian masalah  desain arsitektur di daerah pesisir. Tentunya penyelesaian ini akan  berbeda jika terjadi di daerah hutan datar, daerah pegunungan kering,  daerah pegunungan subur, daerah di kaki gunung, daerah di lereng gunung,  dan sebagainya. Sketsa berikut memperlihatkan evolusi serupa yang  terjadi untuk arsitektur Jawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tentunya evolusi arsitektur yang terjadi di pulau Sumatra akan  memiliki perbedaan. Begitu pula dengan kota medan, wilayah minang,  wilayah sunda, pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua,  dan lain-lain. Semuanya memiliki ciri tersendiri yang perlu digali oleh  putra-putra terbaik dari daerahnya. Arsitek-arsitek nusantara yang  adiluhung membawa jiwa leluhur kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_LM66HWFrI/AAAAAAAAAI4/3exuYKOsjUA/s1600/gmb-d05.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 245px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_LM66HWFrI/AAAAAAAAAI4/3exuYKOsjUA/s320/gmb-d05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472661809613117106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah barang tentu pada saat ini ilmu teknik bangunan dan arsitektur  demikian majunya. Berbagai filosofi, langgam, bahan, struktur dan  konstruksi baru sudah demikian memusingkan arsitek nusantara masa kini.  Tatanan dan aturan tradisional dengan berbagai keunikan cara dan  penamaan elemen konstruksi merupakan tambahan permasalahan baru bagi  arsitek masa kini yang ingin bereksplorasi dengan ke-nusantara-an.  Justru kerumitan inilah yang membuat arsitektur nusantara semakin  dijauhi karena memang sulit didekati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perlu formula baru yang dapat membuang segala kesulitan ilmu  arsitektur 'importâ' yang memusingkan. Perlu pemahaman baru agar  order nusantara tetap dapat diterapkan dengan lebih sederhana dalam  berarsitektur. Perlu semangat baru agar arsitektur nusantara dapat  menjadi produk 'eksportâ' yang membanggakan. Akhirnya memang perlu  niat bersih dari arsitek nusantara untuk dapat bekerjasama dengan  meminggirkan setiap ke-aku2-an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ngangsu kawruh kpd tjahja tribinuka, pengajar di arsitektur ITS, surabaya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-1915439227841946614?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/1915439227841946614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=1915439227841946614' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/1915439227841946614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/1915439227841946614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/05/intervensi-desain.html' title='Intervensi Desain??'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S_LM66HWFrI/AAAAAAAAAI4/3exuYKOsjUA/s72-c/gmb-d05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-561286349727532811</id><published>2010-04-16T02:15:00.012+07:00</published><updated>2010-04-16T03:25:52.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Archipelago'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawadwipa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gajah Mada'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='James Richardson Logan'/><title type='text'>"  I  N  D  O  N  E  S  I  A  "</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S8dt3SvnoAI/AAAAAAAAAIk/iIC3nEfV3sI/s1600/Indonesia1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 375px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S8dt3SvnoAI/AAAAAAAAAIk/iIC3nEfV3sI/s400/Indonesia1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460453869901815810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. "Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)" kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air kita memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Bagi orang Bandung, Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/arca_gajah_mada.jpg"&gt;G&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;ajah Mada&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;, "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Nama Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: ... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.my-island-penang.com/Logan-Memorial.html"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;James Richardson Logan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt; menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. &lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Maka lahirlah istilah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;Makna Politis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Maka kehendak Allah SWT pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, lahirlah Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hidup Indonesia .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://tourdejava-manazati.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manazati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Thx4&gt;&gt; http://haxims.blogspot.com/2009/10/asal-usul-nama-indonesia.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-561286349727532811?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/561286349727532811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=561286349727532811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/561286349727532811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/561286349727532811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2010/04/i-n-d-o-n-e-s-i.html' title='&quot;  I  N  D  O  N  E  S  I  A  &quot;'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/S8dt3SvnoAI/AAAAAAAAAIk/iIC3nEfV3sI/s72-c/Indonesia1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-4241684111424905290</id><published>2009-12-28T21:05:00.011+07:00</published><updated>2009-12-29T03:14:49.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Letak Keraton Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keraton'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasultanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Songo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerajaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masjid Agung Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demak'/><title type='text'>HASIL PENELITIAN LOKASI KERATON KESULTANAN DEMAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SzjDe3hUVrI/AAAAAAAAAIU/SaI5_OcC_q4/s1600-h/Demak_01.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SzjDe3hUVrI/AAAAAAAAAIU/SaI5_OcC_q4/s400/Demak_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420297086607578802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;Foto: 'Jantung Kota Wali_Demak' (Doc_pribadi,2008)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebagai kerajaan Islam pertama di tanah Jawa, Demak tak hanya menjadi romantisme sejarah dari peralihan peradaban Hindu-Jawa ke Islam, tapi juga sebagai bukti sejarah tentang pergulatan politik di tengah islamisasi masyarakat pada masanya. Itu semua, berdasarkan d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;okumen-dokumen sejarah, tak ada yang bisa memungkiri. Tetapi, di mana sebenarnya lokasi keraton kerajaan yang didirikan oleh Raden Patah itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Banyak penelitian dilakukan, namun belum juga berhasil mengungkap di mana letak keraton kerajaan pesisir utara Ja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;wa itu. Berikut ini saya kutipkan beberapa hasil penelitian:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;HASIL PENELITIAN IAIN WALISANGA [1975]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kemungkinan Pertama:&lt;/strong&gt; Bekas Keraton Kesultanan Demak itu tidak ada. Kemungkinan ini disimpulkan dari keterangan bahwa Raden Patah mulai menyebarkan Islam di Demak semata-mata untuk kepentingan Islam. Pendirian Masjid Agung Demak yang dilakukan bersama para Wali songo merupakan simbol Kesultanan Demak. Sedangka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;n kediaman Raden Patah bukan berupa istana megah, melainkan rumah biasa yang diperkirakan berletak di sekitar stasiun kereta api sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kemungkinan Kedua:&lt;/strong&gt; Mengingat letak masjid pada umumnya tak terlampau jauh dari istana, letak Keraton Demak diperkirakan berada di tempat yang sekarang berdiri Lembaga Pemasyarakatan, yakni di sebelah timur alun-alun. Kemungkinan ini didasarkan pada na&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ma-nama perkampungan yang diduga memiliki latar belakang historis seperti Setinggi (Sitihinggil), Betengan, Pungkuran, Sampangan, dan Jogoloyo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kemungkinan Ketiga:&lt;/strong&gt; Letak Istana Demak berhadapan dengan Masjid Agung, menyeberangi sungai, ditandai adanya dua pohon pinang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;HASIL PENELITIAN FAKULTAS SASTRA UNDIP [994-1995]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tim peneliti dari Fakults Sastra Undip tahun 1994-1995 menyimpulkan bahwa lokasi Keraton Dem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ak berada di dekat Masjid Agung dan alun-alun. Ditinjau dari segala aspek, baik secara historis, kultural, ekologis, politis, dan ekonomis, Keraton Demak paling relevan berada di sebelah selatan [bagian timur] alun-alun, menghadap ke utara, pada lokasi yang oleh masyarakat setempat disebut Setinggil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;" face="verdana"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;HASIL PENELITIAN TIM PENCARIAN PUSAT DAN TATA LETAK PEMERINTAHAN KERAJAAN ISLAM DEMAK [Dipimpin Ir Sudjadi]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak ada satu pu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;n buku, literatur, legenda, maupun babad yang menyingung perihal fisik Keraton Demak. Berdasarkan hasil tes geolistrik, yakni pemetaan wilayah menggunakan foto udara, juga hasil diskusi para peneliti, disimpulkan bahwa Keraton Kesultanan Demak berada di sekitar Masjid Agung yang sekarang berdiri Kantor Kejaksaan Negeri. Di lokasi ini pernah ditemukan juga keramik-keramik dari masa Kesultanan Demak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:webdings;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SzjN5nak_GI/AAAAAAAAAIc/2dN0hs6lz34/s1600-h/Makam_Sultan+Fatah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SzjN5nak_GI/AAAAAAAAAIc/2dN0hs6lz34/s400/Makam_Sultan+Fatah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420308541257088098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-style: italic;font-size:78%;" &gt;Foto: 'Makam Kanjeng Sultan Fatah Demak' (Doc_pribadi,2008)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="webdings"&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: dikutip dari artikel Djoko Yuwono (facebook)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;http://tourism.pramesthi.com/index.php/history/4497/18-dimana-sih-lokasi-keraton-kesultanan-demak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-4241684111424905290?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/4241684111424905290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=4241684111424905290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4241684111424905290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4241684111424905290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2009/12/hasil-penelitian-lokasi-keraton.html' title='HASIL PENELITIAN LOKASI KERATON KESULTANAN DEMAK'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SzjDe3hUVrI/AAAAAAAAAIU/SaI5_OcC_q4/s72-c/Demak_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-5744225372989922415</id><published>2009-12-28T10:09:00.010+07:00</published><updated>2009-12-29T01:09:52.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Letak Keraton Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerajaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demak'/><title type='text'>Dimanakah Letak Keraton Demak???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Szg8YOUD1VI/AAAAAAAAAIM/NnEuo-b28uc/s1600-h/Demak_alun2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Szg8YOUD1VI/AAAAAAAAAIM/NnEuo-b28uc/s400/Demak_alun2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420148538397152594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"   lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Sebuah  buku baru, “Ensiklopedi Kelirumologi” (Jaya Suprana, 2009 – Elex Media&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Komputindo-Kompas Gramedia), memuat sebuah entri berjudul “Demak” di halaman&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;98. Di dalam entri itu diceritakan bahwa tentang lokasi bekas Keraton Kerajaan Demak belumlah ada kesepakatan di antara para ahli. Sekelompok ahli mengatakan bahwa letak lokasi keraton tersebut paling mungkin ada di kawasan selatan alun-alun kota Demak sekarang dan menghadap ke utara. Di kawasan selatan Demak ini terdapat suatu tempat bernama Sitinggil/Siti Hinggil–sebuah nama yang biasanya berasosiasi dengan keraton. Namun kelompok ahli yang lain menentang pendapat tersebut sebab pada abad XV, yaitu saat Kerajaan Demak ada, kawasan Demak masih berupa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;rawa-rawa liar. Sangat tidak mungkin kalau Raden Patah mendirikan kerajaannya di situ. Yang lebih mungkin, menurut kelompok ini, pusat Kerajaan Demak ada di wilayah sekitar Semarang yaitu Alastuwo, Kecamatan Genuk. Pendapat ini didukung oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;temuan benda-benda arkeologi. Menurut Jaya Suprana, salah satu dari kedua pendapat itu mungkin keliru, tetapi bisa juga dua-duanya keliru (!). Demikian ulasan tentang Demak dalam kelirumologi ala Jaya Suprana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Kedua pendapat di atas menarik diuji secara geologi sebab keduanya mau tak mau melibatkan sebuah proses geologi bernama sedimentasi. Mari kita lihat sedikit proses sedimentasi di wilayah yang terkenal ini. Terkenal ? Ya, wilayah ini dalam hal sedimentasi Kuarter terkenal. Ada pendapat bahwa dahulu kala Gunung Muria di sebelah utara Demak tidak menyatu dengan tanah Jawa, ia merupakan sebuah pulau volkanik yang kemudian akhirnya menyatu dengan daratan Jawa oleh proses sedimentasi antara Demak-Muria. Mari kita periksa pendapat ini berdasarkan literatur-literatur lama sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedikit hal tentang Kerajaan Demak, perlu dituliskan lagi untuk sekedar menyegarkan pikiran. Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa dan ada sesudah era Kerajaan Majapahit. Sebagian raja Demak adalah turunan raja-raja Majapahit, termasuk Raden Patah –sang pendiri Kerajaan Demak. Riwayat penaklukan Majapahit oleh Demak ada kisah tersendiri yang secara sangat detail diceritakan dalam buku Slamet Muljana (1968, 2005) “Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara” – Bhratara – LKiS. Pada tahun 1515, Kerajaan Demak sudah berwilayah dari Demak sampai Cirebon. Pada tahun 1546, Kerajaan Demak sudah semakin luas wilayahnya termasuk Jambi, Palembang, Bangka, Banten, Sunda Kalapa, dan Panarukan di Jawa Timur. Tahun 1588 Demak lenyap dan penerusnya berganti ke Pajang yang merupakan pendahulu kerajaan/kesultanan di Yogyakarta dan Surakarta sekarang. Runtuhnya Kerajaan Demak tak berbeda dengan penaklukannya atas Majapahit. Peristiwa gugurnya tokoh2 penting Demak saat menyerang Blambangan yang eks Majapahit, dan rongrongan dari dalam Demak sendiri membuat kerajaan makin lemah dan akhirnya runtuh dengan sendirinya. Sebuah pelajaran dari sejarah –cerai-berai dari dalam akan membahayakan kesatuan dan persatuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Kembali ke pencarian pusat Kerajaan Demak, buku Mohammad Ali (1963), “Peranan Bangsa Indonesia dalam Sejarah Asia Tenggara” –Bhratara, menarik untuk diacu. Dalam menguraikan terjadinya Kerajaan Demak, Moh. Ali menulis bahwa pada suatu peristiwa Raden Patah diperintahkan oleh gurunya, Sunan Ampel dari Surabaya, agar merantau ke barat dan bermukim di sebuah tempat yang terlindung oleh tanaman gelagah wangi. Tanaman gelagah yang rimbun tentu hanya subur di daerah rawa-rawa. Dalam perantauannya itu, Raden Patah sampailah ke daerah rawa di tepi selatan Pulau Muryo (Muria), yaitu suatu kawasan rawa-rawa besar yang menutup laut atau lebih tepat sebuah selat yang memisahkan Pulau Muryo dengan daratan Jawa Tengah. Di situlah ditemukan gelagah wangi dan rawa; kemudian tempat tersebut dinamai Raden Patah sebagai “Demak”.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Menurut Slamet Muljana (1983), “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit” – Inti Idayu, hutan di Gelagah Wangi itu dibuka dan dijadikan tempat hunian baru rnama “Bintara”. Dari nama wilayah baru itulah Raden Patah terkenal sebagai Pangeran Bintara. Slamet Muljana (1968, 2005) juga menulis bahwa Raden Patah (nama Tionghoanya Jin Bun – Raden Patah adalah anak raja Majapahit Prabu Brawijaya dan salah seorang istrinya yang disebut Putri Cina) memilih tinggal di daerah kosong dan berawa di sebelah timur Semarang, di kaki Gunung Muria. Daerah itu sangat subur dan strategis untuk menguasai pelayaran di pantai utara. Jin Bun berkedudukan di Demak. Di Demak, Jin Bun menjadi ulama sesuai pesan gurunya, Sunan Ampel. Ia mengumpulkan para pengikutnya baik dari masyarakat Jawa maupun Cina. Saat sebelum memberontak kepada Majapahit, Jin Bun atau Raden Patah adalah bupati yang ditempatkan di Demak atau Bintara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Bahwa Demak dulu berlokasi di tepi laut, tetapi sekarang jaraknya dari laut&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;sampai 30 km, dapat diinterpretasikan dari peta genangan air yang diterbitkan Pemda Semarang (Daldjoeni, 1992, “Geografi Kesejarahan II” –Alumni). Peta genangan banjir dari Semarang sampai Juwana ini dengan jelas menggambarkan sisa-sisa rawa di sekitar Demak sebab sampai sekarang wilayah ini selalu menjadi area genangan bila terjadi banjir besar dari sungai-sungai di sekitarnya. Dari peta itu dapat kita perkirakan bahwa lokasi Pulau Muryo ada di sebelah utara Jawa Tengah pada abad ke-15 sampai 16. Demak sebagai kota terletak di tepi sungai Tuntang yang airnya berasal dari Rawa Pening di dekat Ambarawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Di sebelah baratlaut kawasan ini nampak bukit Prawoto, sebuah tonjolan darat semacam semenanjung yang batuannya terdiri atas napal di Pegunungan Kendeng bagian tengah. Dalam sejarah Demak terdapat tokoh bernama Sunan Prawoto (Prawata) yaitu anak Pangeran Trenggono. Nama sebenarnya adalah Mukmin, tetapi kemudian ia dijuluki Sunan Prawoto karena setiap musim penghujan, demi menghindari genangan di sekitar Demak, ia mengungsi ke pesanggrahan yang dibangun di bukit Prawoto. Sisa-sisa pesanggrahan tersebut masih menunjukkan pernah adanya gapura dan sitinggil (siti hinggil) serta kolam pemandian (De Graaf, 1954, “De Regering van Panembahan Senapati Ingalaga” – Martinus Nijhoff).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;De Graaf dan Th. Pigeaud (1974), “De Eerste Moslimse Voorstendommen op Java”&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;–Martinus Nijhoff) punya keterangan yang baik tentang lokasi Demak. Letak Demak cukup menguntungkan bagi kegiatan perdagangan maupun pertanian. Selat yang memisahkan Jawa Tengah dan Pulau Muryo pada masa itu cukup lebar dan dapat dilayari dengan leluasa, sehingga dari Semarang melalui Demak perahu dapat berlayar sampai Rembang. Baru pada abad ke-17 selat tadi tidak dapat dilayari sepanjang tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Dalam abad ke-17 khususnya pada musim penghujan perahu-perahu kecil dapat berlayar dari Jepara menuju Pati yang terletak di tepi sungai Juwana. Pada tahun 1657, Tumenggung Pati mengumumkan bahwa ia bermaksud memerintahkan menggali terusan yang menghubungkan Demak dengan Pati sehingga dengan demikian Juwana dapat dijadikan pusat perniagaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Pada abad ke-16 Demak diduga menjadi pusat penyimpanan beras hasil pertanian&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;dari daerah-daerah sepanjang Selat Muryo. Adapun Juwana pada sekitar tahun 1500 pernah pula berfungsi seperti Demak. Sehubungan itu, menurut laporan seorang pengelana asing terkenal di Indonesia saat itu –Tom Pires, pada tahun 1513 Juwana dihancurkan oleh seorang panglima perang Majapahit dan Demak menjadi satu-satunya yang berperan untuk fungsi itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Perhubungan Demak dengan daerah pedalaman Jawa Tengah adalah melalui Kali Serang yang muaranya terletak di antara Demak dan Jepara. Sampai hampir akhir abad ke-18 Kali Serang dapat dilayari dengan kapal-kapal sampai pedalaman. Mata air Kali Serang terletak di Gunung Merbabu dan di Pegunungan Kendeng Tengah. Di sebelah selatan pegunungan tersebut terdapat bentangalam Pengging (di antara Boyolali dan Pajang/Kartasura).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Ketika dalam abad ke-17 sedimen di Selat Muryo sudah semakin banyak dan akhirnya mendangkalkannya sehingga tak dapat lagi dilayari, pelabuhan Demak mati dan peranan pelabuhan diambil alih oleh Jepara yang letaknya di sisi barat Pulau Muryo. Pelabuhannya cukup baik dan aman dari gelombang besar karena terlindung oleh tiga pulau yang terletak di depan pelabuhan. Kapal-kapal dagang yang berlayar dari Maluku ke Malaka atau sebaliknya selalu berlabuh di Jepara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Demikian ulasan singkat berdasarkan literatur2 lama sejarah tentang lokasi Kerajaan Demak yang lebih mungkin memang berada di selatan kota Demak sekarang, di wilayah yang dulunya rawa-rawa dan menhadap sebuah selat (Selat Muryo) dan Pulau Muryo (Muria). Justru dengan berlokasi di wilayah seperti itu, Demak pada zamannya sempat menguasai alur pelayaran di Jawa sebelum sedimentasi mengubur keberadaan Selat Muria.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Jalan raya pantura yang menghubungkan Semarang-Demak-Kudus-Pati-Juwana sekarang sesungguhnya tepat berada di atas Selat Muria yang dulu ramai dilayari kapal-kapal dagang yang melintas di antara Juwana dan Demak pada abad ke-15 dan ke-16. Bila Kali Serang, Kali Tuntang, dan Kali Juwana meluap, ke jalan-jalan inilah genangannya –tak mengherankan sebab dulunya juga memang ke selat inilah air mengalir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Bila kapan-kapan kita menggunakan mobil melintasi jalan raya pantura antara Demak-Pati-Juwana-Rembang, ingatlah bahwa sekitar 500 tahun yang lalu jalan raya itu adalah sebuah selat yang ramai oleh kapal-kapal niaga Kerajaan Demak dan tetangganya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Kembali ke kelirumologi lokasi Kerajaan Demak, yang mungkin keliru adalah pendapat bahwa pusat Kerajaan Demak berada di Semarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Dikutip dari :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Pak Awang&lt;br /&gt;http://geologi.iagi.or.id/2009/07/23/kerajaan-demak-dan-geologi-selat-muria/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:85%;"  lang="EN-GB"&gt;Terimakasih, atas tulisan Bp. Awang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-5744225372989922415?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/5744225372989922415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=5744225372989922415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/5744225372989922415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/5744225372989922415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2009/12/dimanakah-letak-keraton-demak.html' title='Dimanakah Letak Keraton Demak???'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Szg8YOUD1VI/AAAAAAAAAIM/NnEuo-b28uc/s72-c/Demak_alun2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-8004967839229094068</id><published>2009-03-26T17:43:00.013+07:00</published><updated>2009-12-28T23:57:32.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sunan Kalijaga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Songo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota wali'/><title type='text'>Kota Wali</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SctfCTYyG_I/AAAAAAAAAGY/q9hhs218PIo/s1600-h/Basmallah1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317448278209600498" style="width: 358px; height: 57px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SctfCTYyG_I/AAAAAAAAAGY/q9hhs218PIo/s400/Basmallah1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Melestarikan Tradisi Pemikiran Kota Wali&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;KabarIndonesia - &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebuah proses pembangunan adalah cerminan keinginan dari seluruh rakyat untuk mendapatkan sebuah perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan dari hasil pembangunan sebaiknya tidak hanya perubahan secara fisik saja, melainkan juga tradisi pemikiran juga harus berubah seiring dengan perkembangan zaman. Sebuah Tradisi pemikiran erat kaitanya dengan Nilai Budaya yang berkembang dalam masyarakat. Oleh sebab itu proses perkembangan Nilai Budaya tidak boleh terlewatkan dalam setiap proses pembangunan yang berlangsung. Sebab Nilai Budaya mempunyai hubungan interaksi manusia dengan lingkungan. Secara simple dapat digambarkan sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;NILAI BUDAYA - NORMA - POLA BERPIKIR (TRADISI PEMIKIRAN) - POLA TINDAKA&lt;/span&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pelestarian sebuah sejarah tidaklah cukup hanya dengan merawat sebuah bangunan sebagai sebuah bukti fisik. Melewatkan sebuah Tradisi pemikiran dari sebuah alur Nilai Budaya berarti telah menghilangkan sebuah kerangka Tradisi pemikiran masa lampau, yang berakibat terpotongnya sebuah jalan pemikiran masa kini untuk menghasilkan sebuah Tradisi pemikiran yang maju dari Nilai Budaya masa lampau. Tradisi pemikiran Import bukanya tidak baik bagi sebuah masyarakat yang menerimanya. Tetapi haruslah perlu diingat bahwa sebuah Tradisi pemikiran selalu mengikutsertakan Nilai Budaya juga yang seringkali masyarakat belum mampu menerimanya. Jadi sebuah Tradisi pemikiran harus selalu dilestarikan mengingat sebuah Nilai Budaya adalah bapak kandung dari Tradisi pemikiran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Melestarikan bangunan sejarah tanpa memikirkan pelestarian sebuah Tradisi pemikiran ibarat bentuk bangunan yang berdiri tetapi tidak memiliki isi atau sama saja dengan gudang padi yang tidak berisi. Pelestarian harus dilakukan secara bersama-sama dan saling melengkapi. Jika salah satu dilupakan akan mengakibatkan kehilangan keseimbangan pemahaman bagi generasi selanjutnya. Sebuah Tradisi pemikiran jika tidak ditunjang dengan bukti-bukti fisik hanya akan melahirkan sebuah dongeng, sedangkan pelestarian bangunan sejarah tanpa pelestarian Tradisi pemikiran hanya akan melahirkan Mitos-motos yang jauh dari pemikiran Rasionalitas. Selama ini Kota Wali Demak hanyalah menjadi sebuah monumen sejarah tentang kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1418m/1403 Th soko dengan ditandai Sinengkelan"&lt;strong&gt;GENI MATI SINIRAM JANMI&lt;/strong&gt;". Peninggalan sejarah di kota Wali Demak yang masih mendapatkan perhatian masyarakat adalah Masjid Agung Demak,Makam Raja-raja Demak dan Makam Kanjeng Sunan Kalijaga di Kadilangu. Tetapi sayangnya sampai saat ini Tradisi pemikiran yang berasal dari Nilai Budaya Agung masa lalu terlindas oleh kebesaran bangunan Masjid Agung, Makam Raja-raja Demak dan Makam Kanjeng Sunan Kalijaga. Para Pengunjung wisata Religius di kota Wali Demak, baik yang berasal dari Demak sendiri maupun dari luar Demak atau bahkan luar negeri pada akhirnya hanya menjumpai Mitos-mitos yang banyak beredar disekitar bangunan Masjid dan Makam. Pengalaman-pengalaman yang bersifat pribadi setelah berkunjung di Masjid Agung Demak, Makam Raja-raja Demak dan Makam Kanjeng Sunan Kalijaga akhirnya menjadi sebuah Tradisi pemikiran baru yang tidak berinduk dari Nilai Budaya agung masa lalu. Sehingga Tradis Pemikiran ini sangat jauh dari Rasionalitas. Mungkin, karena perhitungan PAD yang membutuhkan kalkulasi yang tepat untuk pembangunan menjadi sebuah hambatan dalam penggalian Tradisi pemikiran di kota Wali Demak Hal ini tentu sangat dimaklumi mengingat menggali sebuah Tradisi pemikiran secara kuantitative susah sekali dijelaskan hasilnya. Tetapi dengan melihat kondisi Indonesia sekarang ini yang mengalami degradasi dalam memahami pluralisme, Tradis pemikiran dari kota Wali Demak sangat penting menjadi perhatian..Tradisi pemikiran yang Agung dari kota Wali dimulai dengan Akulturasi kebudayaan, sehingga orang-orang yang memiliki tradisi-tradisi yang lama merasa tidak terpaksa dalam merubah pola pikir mereka. Pendekatan kekuasaan sengaja dihindari mengingat para ulama sufi abad ke-16 yang lebih dikenal dengan sebutan Wali Tanah Jawa pada saat itu memang jauh dari tradisi kekuasaan. Para Wali Tanah Jawa berusaha membangun sebuah nilai budaya baru dalam Syiar agama. Mereka memulai dengan merangkak dari daerah pesisir pantai dengan menciptakan lingkungan budaya baru yang berpusat di Pesantren. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para Wali Tanah Jawa dalam melakukan Syiar agama memperlakukan dua Kutub Kebudayaan yang ada dengan perlakuan yang berbeda. Lingkungan Kebudayaan luar Istana mayoritas berisikan kaum tani yang masih berpegang sangat erat dengan Adat istiadat Animisme dan Dinamisme didekati dengan pendekatan-pendekatan visual mengingat Tradisi lisan sangat dominan dalam kehidupan masyarakatnya. Pertunjukan-pertunjukan kesenian yang dilakukan oleh Lingkungan Kebudayaan luar Istana secara perlahan-lahan dimasukan ajaran-ajaran Islam. Peran Seorang Kanjeng sunan Kalijaga sebagai seorang yang memahami benar Psikologi Massa pada zaman itu menjadikan kebudayaan menjadi panglima terdepan dalam menyampaikan sebuah Syiar beragama. Beliau memasuki Seni Pewayangan sebagai hiburan massal yang paling populer pada saat itu. Dengan merekayasa cerita dengan memasukan Jimat Kalimasada (dua kalimat syahadat) yang dijadikan pusaka kerajaan amarta (Pandawa). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan Kebudayaan dalam Istana yang telah mengenal Tradisi tulisan secara baik ditembus dengan mempelajari Seni Sastra Istana. Syiar dimulai dengan memasukan ajaran Islam dalam sastra Istana. Berbagai macam suluk, wirid dan Primbon bersumber dari Tradisi Pesantren. Setelah dinilai cukup dalam membangun nilai Budaya baru dan melihat realitas yang ada para wali Tanah Jawa ikut mendukung berdirinya sebuah kerajaan Islam Demak. Sedangkan upaya menyatukan nilai Budaya antara lingkungan Istana dan lingkungan di luar Istana ditempuh dengan cara menjaga stabilitas Sosial, Budaya dan Politik untuk mengeliminasi Konflik-konflik. Maka pada zaman Kerajaan Demak bermunculan upacara-upacara keagamaan seperti Sekaten, Greebeg Maulud, Grebeg Hari Raya Haji dan lain-lain. Upacara-upacara keagamaan ini sebagai sarana baik yang bersifat Struktural maupun Kultural demi terciptanya Syiar Islam. Upacara-upacara keagamaan ini secara lahiriah adalah Tradisi kejawen yang diIslamkan.Tradisi pemikiran dari para wali yang berasal dari Akulturasi mulai sedukit demi sedikit menghilang tatkala para wali tergoda berperan dalam kekuasaan dengan melupakan perannya sebagai penyeimbang Kebudayaan sekaligus penyeimbang Tradisi pemikiran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Konflik-konflik Internal antara para Wali songo dengan Syeh Siti Jenar sebagaimana diceritakan dalam Suluk Malang menandai pertarungan yang diselesaikan dengan power kekuasaan. Pertarungan antara Ahli Syariat dan Ahli Ma'rifat ini berakhir dengan tragis, dengan dibantainya Syeh Siti Jenar oleh para Wali Songo dengan Back Up penuh Sultan Patah sebagai penguasa Kerajaan Demak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Puncaknya, para Wali terjebak dalam dukung mendukung suksesi yang melibatkan para Wali untuk berhadapa-hadapan secara langsung. Sepeninggal Sultan Trenggono pada tahun 1546 M para Wali memiliki kandidat yang berbeda-beda sebagai pengisi Tahta yang telah kosong. Sunan Giri memilih Prawoto, Sunan kudus memilih Arya Penangsang dan sunan Kalijaga memilih Jaka Tingkir. Drama dukung mendukung ini benar-benar menyita energi yang cukup besar sehingga melupakan sebuah Nilai Budaya dan sebuah Trdisi pemikiran yang masih belum sempurna yaitu Format Kebudayaan dan Tradisi pemikiran dalam lingkup kekuasaan. Dimana sikap seorang Ulama jika kekuasan telah berada dalam pengaruhnya. Kemenangan Jaka Tingkir mengakibatkan kehancuran Kerajaan Demak. Pusat kerajaan dipindah ke Pajang pada tahun 1560 M dan setelah itu dipindah ke Mataram. Dari mataram inilah peran Ulama sebagai penyeimbang kebudayaan maupun Tradisi pemikiran semakin menghilang, bahkan peran para ulama mulai ditinggalkan dalam setiap setiap kebijaksanaan pemerintahan. Dukungan dari Dewi laut selatan (kanjeng Ratu Kidul atau Nyai lara Kidul) dan Gunung Merapi menjadi pelindung khusus kerajaan mataram sekaligus membentuk Nilai Budaya baru sekaligus Tradisi pemikiran baru. Pendominasian-pendominasian Nilai Budaya serta Tradisi pemikiran menjadi sebuah syarat mutlak bagi kerajaan mataram, kekuasan dengan dengan Trah baru membutuhkan suatu Energi legitamasi yang cukup besar. Dan peran Ulama bisa dianggap sebagai penghambat dalam melakukan pendominasian-pendominsian ini. Legitamasi Kerajaan harus terkuat, cahanya harus terang tidak boleh ada yang menyamainya. Konflik-konflik antara para ulama dan penguasa Mataram sudah dimulai sejak zaman Panembahan Senopati dan pada masa Amangkurat I terjadi pembantaian besar-besaran Ulama karena sebuah alasan Politik.Walaupun telah dicoba oleh fihak-fihak Istana untuk memasukan Kebudayaan Islam dalam berbagai Karya Sastra tetapi para Ulama menanggapinya dengan dingin. Kerajaan Mataram yang semakin memudar, menyempitnya kesempatan berpolitik seiring dengan pendominasian oleh VOC adalah sebuah alasan yang utama dari kalangan elite Istana untuk mengalihkan perhatian kebidang sastra dan budaya. Jadi hubungan antara Kerajaan Demak dengan Pajang ataupun Mataram adalah hubungan tranformasi Kekuasaan dan bukan merupakan Tranformasi Tradisi Pemikiran apalagi Transformasi Nilai Kebudayaan. Sebuah Nilai Kebudayaan ataupun Tradisi Pemikiran dari Para Wali tanah Jawa pada akhirnya menghilang tatkala mereka terprosok dalam lingkungan kekuasaan yang mempunyai Tradisi pemikiran yang Pragmatis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tradisi Pemikiran para Wali Tanah Jawa pada era sekarang ini mungkin hanya dapat dihidupkan kembali oleh para ahli warisnya yaitu Pondok Pesantren. Pondok Pesantren diharapkan memiliki kemampuan tinggi untuk mengadakan respons terhadap tantangan-tantangan dan tuntutan-tuntutan hidup dalam konteks ruang dan waktu yang ada. Walaupun tentunya Tradisi Pemikiran yang dibangun oleh Pondok Pesantren sekarang ini jauh lebih rumit. Tetapi bukan tidak mungkin akan melebihi kebesaran pemikiran para Wali pada abad-abad terdahulu. Tantangan terbesar sekarang ini dalam mengaktualisasikan Tradisi Pemikiran para Wali Tanah Jawa adalah sama seperti godaan para Wali pada zaman dahulu yaitu kekuasaan. Walaupun kekuasaan mempunya tujuan untuk lebih mempercepat diterimanya sebuah sebuah Nilai Budaya dan pemikiran kepada masyarakat tetapi mempunyai sebuah resiko keterasingan. Sebab kekuasaan mempunyai batas-batas yang jelas dan membutuhkan pendomonasian-pendominasian sehingga menghambat proses Akulturasi kebudayaan dan pengembangan Tradisi pemikiran dalam sebuah masyarakat yang Pluralistik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahap perkembangan Era Agraris ke Era Industrialisasi tentu melahirkan sebuah Nilai Budaya baru dan Tradisi Pemikiran yang baru. Kedudukan kekuasaan yang lahir dari sebuah proses Demokrasi tentunya juga melahirkan Nilai Budaya dan Tradisi pemikiran yang baru juga. Pondok Pesantren harus menjadi sebuah jembatan kedua Nilai Budaya dan Tradisi pemikiran yang baru secara Kontekstual dinamis. Keseimbangan ini harus dijaga agar tidak terjadi pendominsian-pendominasian yang merugikan masyarakat. Sebuah Kerajaan besar di Demak pernah berdiri dengan sebuah pendekatan kebudayaan oleh para Wali. Berdirinya kerajaan Demak Bintoro adalah tak lepas dari jasa Wali Tanah Jawa. Kerangka berpikir tentang sebuah Nilai Budaya dan Tradisi pemikiran telah diwariskan oleh para wali tanah Jawa. Walaupun kesimpulan yang diambil para Wali setelah kekuasaan berada dalam genggaman menimbulkan keruntuhan kerajaan Demak. Inilah pelajaran sejarah yang sangat berharga bagi generasi selanjutnya untuk lebih memahami Pluralisme dalam lingkup kekuasaan. Kita dapat lebih rasonalitas dalam memahami sepak terjang seorang wali Sekalipun. Bahkan dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada Wali tanah Jawa yang besar jasanya, kita harus berani mengatakan bahwa Keruntuhan Kerajaan demak adalah Kesalahan Para wali Tanah Jawa yang tergoda oleh Cahaya kekuasaan.Semoga saja sebuah Simbol Akulturasi Kebudayaan di Kota Wali Demak yang masih tersisa yaitu Grebeg Idul adha dapat menjadi sebuah jembatan antara Kebudayaan dan Tradisi Pemikiran dalam lingkungan Pemerintah dan diluar Pemerintah. Sehingga apa yang diperoleh masyarakat buka hanya sebuah monument sejarah perjuangan para Wali tanah Jawa atau hanya sekedar upacara penjamasan Kutang ontokusumo dan Keris Kyai Crubuk, apalagi Tansaksi-transaksi ekonomi yang berujung pada kalkulasi Pendapatan Asli Daerah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Demak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Drs. H. Imron Abu Bakar, SEJARAH RINGKAS KERAJAAN DEMAK, Menara Kudus 1996 KUMPULAN ESAI, ILMU BUDAYA DASAR, Usaha Nasinal 1983 Dr. Nurcholis Majid, BILIK-BILIK PESANTREN SEBAUH POTRET PERJALANA, Paramadina 1997Purwadi, BABAT TANAH JAWA, MENELUSURI JEJAK KONFLIK, Pustaka Alif 2001M.C.Rickleft, SEJARAH INDONESIA MODERN, Serambi April 2005&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Dikutip :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Moch Arif Makruf 18-Jan-2009, 17:15:09 WIB -&lt;br /&gt;[www.kabarindonesia.com]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-8004967839229094068?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/8004967839229094068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=8004967839229094068' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/8004967839229094068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/8004967839229094068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2009/03/kota-wali.html' title='Kota Wali'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SctfCTYyG_I/AAAAAAAAAGY/q9hhs218PIo/s72-c/Basmallah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-1539249634093440907</id><published>2009-03-26T16:46:00.022+07:00</published><updated>2009-12-29T01:39:59.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sunan Kalijaga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masjid Agung Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wali'/><title type='text'>Masjid Tertua di Jawa</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Masjid Agung Demak&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SctYG22IVrI/AAAAAAAAAGQ/oPkove3HIIc/s1600-h/MAD_1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317440659866015410" style="width: 416px; height: 222px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SctYG22IVrI/AAAAAAAAAGQ/oPkove3HIIc/s400/MAD_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Awal Pembangunan Masjid Demak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Babad Demak tulisan Atmo darminto, tahun 1477 M / 1399 S dengan candra sengkala &lt;em&gt;‘Kori/Lawang Trus Gunaning Janmi’&lt;/em&gt;, tahun ini merupakan tahun pembuatan Masjid Agung Demak. Pendapat itu benar karena pada saat itu Adipati Anom Fattah membuat masjid kadipaten yang ukurannya lebih luas dari Masjid Glagahwangi agar daya tampung jamaah mencukupi. Masjid kadipaten rencananya didirikan di sawah &lt;em&gt;Mendung Mangunjiwan&lt;/em&gt; mengingat lokasi pesantren di Mangunjiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan Kalijaga ditugaskan menjadi &lt;strong&gt;Arsitek&lt;/strong&gt; masjid kadipaten agar proses pembangunannya berjalan dengan baik. Sebagai acuan para tukang membuat masjid yang sebenarnya maka Sunan Kalijaga membuat maket masjid kadipaten. Kemudian rencana pembangunan masjid yang disawah mendung dipindahkan ketempat yang sekarang di dekat alun-alun Demak, hal ini karena kemungkinan sebagai berikut :&lt;br /&gt;-   Daerah sawah Mendung Mangunjiwan kurang tinggi dan rawan banjir&lt;br /&gt;-  Tempat penggantinya diusulkan oleh Raden Fattah ditempat beliau menemukan serumpun glagah berbau wangi sebagai tetenger (monumental). Tempat pengimaman tepat sesuai letak ditemukannya serumpun Glagahwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan masjid kadipaten ini sempat terhenti pada saat Raden Fattah yang telah menjabat sebagai Adipati Bintoro, mendengar jatuhnya kerajaan Majapahit atas penyerangan Raja Kediri Prabu Ranawijaya Girindrawardhana serta kabar hilangnya ayahanda Prabu Brawijaya V yang tidak diketahui nasibnya. Tanpa fakir panjang Raden Fattah mempersiapkan diri menyusun kekuatan yang ada untuk menyerang Majapahit yang berakhir dengan kekalahan Pasukan Demak yang dipimpin oleh Sunan Ngudung, walaupun benar-benar merepotkan kekuatan Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melanjutkan Pembangunan Masjid Kadipaten Demak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raden Fattah dan Para Wali melanjutkan pembangunan Masjid Agung Kadipaten Bontoroyang telah dimulai pada tahun 1477 M dan selesai pada tahun 1479 M / 1401 S, dengan ditandai Sengkala memet / gambar dengan bentuk Bulus. Kerata basa ‘Bulus’ yaitu ‘Yen mlebu kudu Alus’ artinya, siapapun yang masuk ke masjid untuk beribadah, harus halus lahir batinnya, tawadlu’ (merendahkan diri dihadapan Allah SWT). Juga mengandung makna bahwa Raden Fattah sedang prihatin/ memet/ mumet karena kerajaan ayahnya direbut Girindrawardhana dan gagal merebut kembali bahkan Sunan Ngudung gugur. Kemudian sesuai saran wali, diharapkan melanjutkan membangun masjid terlebih dahulu sambil melihat situasi dan kondisi. Ini mirip beladiri bulus yang menyembunyikan kepalanya bila dalam keadaan genting sambil melihat saat yang tepat untuk menyerang musuh. Namun Raden Fattah mengajukan syarat Mustaka Masjid yang akan dibuat nanti bentuknya runcing mirip angka 1(satu) Arab/ahad. Persyaratan itu sebagai lambing kejantanan bahwa Demak berani menghadapi pasukan Majapahit yang dikuasai Girindrawardhana. Juga mengandung pelajaran Tauhid bahwa Tuhan Allah itu Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu contoh kerukunan dan keikhlasan yang perlu ditauladani pada saat pembangunan Masjid Agung Demak adalah para Wali sampai kawula alit (rakyat kecil) terlihat ikut mengeluarkan jariyah berupa tenaga, pikiran dan materi sampai pembangunan Masjid Agung Demak selesai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Deskripsi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sc8FtYZIH6I/AAAAAAAAAGg/OFW0pd1vp7w/s1600-h/masjid+agung.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 248px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sc8FtYZIH6I/AAAAAAAAAGg/OFW0pd1vp7w/s320/masjid+agung.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318475962147938210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masjid tua ini memiliki struktur bangunan dengan nilai historis yang tinggi, dengan seni bangun arsitektur tradisional khas Indonesia. Wujudnya megah, anggun, indah, karismatik, memesona, dan berwibawa. Atapnya berbentuk limas piramida, bertingkat tiga susun, mirip bangunan kayu peninggalan Hindu dan Budha. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga susun atap&lt;/span&gt; ini dimaknai para wali sebagai aqidah Islamiyah yang terdiri dari Iman, Islam, dan Ihsan. Bangunan puncak dimaknai sebagai kekuasaan tertinggi hanyalah milik Allah. Uniknya, masjid yang sekilas tampak seperti kerucut raksasa itu ternyata terdiri dari tiga lantai. Lantai utama merupakan altar masjid yang tiap hari digunakan jamaah untuk kegiatan rutin keagamaan, lantai kedua merupakan rangka eternit yang lantainya dibuat dari kayu jati asli sejak zaman para wali. Lantai ketiga adalah puncak kubus yang menjadi penyangga kubah, dengan ruangan berukuran 6 x 6 meter2. Sayangnya, tak semua orang boleh naik hingga lantai dua dan tiga. Kedua lantai ini memang tertutup untuk umum, demi kepentingan perawatan dan keamanan bangunan yang usianya sudah sangat tua tersebut. Bangunan di bawahnya berdinding segi empat dengan empat soko guru sebagai pertanda bahwa para wali merupakan penganut mazhab 4, salah satunya Mazhab Imam Syafi’i. Uniknya, konon setiap soko guru dengan tinggi 1.630 cm ini dipancangkan ke empat penjuru mata angin oleh para wali sendiri, dengan bagian Barat Laut didirikan Sunang Bonang, Barat Daya oleh Sunan Gunung Jati, bagian Tenggara buatan Sunan Ampel, dan yang di Timur Laut karya Sunan Kalijaga. Masyarakat menyebut tiang buatan Sunan Kalijaga sebagai Soko Tatal. Pada serambi terdapat bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit, yang merupakan benda purbakala hadiah dari Prabu Brawijaya V. Di dekatnya terdapat pintu masjid tergambar petir yang dinamakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Pintu Bledeg” &lt;/span&gt;bertuliskan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Condro Sengkolo”&lt;/span&gt; yang berbunyi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Nogo Mulat Saliro Wani”&lt;/span&gt; yang bermakna tahun 1388 Saka atau 1466 M. Pada dinding depan masjid menempel 66 keramik berwarna biru dan putih, konon merupakan peninggalan Kerajaan Champa yang dicuri dari Kerajaan Majapahit. Di dalam masjid terdapat mihrab dengan prasasti bergambar bulus, yang merupakan prasasti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Condro Sengkolo”&lt;/span&gt;. Prasasti ini memiliki arti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sariro Sunyi Kiblating Gusti”&lt;/span&gt;, bermakna tahun 1401 Saka atau 1479 M, merupakan warisan dari zaman Majapahit yang disebut Dampar Kencono. Sedangkan bangunan yang dikhususkan bagi wanita untuk shalat berjamaah dinamakan Pawestren. Dibuat menggunakan konstruksi kayu jati dengan bentuk atap limas dari sirap kayu jati. Bangunan ini ditopang delapan tiang penyangga. Empat di antaranya berhias ukiran motif Majapahit, dibuat zaman KRMA Arya Purbaningrat sekitar tahun 1866 M. Begitu tingginya nilai historis dan arkeologis Masjid Agung Demak, maka para ahli yang tergabung dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;International Comission for the Preservation of Islamic Cultural Heritage&lt;/span&gt; yang meninjau masjid tersebut di tahun 1984 mengatakan bahwa Masjid Agung Demak merupakan salah satu di antara bangunan-bangunan Islam penting di Asia Tenggara dan dunia Islam pada umumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;Sejarah Demak – Matahari Terbit di Glagahwangi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Drs. Muhammad Khafid Kasri, Pujo Semedi), Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Demak, 2008&lt;br /&gt;http:\\ parbun.demakkab.go.id&lt;br /&gt;&lt;a href="http://alifmagz.com/wp/?p=732"&gt;http://alifmagz.com/wp/?p=732&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-1539249634093440907?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/1539249634093440907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=1539249634093440907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/1539249634093440907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/1539249634093440907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2009/03/masjid-tertua-di-jawa.html' title='Masjid Tertua di Jawa'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SctYG22IVrI/AAAAAAAAAGQ/oPkove3HIIc/s72-c/MAD_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-4455398647056926709</id><published>2008-12-19T16:35:00.026+07:00</published><updated>2009-12-29T01:51:37.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rejenu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ziarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Songo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air tiga rasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muria'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hasan sadzali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi_DCtew5I/AAAAAAAAAF8/0REn3LdYFoA/s1600-h/Rejenu_tourdejava.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi_DCtew5I/AAAAAAAAAF8/0REn3LdYFoA/s400/Rejenu_tourdejava.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312205819471643538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;REJENU...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kompleks Ziarah Makam Syech Hasan Sadzali&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kawasan Wisata Alam Rejenu dengan ketinggian kurang lebih 1.150 M DPL, terletak dipegunungan Argo Jembangan Gunung Muria, berjarak kurang lebih 3 Km dari Pesanggrahan Colo. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Selain itu pengunjung yang berjalan kaki menyusuri jalan setapak, pengunjung juga dapat menikmati panorama pegunungan yang menghijau, segar karena dedaunan perkebunan kopi, lebatnya tanaman pakis Muria dan palem pegunungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Masih banyak yang belum mengetahui kompleks ziarah ini, keadaan alamnya masih alami. Untuk mencapai lokasi, dari Desa Rejenu cukup jauh kurang lebih sekitar 3 km. Bisa ditempuh dengan jalan kaki atau kendaraan bermotor roda dua.Banyak dimanfaatkan oleh para pengunjung untuk menyepi dan memperoleh ketenangan bathin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Makam Syeh Sadzali &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi8QS-I_rI/AAAAAAAAAFk/Bubz3Cx0XcI/s1600-h/08030812005900.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi8QS-I_rI/AAAAAAAAAFk/Bubz3Cx0XcI/s200/08030812005900.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312202748639903410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut masyarakat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;setempat, Syeh Sadzali adalah murid / santri Sunan Muria yang sangat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; setia mendampingi dan memban&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tu Sunan Muria dalam menyebarluaskan agama Islam. Oleh karena itu nama harum Syeh Syadzali &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;senantiasa dihormati oleh masyarakat dan makamnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tidak pernah sepi dari para peziarah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Rejenu berlokasi di Pegunungan Argo Jambangan sekitar 3 km dari Pesanggrahan Gunung Muria. Menurut cerita rakyat dari desa Rejenu, Syech Hasan Sadzali adalah seorang Ulama, Guru Besar Spiritual dari Wali Songo. Beliau berasal dari Negeri Seberang, Timur Tengah. B&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;erkelana untuk sampai ke Tanah Jawa untuk syiar agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi7HjoXgAI/AAAAAAAAAFU/_Yx4FUw7Fd8/s1600-h/DSC02286.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi7HjoXgAI/AAAAAAAAAFU/_Yx4FUw7Fd8/s200/DSC02286.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312201498981531650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Ketika akan masuk k&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;e Kompleks ini, pintu gerbang cukup menyita perhatian, bangunan yan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;g menyerupai candi dari susunan batu b&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;ata merah ini masih kokoh berdiri. Masyarakat sekitar secara terpadu, sangat menjaga kelestarian tempat ini. Bersa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;ma-sama memelihara dan bergotongroyong membangun tempat ini. Pengembangan kompleks ini juga dilakukan o&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;leh masyarakat untuk &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;kenyamanan para pengunjung. Pembangunan masjid disisi makam didirikan dan dibangun sesuai konteks lingkungan makam. Arsitektur kontekstual diterapkan disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi7wEPbOnI/AAAAAAAAAFc/ZxSuSuG9--E/s1600-h/tangga+masjid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 106px; height: 170px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi7wEPbOnI/AAAAAAAAAFc/ZxSuSuG9--E/s200/tangga+masjid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312202194930055794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Secara mengherankan, batu-batu kali seperti sudah disediakan oleh alam. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Batu-batu tersebut sudah terp&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;otong-potong rapi, hal ini c&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;ukup memudahkan untuk pembangunan masjid. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Masyarakat tinggal mengambil dan mem&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;asang untuk membangun masjid, membuat talud dan sangat bagus sebagai profil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Air Tiga Rasa &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di kawasan&lt;/span&gt; wisata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;REJENU&lt;/span&gt; terdapat mata air / sumber mata air yang memiliki 3 rasa. Masyarakat setempat percaya bahwa ketiga jenis rasa ini mempunyai khasiat yang berbeda jika diminum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sumber Air Pertama : mempunyai rasa tawar-tawar masam (Jawa : anyep-anyep asem/kecut) yang bekhasiat dapat mengobati berbagai penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Sumber Air Kedua : mempunyai rasa yang mirip dengan minuman ringan bersoda seperti “Sprite” yang bekhasiat dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Sumber Air Ketiga : mempunyai rasa mirip minuman keras “tuak / arak” yang bekhasiat dapat memperlancar rezeki jika bekerja keras untuk mendapatkannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketiga jenis air tersebut jika dicampur menjadi satu, rasanya menjadi air tawar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi9mzWDJ5I/AAAAAAAAAF0/IItf399OLJk/s1600-h/plang_sendang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 41px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi9mzWDJ5I/AAAAAAAAAF0/IItf399OLJk/s200/plang_sendang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312204234798868370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi86SQK-pI/AAAAAAAAAFs/Rv_hC9WXpy0/s1600-h/sendang_air3raksa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 233px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi86SQK-pI/AAAAAAAAAFs/Rv_hC9WXpy0/s200/sendang_air3raksa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312203470001601170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Foto-foto_Doc Pribadi&lt;br /&gt;http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=4592&amp;amp;Itemid=1475&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-4455398647056926709?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/4455398647056926709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=4455398647056926709' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4455398647056926709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4455398647056926709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2008/12/rejenu.html' title=''/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/Sbi_DCtew5I/AAAAAAAAAF8/0REn3LdYFoA/s72-c/Rejenu_tourdejava.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-4747636099040508495</id><published>2008-11-28T00:05:00.017+07:00</published><updated>2009-12-29T02:03:11.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sunan Kalijaga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah Demak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Songo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota wali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerajaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demak'/><title type='text'>Sejarah DEMAK - Kota WALI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;SEJARAH DEMAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;( DEMAK KOTA WALI )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274092038198312226" style="margin: 0px auto 10px; display: block; width: 590px; height: 390px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/STFWw_GGvSI/AAAAAAAAACk/KZpG5Xbb9Vo/s400/Satelit_Dmk01.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pembentukan setting kawasan kota-kota di pulau Jawa sangat dipengaruhi oleh perpaduan antara kebudayaan Hindu- Budha, serta Islam. Pada masa perkembangan agama Islam di pulau Jawa-pun, pembentukan setting kawasan lingkungannya pun masih terpengaruh dari unsur Hindu-Budha.&lt;br /&gt;Pada masa perkembangan agama Islam di pulau Jawa, kegiatan religius diberi tempat sebagai bagian sentral dari kekuasaan, sebagai contoh pada kerajaan Demak, tata letak masjid yang sengaja didekatkan pada pusat kekuasaan dari kerajaan Demak. Dasar inilah yang mempengaruhi bentuk setting kawasan dari pusat kota-kota Islam di Jawa&lt;br /&gt;Pengaruh budaya lokal (Hindu-Budha) pada penataan setting kawasan pada masa perkembangan agama Islam pada saat itu terlihat pada kecenderungan perletakaan antara makam dan masjid menjadi suatu komplek, sebenarnya agama Islam sendiri tidak mengajarkan manusia untuk menghormat kepada makam. Ini merupakan pengaruh budaya lokal pada setting kawasan yang ditafsirkan oleh Wali Sanga pada saat itu. Bahkan para Wali tersebut meminta untuk dikuburkan di dekat dengan masjid yang didirikannya, seperti makam dan masjid Sunan Kalijaga di Kadilangu dapat digunakan sebagai contoh. Kaitan antara makam dan pusat peribadatan sebagai suatu tradisi ditunjukkan setelah kerajaan-kerajaan Islam-Jawa berdiri, dari Demak, Kudus, Jepara, sampai Jogjakarta dan Surakarta. Bahkan pada masjid Demak yang pada saat itu merupakan pusat pemerintahan juga menjadi satu dengan kompleks makam pada raja-raja Demak. Melihat peran dan letak masjid dalam perkembangan setting lingkungan di Jawa, bangunan ini menjadi suatu elemen struktur bagi pusat kota, dalam Wiryomartono, A Bagoes P, hal 10&lt;br /&gt;Dalam kenyataan fisiknya, yang disebut kuta atau negara itu selalu memiliki halun-halun, yang lebih dikenal dengan sebutan alun-alun. Sedangkan bentuk alun-alun yang selalu segi empat, berdasar dari alun-alun merupakan pusat orientasi spatial, yang terdiri dari empat unsur pembentuk keberadaan alam/ bhuwana : air, api, bumi, udara. (adat yang dianut oleh masyarakat Jawa). Dasar inilah yang kemudian diturunkan dalam tata ruang pada kawasan alun-alun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;SETTING KAWASAN DEMAK DAHULU &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SS7Wp3_0VqI/AAAAAAAAABc/y8sbPDasecw/s1600-h/peta+dmk_jadul.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273388228592031394" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 197px; height: 284px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SS7Wp3_0VqI/AAAAAAAAABc/y8sbPDasecw/s320/peta+dmk_jadul.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kota tua Jawa Islam yang hingga kini masih dapat dilihat Struktur setting kawasannya adalah Demak dan Kudus. Bagian kota Demak yang masih banyak meninggalkan petunjuk gagasan negara kota, nampak pada daerah yang kini disebut Kauman, Pecinan, dan Siti Hinggil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Setting Ibukota Demak Bintoro&lt;br /&gt;(sumber : Solichin Salam, tahun 1960)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada setting kawasan ini masjid terletak di pusat kota, ini merupakan pengaruh dari prinsip kerajaan Islam pada saat itu yaitu kegiatan religius juga yang merupakan dasar dari pembentukan setting kawasan pada komplek ziarah makam agama Islam dari Wali Songo itu sendiri, hanya dengan skala yang lebih kecil.Struktur pusat Demak kemungkinan merujuk pada ibukota Majapahit dengan skala yang lebih kecil. Di dalam struktur ini halun-halun menjadi struktur pengikat bagi Dalem/ Keraton maupun masjid yang bersangkutan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SS7YeUAU9hI/AAAAAAAAABk/YqoiQsPcgNo/s1600-h/Masjid+Agung+Dmk_jadul.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273390228975187474" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 320px; height: 238px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SS7YeUAU9hI/AAAAAAAAABk/YqoiQsPcgNo/s320/Masjid+Agung+Dmk_jadul.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Keadaan Masjid Demak Dahulu&lt;br /&gt;(sumber : Solichin Salam, tahun 1960)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Masjid Agung Demak yang merupakan pusat kegiatan religius dan pemerintahan Demak Bintoro pada saat itu. Pada komplek Masjid Demak sendiri juga menyatu dengan komplek dari makam raja-raja Demak Bintoro beserta karabatnya, yang terletak pada bagian barat dari kompleks masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;SETTING KAWASAN DEMAK SEKARANG&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SS7ZIC2wkfI/AAAAAAAAABs/GieQfCis76U/s1600-h/alun2+dmk_2003.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273390945926156786" style="width: 495px; height: 128px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SS7ZIC2wkfI/AAAAAAAAABs/GieQfCis76U/s320/alun2+dmk_2003.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setting kawasan dari pusat kota Demak sendiri didominasi oleh bangunan-bangunan baru, kecuali bangunan Masjid Demak. Bangunan-bangunan yang terdapat di sekitar alun-alun kota Demak antara lain: masjid Demak, penjara, kantor pemerintahan Kota Demak, dan kabupaten sebagai pusat pemerintahan kota Demak sendiri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SS7ZlXYPfyI/AAAAAAAAAB0/RIjsgN6nFrg/s1600-h/Setting+Dmk+Skrng.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273391449651511074" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 320px; height: 239px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SS7ZlXYPfyI/AAAAAAAAAB0/RIjsgN6nFrg/s320/Setting+Dmk+Skrng.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(sumber : Solichin Salam, tahun 1960) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5843433748882895076-4747636099040508495?l=tourdejava-manazati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/feeds/4747636099040508495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5843433748882895076&amp;postID=4747636099040508495' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4747636099040508495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5843433748882895076/posts/default/4747636099040508495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tourdejava-manazati.blogspot.com/2008/11/sejarah-demak-kota-wali.html' title='Sejarah DEMAK - Kota WALI'/><author><name>Manazati</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/SSUPNhGbs6I/AAAAAAAAAA8/Tn5TfZ2YBO8/S220/amroooooo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/STFWw_GGvSI/AAAAAAAAACk/KZpG5Xbb9Vo/s72-c/Satelit_Dmk01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5843433748882895076.post-4442539432859895522</id><published>2008-11-20T13:46:00.007+07:00</published><updated>2008-11-30T02:37:31.913+07:00</updated><title type='text'>Konservasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KONSEP KONSERVASI DAN PERKEMBANGANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/STGY5Pcot2I/AAAAAAAAAD0/ElLByz-Jm3w/s1600-h/peta%2520java%2520kuno.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274164747794167650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 396px; CURSOR: hand; HEIGHT: 264px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1kztPczg8A4/STGY5Pcot2I/AAAAAAAAAD0/ElLByz-Jm3w/s320/peta%2520java%2520kuno.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Konsep konservasi telah dicetuskan lebih dari seratus tahun yang lalu, ketika William Morris mendirikan Lembaga Pelestarian Bangunan Kuno (“Society For the Protection of Ancient Buildings”,1877), diambil dari Dobby A, 1978:5, dalam Sidharta &amp;amp; Eko Budihardjo,1989:9 Jauh sebelum itu, pada tahun 1700, Vanburgh seorang arsitek Istana Bleinheim Inggris, telah merumuskan konsep pelestarian, namun konsep itu belum mempunyai kekuatan hukum. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan dan Undang-undang yang pertama kali melandasi kebijakan konservasi lingkungan/ bangunan bersejarah dibuat pada tahun 1882, dalam ‘Ancient Monuments Act’, diambil dari &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dobby, A, 1978:5,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;dalam Sidharta &amp;amp; Eko Budihardjo, 1989:9&lt;/span&gt; Di Indonesia, peraturan yang berkaitan dengan perlindungan bangunan kuno adalah UU No 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya. Awalnya konsep konservasi terbatas pada pelestarian monumen (lazim disebut ‘preservasi’). Konsep tersebut diimplementasikan dengan mengembalikan/ menjadikan monumen tersebut persis keadaan semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU No 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya, yang disebut sebagai monumen dalam peraturan ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;a. Benda bergerak maupun tidak bergerak yang dibuat oleh manusia, bagian/ kelompok benda, dan sisa-sisanya yang berumur 50 tahun/ memiliki masa langgam minimal berumur 50 tahun serta mempunyai nilai penting bagi prasejarah, sejarah atau kesenian. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;b. Benda-benda yang mempunyai nilai penting dipandang dari sudut palaeoanthropologi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;c. Situs yang berpetunjuk kuat bahwa di dalamnya terd
